Recce Pharmaceuticals Australia uji klinis obat infeksi luka diabetes di Indonesia dengan PT Etana, targetkan 310 pasien, selesai 2026. Produk Recce 327 Topical Gel. [429] url asal
Bisnis.com, SYDNEY— Perusahaan bio-farmasi asal Australia, Recce Pharmaceuticals Ltd. menggandeng PT Etana Biotechnologies Indonesia untuk sebagai kolaborator lokal dalam proses uji coba klinis tahap 3 di Indonesia untuk produk obat luka infeksi kaki bagi penderita diabetes.
Vice Presicent of Corporate Affairs Recce Pharmaceuticals Cherise Ang mengatakan perusahaan sedang mengembangkan produk obat berbentuk gel untuk infeksi luka kaki bagi pasien diabetes yang bernama Recce 327 Topical Gel.
Obat tersebut merupakan anti-infeksi sintetik yang dikembangkan untuk membunuh bakteri yang sudah resistan terhadap obat antibiotik yang beredar saat ini untuk penyakit diabetic foot infection (DFI).
Untuk produk obat DFI, Recce Pharmaceuticals telah melaksanakan uji coba klinis (clinical trial) tahap I dan II dengan menggunakan produk praklinis yang diproduksi di fasilitas Recce Macquarie Park, Australia, dengan menggunakan bahan baku dari Amerika Serikat. Uji coba tahap II dilakukan di Australia dengan melibatkan 30 pasien dengan tingkat kesembuhan 93% setelah penggunaan obat selama 14 hari.
“Kami memilih Indonesia untuk uji coba klinis tahap III karena tingkat prevalensi kasus diabetes yang tinggi diikuti banyaknya kasus diabetic foot infection yang berkembang menjadi sepsis hingga amputasi,” jelasnya dalam media briefing di Sydney, Australia, pada Selasa (18/11/2025).
Merujuk paparan Recce Pharmaceuticals, kasus infeksi luka di kaki pada pasien diabetes di Indonesia menunjukkan data yang mengkhawatirkan dengan tingkat penanganan hingga ke rumah sakit sebanyak 67,1% dan tingkat amputasi 46,9%. Biaya berobat ke rumah sakit untuk mengatasi penyakit tersebut diperkirakan rata-rata sebesar Rp64,95 juta per pasien.
“Obat dengan resep dokter ini kami harapkan dapat mengobati luka kaki pasien diabetes sebelum harus dirawat di rumah sakit.”
Sebagai informasi, Recce Pharmaceuticals didirikan sejak 2014 dan melaksanakan initial public offering (IPO) di bursa saham Australia pada 2015 dengan menghimpun dana sebesar 5 juta dolar Australia.
Ang menambahkan Recee Pharmaceuticals mendapat dukungan dari Human Research Ethics Committee (HREC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji coba klinis tahap III di Indonesia. Hal tersebut menggambarkan dukungan bilateral dari pemerintah Indonesia dan Australia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial Recce Pharmaseuticals Andre Serobian mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama yang tertuang dalam MoU dengan perusahaan Indonesia PT Etana Biotechnologies sebagai kolaborator dalam uji coba klinis tahap III.
“Kami juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit di Indonesia untuk uji coba klinis tahap III, termasuk Siloam,” kata Serobian.
Recee Pharmaceuticals membidik 310 pasien infeksi luka kaki dengan penyakit diabetes di Indonesia sebagai partisipan dalam uji coba klinis tahap III ini. Diharapkan, proses tersebut dapat diselesaikan pada 2026.
Ang menambahkan Indonesia akan menjadi pasar pertama produk obat antibakterial Recce 327 Topical Gel setelah produk tersebut siap dipasarkan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56