Bisnis.com, JAKARTA — Penumpukan permintaan ojek online (ojol) saat Ramadan dan Lebaran disebut sebagai masalah tahunan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Salah satu pemicunya layanan paket hemat yang ditawarkan aplikator.
Pengemudi ojek online, Mustar, mengatakan terjadi peningkatan pesanan ojek online di bulan Ramadan, khususnya jelang waktu berbuka puasa. Namun, dia juga menjelaskan jika peningkatan pesanan ojek online tidak sebanding dengan jumlah driver ojol.
Menurutnya, di saat bulan Ramadan banyak driver yang tidak aktif sementara waktu, apalagi di waktu menjelang buka puasa. Padahal di waktu tersebut banyak pelanggan yang memesan ojol untuk pulang kerja maupun memesan makanan. Hal tersebut yang membuat pelanggan kesulitan mencari driver ojol.
“Ini mah udah masalah tahunan, jadinya kacau. Saya juga jemputnya jauh-jauh,” kata Mustar kepada Bisnis, Senin (16/3/2026).
Selain itu, ada penurunan tarif melalui sistem layanan hemat yang mempengaruhi pendapatan driver sehingga banyak driver yang malas untuk bekerja. Pada skema layanan hemat, ongkos perjalanan yang diterima driver menjadi lebih kecil. Misalnya tarif yang biasanya Rp10.000 bisa turun menjadi Rp7.000.
“Banyak yang gak aktifin layanan hemat, pada milih reguler soalnya gak kepotong,” ujarnya.
Selain itu, layanan hemat membuat para driver mendapat jemputan yang cukup jauh, bahkan jarak tempuhnya kadang hampir sama dengan jarak antar. Tentunya para ojol juga merasa terbebani dengan biaya operasional yang tinggi, namun pendapatan yang didapat tidak seberapa.
Berbeda dengan layanan hemat, layanan biasa atau reguler memiliki tarif yang lebih besar dan driver tidak mendapat potongan.
Mustar juga membagikan tips agar pelanggan lebih cepat mendapat driver ojol. Pelanggan disarankan untuk menggunakan layanan ojol tipe reguler dengan harga normal. Selain lebih banyak driver di layanan reguler, jarak penjemputan juga akan lebih dekat dan penumpang tidak menunggu lama karena lebih banyak driver yang tersebar.
Sebagian ojol juga mudik di Lebaran tahun ini. Ini juga menjadi tantangan bagi para pelanggan yang ingin mendapatkan ojol di hari raya. Namun tetap ada beberapa yang bekerja, tetapi pelanggan akan lebih sulit dan membutuhkan waktu tunggu lebih lama untuk mendapat driver.
Ke depannya Mustar berharap sistem tarif bisa kembali normal tanpa skema layanan hemat yang menurunkan pendapatan driver. Menurutnya, jika tarif kembali normal, para driver akan lebih semangat bekerja dan pelanggan juga akan lebih mudah mendapatkan driver.
“Jangan ada hemat-hemat, balik ke normal aja biar semangat kerjanya,” tutupnya.