Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan total 197 trayek angkutan laut perintis hingga trayek kapal penumpang kelas ekonomi sebagai bagian dari kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) pada 2026.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Panjaitan mengatakan, hal tersebut merupakan upaya pemerintah menjaga konektivitas nasional, terutama untuk wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (T3P).
Secara terperinci, dari total 197 trayek tersebut, pemerintah merancang 107 trayek pelayaran perintis penumpang, 41 trayek Tol Laut, 6 trayek kapal khusus ternak, serta 18 trayek kapal rede di perairan pelabuhan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 25 trayek PSO angkutan laut penumpang kelas ekonomi. Dengan demikian total cakupan layanan angkutan laut bersubsidi pada 2026 mencapai hampir 200 trayek di berbagai wilayah Indonesia.
Rencana tersebut tertuang dalam perjanjian terpadu pelayaran perintis dan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2026 yang diteken Kemenhub.
“Dengan penandatanganan terpadu ini, kami memastikan tidak ada kekosongan pelayanan. Transportasi laut harus terus berjalan demi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional,” ujar Lollan dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, keberadaan trayek perintis tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga berperan penting dalam menekan disparitas harga, menjaga ketersediaan barang pokok dan penting, serta memperlancar distribusi ternak ke wilayah sentra konsumsi.
Pelaksanaan 197 trayek angkutan laut tersebut akan dilakukan melalui mekanisme penugasan kepada BUMN pelayaran serta perusahaan angkutan laut nasional, termasuk melalui proses pemilihan penyedia jasa lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah menekankan agar seluruh operator pelaksana menjalankan penugasan secara profesional dengan mengutamakan aspek keselamatan, efektivitas, dan efisiensi layanan di setiap trayek perintis.
“Saya meminta seluruh operator memberikan pelayanan yang prima, efektif, dan efisien dengan tetap mengutamakan keselamatan, serta terus berkolaborasi untuk mengoptimalkan layanan transportasi laut bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.