Bisnis.com, JAKARTA — Ketergantungan perusahaan pada intuisi dalam menentukan lokasi ekspansi mulai ditinggalkan seiring hadirnya teknologi geospasial berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu membaca peluang pasar lebih presisi.
Selama ini, pelaku usaha di sektor ritel, properti, hingga perbankan masih menghadapi kendala dalam mengidentifikasi celah pasar secara akurat. Keputusan ekspansi kerap didasarkan pada observasi terbatas, yang berujung pada ketidaktepatan pemilihan lokasi.
Terralogiq memperkenalkan Geospatial Intelligence yang mengintegrasikan Google Maps Platform dengan teknologi AI Gemini. Inovasi ini mendorong transformasi fungsi peta dari sekadar alat navigasi menjadi instrumen analitik bisnis berbasis data lokasi.
Chief Technology Officer Terralogiq, Farry Argoebie menjelaskan melalui fitur Places Insights, perusahaan kini dapat mengakses analisis distribusi lebih dari 250 juta entitas bisnis dan points of interest secara global. Data tersebut diolah menjadi informasi statistik yang mampu menggambarkan kepadatan kompetitor hingga potensi permintaan di suatu wilayah.
Integrasi dengan Gemini AI memperluas fungsi analitik tersebut melalui kemampuan penalaran berbasis AI. Sistem tidak hanya menampilkan data, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan strategis bisnis secara spesifik.
"Perusahaan dapat mengidentifikasi wilayah dengan permintaan tinggi tetapi minim kompetitor, memetakan area dengan kepadatan populasi tinggi tetapi akses layanan terbatas, hingga mendeteksi hotspot ekonomi baru yang potensial untuk ekspansi," kata Farry dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, pemanfaatan dataset global dari Google Maps Platform menjadi fondasi utama teknologi ini. Data geospasial yang mencakup ratusan juta titik lokasi dipadukan dengan analitik berbasis AI untuk menghasilkan insight berbasis Location Intelligence.
Pendekatan ini membuka peluang baru dalam strategi site selection dan geomarketing di Indonesia. Perusahaan dapat memvisualisasikan distribusi bisnis, kompetitor, serta potensi traffic konsumen melalui heatmap berbasis data lokasi.
Dalam implementasinya, Terralogiq mengintegrasikan ekosistem Google Maps Platform dengan BigQuery Geospatial Analytics serta AI Gemini untuk membangun platform intelijen pasar yang disesuaikan dengan karakteristik domestik.
Dia menilai banyak perusahaan selama ini melihat peta hanya sebagai alat navigasi. Padahal ketika data lokasi dipadukan dengan AI seperti Gemini, peta dapat berubah menjadi mesin analisis bisnis yang sangat powerful.
"Dengan geospatial insight, perusahaan dapat memahami permintaan pasar secara hiper-lokal dan menemukan peluang ekspansi yang sebelumnya tidak terlihat,” ujarnya.