Bisnis.com, SEMARANG - Unit usaha angkringan yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Svargha Jaghat Anugraha di Desa Wisata Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Program pembinaan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN ini tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan warga sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, angkringan tersebut telah melayani 293 pengunjung dengan total omzet mencapai Rp10.785.000. Capaian ini menjadi indikator positif bagi efektivitas pengelolaan potensi wisata lokal yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat desa.
Ketua Pokdarwis Svargha Jaghat Anugraha, Slamet, menyatakan bahwa keberhasilan performa bisnis ini merupakan buah dari proses adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan bagi warga. “Angkringan ini menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu mengelola potensi wisata secara mandiri. Kami terus belajar untuk meningkatkan kualitas layanan dan berharap Desa Asinan semakin dikenal luas oleh wisatawan,” ujar Slamet, dikutip Jumat (17/4/2026)
Meski sektor pariwisata umum cenderung mengalami perlambatan selama bulan Ramadan, pengelola angkringan melakukan inovasi strategi pemasaran untuk menjaga stabilitas arus kas. Langkah ini mencakup peluncuran paket buka puasa bersama dan layanan halalbihalal yang menyasar segmen pasar konsumen lokal serta komunitas sekitar. Hingga 25/04/2026, tercatat sebanyak enam kelompok besar telah melakukan pemesanan tempat secara khusus dengan total peserta mencapai 230 orang.
Slamet juga menekankan pentingnya dukungan korporasi dalam membangun fondasi usaha di tingkat akar rumput. “Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari PLN, mulai dari penyediaan fasilitas hingga penguatan kapasitas SDM. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus berkembang,” tambahnya.
Keunggulan kompetitif angkringan ini terletak pada perpaduan konsep kuliner tradisional dan modern. Menu yang ditawarkan dibanderol dengan harga antara Rp30.000-Rp35.000 dengan pilihan gaya kekinian seperti grill dan shabu guna menarik minat wisatawan lintas generasi.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, memberikan apresiasi atas capaian mitra binaannya yang mampu mengonversi bantuan menjadi nilai ekonomi nyata. “Program TJSL PLN dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan Pokdarwis di Desa Asinan menunjukkan bahwa kolaborasi yang tepat dapat menghasilkan dampak ekonomi yang nyata,” ungkap Munawwar.
Munawwar memproyeksikan bahwa model pengembangan berbasis komunitas ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam upaya memperkuat ekonomi desa. Keberlanjutan program tetap menjadi fokus utama PLN untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan mandiri bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan infrastruktur yang telah diberikan sejak 2025, termasuk pembangunan area parkir, mushola, toilet, dan toko oleh-oleh, kini berfungsi sebagai pendukung vital kenyamanan pengunjung. Komitmen PLN melalui UP2B Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta pun terus berlanjut melalui pelatihan kapasitas SDM pengelola secara berkala demi menjamin keberlangsungan jangka panjang unit usaha ini.