Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Lebanon akan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Israel, atas pembangunan tembok beton di sepanjang perbatasan selatan Lebanon yang disebut melampaui batas 'Blue Line'.
Dilansir dari Reuters, kantor kepresidenan Lebanon menyampaikan rencana tersebut pada Sabtu (15/11/2025) waktu setempat.
Blue Line merupakan garis batas yang dipetakan PBB untuk memisahkan wilayah Lebanon, Israel, dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel. Pasukan Israel mundur hingga garis tersebut pada tahun 2000 ketika mereka menarik diri dari Lebanon Selatan setelah pendudukan selama puluhan tahun.
Sebuah survei yang dilakukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Oktober 2025 menemukan bahwa tembok beton yang dibangun militer Israel melintasi Blue Line, perbatasan de facto antara Lebanon dan Israel.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa tembok beton tipe T-wall yang dibangun Israel Defense Forces (IDF) membuat lebih dari 4.000 meter persegi wilayah Lebanon, setara hampir satu hektare, menjadi tidak dapat diakses oleh penduduk lokal.
Dia menambahkan bahwa bagian dari tembok tambahan yang juga melintasi Blue Line sedang dibangun di tenggara Yaroun, berdasarkan laporan pasukan penjaga perdamaian.
Dujarric menyebut bahwa UNIFIL telah menginformasikan temuan tersebut kepada militer Israel dan meminta tembok yang melintasi batas itu segera dibongkar.
Dalam pernyataan terpisah, UNIFIL menegaskan bahwa kehadiran dan pembangunan Israel di wilayah Lebanon merupakan pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta menabrak kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.
Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel membantah temuan tersebut dan mengklaim bahwa tembok itu tidak melintasi Blue Line.
"Tembok ini merupakan bagian dari rencana IDF yang dimulai pada 2022. Sejak perang dimulai, dan sebagai bagian dari evaluasi atas kondisi keamanan, IDF memperkuat sejumlah penghalang fisik di sepanjang perbatasan utara," katanya.