Bisnis.com, JAKARTA — Tiga operator telekomunikasi terbesar di Indonesia mencatatkan lonjakan jumlah menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) 5G yang sangat signifikan sepanjang periode kuartal I/2025 hingga kuartal I/2026.
XLSMART memimipin pada urutan pertama dengan BTS 5G terbanyak di Indonesia. Disusul oleh Indosat, dan terakhir Telkomsel.
Pertumbuhan masif infrastruktur jaringan generasi kelima ini mencerminkan komitmen sektor industri dalam mempercepat transformasi ekosistem digital nasional sekaligus memperluas jangkauan konektivitas berkecepatan tinggi di berbagai wilayah tanah air.
Dilansir dari presentasi korporasi, Minggu (7/6/2026), akselerasi pembangunan pemancar digital ini digerakkan oleh persaingan ketat dalam meningkatkan kualitas layanan data nirkabel.
Telkomsel, sebagai operator seluler dengan basis jaringan terluas, mencatatkan kenaikan jumlah infrastruktur dari 1.910 unit BTS 5G pada kuartal I/2025 menjadi lebih dari 5.400 unit pada kuartal I/2026.
Melalui strategi ekspansi bertajuk "Hyper 5G", jangkauan pemancar emiten telekomunikasi ini kini telah tersebar secara berkala di sekitar 80 kota dan kabupaten di Indonesia.
Langkah ekspansi yang tidak kalah agresif ditunjukkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Operator ini mencatatkan lompatan ekspansi tertinggi secara persentase, di mana pada kuartal I/2025 perusahaan hanya mengoperasikan 107 unit BTS 5G.
Masuk kuartal pertama tahun ini, jumlah menara pemancar IOH melonjak drastis hingga nyaris menyentuh angka 10.000 unit, atau tepatnya berada di kisaran 9.000 unit lebih.
Sementara itu, posisi puncak kepemilikan jumlah infrastruktur pengirim sinyal generasi kelima ini dipegang oleh XLSMART, entitas baru pasca-merger antara XL Axiata dan Smartfren. Kekuatan konsolidasi korporasi tersebut berhasil mengatrol jumlah pemancar dari 4.864 unit BTS 5G pada kuartal IV/2025 menjadi 12.631 unit pada kuartal I/2026. Aksi korporasi penggabungan usaha ini mempercepat proses integrasi infrastruktur telekomunikasi di lapangan.
Manajemen XLSMART mengarahkan fokus investasinya untuk membangun blanket coverage 5G di 43 kota besar utama di Indonesia.
Pemilihan lokasi fokus perluasan sebaran pemancar tersebut didasarkan pada tingkat penetrasi kepemilikan perangkat gawai masyarakat yang dinilai sudah memadai untuk menangkap spektrum frekuensi mutakhir.