Bisnis.com, MEDAN — Akademisi dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin menyebut guyuran 11 ton cabai merah keriting dari Pulau Jawa ke Sumut pada Sabtu (18/10/2025) malam belum berdampak pada penurunan harga cabai merah di wilayah ini.
Gunawan menyebut harga cabai merah keriting hari ini, Senin (20/10/2025) tetap bertahan tinggi bahkan melonjak di awal pekan. Rata-rata harga cabai di Sumatra Utara (Sumut) hari ini paling banyak ditransaksikan di rentang Rp75.000—80.000 per kilogram, meski ditemukan ada pedagang yang menjual di harga Rp65.000 per kilogram.
Sedangkan berdasarkan laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga cabai merah keriting di Sumut hari ini (20/10/2025) tercatat Rp83.000 per kilogram, naik dari pekan lalu seharga Rp75.250 per kilogram. Kota Medan tercatat mengalami lonjakan harga cabai tertinggi, rata-rata mencapai Rp93.300 per kilogram.
“Belum terlihat dampaknya. Hari ini harga cabai merah di Sumut justru naik,” kata Gunawan kepada Bisnis, Senin (20/10/2025).
Gunawan mengatakan kedatangan cabai dari Jawa atau yang dikenal dengan istilah ‘cabai kardus’ ke Sumut belum sepenuhnya mampu menekan harga komoditas penyebab lonjakan inflasi di wilayah ini.
Dia menyebut ada temuan di lapangan soal kualitas cabai kardus yang tak sesuai dengan yang diharapkan pembeli akibat proses distribusi dari Jawa ke Sumut yang memakan waktu.
“Jadi memang cabai 11 ton yang masuk itu, menurut para pedagang juga pembeli kualitasnya kurang bagus. Ini yang membuat serapannya kurang maksimal,” tambahnya.
Selain dari sisi kualitas, Gunawan juga mengungkap adanya pola kenaikan harga komoditas yang hampir konstan tiap awal pekan di Sumut.
Dia mengatakan para petani yang sebagian besar beragama Nasrani menjalankan ibadah di hari Minggu sehingga tak turun ke ladang. Kondisi ini juga membuat distribusi cabai kotak dari distributor ke pedagang tak banyak dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu sehingga memicu kenaikan harga pada hari Senin.
Gunawan menekankan lompatan harga di hari Senin umumnya bersifat sesaat dan dapat berbalik arah pada perdagangan besok atau lusa.
Dia pun menyebut masih menanti efek signifikan dari langkah Pemprov dalam mengintervensi harga cabai yang bergerak tak terkendali di Sumut.
“Intervensi ini [mendatangkan cabai dari Jawa] menurut kabar akan dilakukan secara bertahap. Jadi kita akan nantikan bagaimana realisasi dari intervensi selanjutnya di pekan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov Sumut mendatangkan 11 ton cabai dari Jawa Timur pada Sabtu (18/10/2025) malam untuk menstabilkan harga cabai yang kerap melonjak di Sumut. Ini merupakan tahap pertama dari total 50 ton cabai yang rencananya akan didatangkan ke Sumut.
Rencananya, 50 ton cabai ini akan masuk ke Sumut dalam tiga tahap. (240)