JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak empat Menteri Kabinet Indonesia Maju menghadiri secara langsung gelaran 16th Kompas100 CEO Forum Powered by PLN 2025.
Mereka adalah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.
Pantauan Kompas.com, para menteri memasuki hall satu persatu untuk menyampaikan paparannya di hadapan ratusan CEO perusahaan.
Mereka berbincang akrab dengan CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama.
Saat membuka forum itu, Lilik mengatakan, perekonomian Indonesia sebagaimana banyak negara lain, turut terdampak kebijakan sepihak negara tertentu.
“Untuk menyikapinya kita harus bergandengan tangan, kita harus saling berkolaborasi, saling bahu membahu sebagai satu keluarga,” kata Lilik di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
Lilik menuturkan, untuk mencapai visi bersama Indonesia Emas 2045 sangat dibutuhkan kerja sama antara dunia pemerintah dan dunia usaha.
Semua pihak yang memiliki niat baik untuk membangun dan mensejahterakan bangsa Indonesia harus bekerja sama.
“Sangat dibutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta pihak manapun yang punya niat baik,” ujar Lilik.
Sementara itu, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih menyampaikan berbagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang dicanangkan untuk memperbaiki kondisi perekonomian.
Menkop Koperasi Ferry Juliantono misalnya, menjelaskan bagaimana program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bisa menjadi solusi perekonomian di akar rumput.
Perekonomian yang disokong koperasi sebagai penyangga merupakan keinginan para pendiri bangsa.
Ia pun menyebut, pada masa pasca kemerdekaan koperasi mengelola industri manufaktur, tekstil, distribusi, dan lainnya.
Namun, peran itu perlahan tergerus ketika menandatangani perjanjian dengan International Monetary Fund (IMF).
Namun, pemerintahan Prabowo ingin mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi.
Pihaknya pun berharap para pengusaha swasta bisa menjadi kakak asuh koperasi.
“Kami ketika diberikan amanat di Kementerian Koperasi diminta oleh Bapak Presiden untuk gerak cepat mengejar ketinggalan yang relatif sangat jauh dengan BUMN dan swasta,” kata Ferry.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan menyebut, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah membenahi berbagai lini sektor pangan dari hulu hingga hilir.
Reformasi tata kelola pupuk dan pertanian padi misalnya, berhasil meningkatkan nilai tukar petani (NTP) dari 116 pada 2024 menjadi 124 pada 2025.
Menurut Zulhas, hal ini merupakan wujud peningkatan kesejahteraan petani.
“Naik Pak, ini BPS bukan kata Menko Pangan, angka-angka bicara,” tutur Zulhas.
Selain itu, pemerintah juga akan mengintegrasikan Kopdes Merah Putih dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
SPPG nantinya akan membeli bahan baku makanan dari Kopdes Merah Putih yang menyerap produk lokal.
“Kopdes ini akan memotong rantai pasok yang panjang,” tutur Zulhas.
Adapun Kompas100 CEO Forum Powered by PLN merupakan wadah para pengusaha yang secara konsisten membicarakan berbagai isu perekonomian paling mutakhir.
Kegiatan itu menghadirkan 100 CEO Kompas Emiten dan bekerja sama dengan kementerian dan pemangku kebijakan erkait guna membahas strateg ketahanan ekonomi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang