Bisnis.com, BEKASI — PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mengungkap rencana pengembangan rumah susun (Rusun) subsidi di Kawasan Meikarta. Rencananya rusun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha).
Head of Project Management LPKR, Fritz Atmodjo menjelaskan bahwa pengembangan rusun subsidi tersebut akan dibangun di 3 area berbeda dengan masing-masing luas lahan tiap kawasan seluas 10 Ha.
"Satu tower akan terdiri 2.600 unit, di dalam lahan 10 hektare ini," kata Fritz dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Untuk Rakyat, di Meikarta, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan rencananya, LPKR bakal membangun 18 tower di setiap kawasan. Artinya, LPKR bakal membangun 54 tower rusun subsidi dengan total unit mencapai 141.000 unit di atas lahan 30 Ha.
Adapun, satu tower rusun subsidi tersebut akan terdiri dari 32 lantai mencakup area komersial hingga residensial. Fritz merinci, nantinya rusun subsidi itu akan memiliki 3 tipe unit
Dia menyebut, tipe unit yang pertama adalah satu kamar dengan luas 25 meter persegi (m2). Kemudian, tipe yang kedua yakni mencakup dua kamar tidur seluas 37 m2, sedangkan tipe ketiga mencakup 3 kamar tidur dengan luas bangunan 45m2.
"Kalau yang 3 kamar masih progres. Ukurannya 45 m2," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkap investasi yang bakal dikucurkan oleh Lippo Group mencapai Rp39 triliun untuk pembangunan rusun subsidi Meikarta.
Angka tersebut murni merupakan investasi pembangunan rusun di luar harga tanah. Ara menjelaskan, saat ini pihaknya Masih melakukan negosiasi lanjutan dengan Lippo mengenai nasib status lahan tersebut.
"Nilai investasi di satu kawasan bisa Rp13 triliun diluar tanah. Akan dibangun di 3 area, itu Rp39 triliun kurang lebih dluar tanah," jelasnya.