#30 tag 24jam
Fakta-fakta Tentang Kiswah Kakbah dan Makna Warna Hitam Abadinya
Ada banyak fakta menarik tentang Kiswah Kakbah ini. Sebelum ditetapkan warna hitam sebagai warna abadinya, kain termahal di dunia ini dalam sejarahnya pernah mengalami... | Halaman Lengkap [562] url asal
#kakbah #ibadah-haji #makkah #kiswah-kakbah #kain-kiswah-kakbah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/05/26 17:40
v/214629/
Ada banyak fakta menarik tentang Kiswah Kakbahini. Sebelum ditetapkan warna hitam sebagai warna abadinya, kain termahal di dunia ini dalam sejarahnya pernah mengalami beberapa perubahan.Berikut Fakta-fakta Kain Kiswah
Warna-warna Kain Kiswah
1. Warna putih dan merah digunakan pada masa awal2. Hijau dipakai pada beberapa masa Dinasti Islam
3. Hitam ditetapkan secara resmi sejak masa Abbasiyah dan masih digunakan hingga sekarang
Pemilihan warna hitam dilakukan untuk menciptakan kesan khidmat, anggun, dan lebih tahan terhadap panas dan debu.
Apa Saja yang Ditulis di Kiswah?
Kiswah dihiasi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk:1. Ayat Kursi
2. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
3. Kalimat tahlil, takbir, dan pujian kepada Allah
4. Semua kaligrafi tersebut disulam menggunakan benang emas dan perak di atas kain sutra hitam. Kaligrafi menggunakan gaya khat Tsulutsi, kaligrafi Arab klasik yang dikenal elegan.
Komponen-Komponen Kiswah
Beberapa bagian penting dari kiswah meliputi:1. Hizam: Sabuk kiswah yang mengelilingi bagian atas Ka’bah
2. Sitr al-Bab: Tirai penutup pintu Ka’bah
3. Qiswa bagian bawah: Termasuk potongan untuk masing-masing sisi dinding Ka’bah
4. Burqa’: Bagian depan kiswah yang menutupi area pintu
5. Setiap bagian memiliki penanganan dan desain bordiran yang spesifik.
Proses Pembuatan Kiswah
Pembuatan kiswah dilakukan di Pabrik Kiswah Al-Ka’bah di Makkah. Pabrik ini memiliki lebih dari 200 pekerja profesional dan dikelola langsung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui Presidency of the Two Holy Mosques Affairs.Beberapa detail penting:
1. Bahan: Lebih dari 670 kg sutra alami
2. Benang emas dan perak digunakan untuk bordir ayat
3. Lama pengerjaan: 8–10 bulan
4. Biaya produksi: Diperkirakan lebih dari 20 juta Riyal Saudi setiap tahun
5. Proses ini meliputi pewarnaan sutra, penenunan, bordir, perakitan panel, dan instalasi.
Kapan Kiswah Diganti?
Kiswah diganti setiap tanggal 9 Zulhijjah. Proses penggantian dilakukan saat para jamaah haji sedang menjalankan wukuf di Arafah.Pada hari itu, kiswah lama dilepas dan kiswah baru dipasang dengan proses seremonial oleh tim teknis khusus. Kegiatan ini disaksikan oleh pejabat tinggi dan tokoh-tokoh agama dari berbagai negara.
Apa yang Dilakukan dengan Kiswah Lama?
Kiswah lama tidak dibuang begitu saja. Biasanya, kiswah tersebut:1. Dipotong-potong dalam ukuran kecil
2. Diberikan sebagai hadiah diplomatik ke negara sahabat
3. Dikirim ke museum Islam dan lembaga pendidikan
4. Dihibahkan kepada tamu penting atau ulama besar
5. Pemberian potongan kiswah ini adalah bentuk penghargaan spiritual dan simbol kehormatan.
Apakah Kiswah Bagian dari Rukun Haji?
- Tidak.Kiswah bukan bagian dari rukun, wajib, atau sunnah haji. Namun, ia adalah bagian dari syiar Islam sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu termasuk ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)
Kiswah adalah bentuk penghormatan terhadap Kakbah yang dilakukan oleh umat Islam secara kolektif melalui pemerintah Arab Saudi.
Fungsi Simbolis Kiswah
Selain fungsi pelindung dari debu dan cuaca, kiswah memiliki makna:1. Visualisasi kemuliaan Kakbah
2. Pemersatu umat Islam dalam kesamaan arah ibadah
3. Pengingat spiritual bahwa Allah adalah pusat dari semua ibadah
4. Bagi jamaah umroh dan haji, momen mendekati kiswah, menyentuhnya atau melihat dari dekat, sering menjadi salah satu momen paling emosional.
Kesimpulan
Kiswah Kakbah adalah simbol penting dalam sejarah dan spiritualitas Islam. Ia bukan hanya kain yang indah secara visual, tetapi juga penuh nilai sejarah, syiar, dan simbol penghambaan manusia kepada Tuhan.Memahami kiswah berarti memahami bagian dari warisan ibadah umat Islam yang telah terjaga sejak ribuan tahun lalu.
Mengintip Isi Tulisan Ayat-ayat Al Quran di Kiswah Kakbah
Apa saja isi tulisan ayat-ayat Al Quran yang ada pada Kiswah Kakbah? Menarik untuk diketahui. Yuk, simak ulasan dan penjelasannya berikut ini. Apa saja isi tulisan... | Halaman Lengkap [816] url asal
#kakbah #ayat-ayat-al-quran #kiswah-kakbah #kain-kiswah-kakbah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/05/26 16:13
v/214476/
Apa saja isi tulisan ayat-ayat Al Quranyang ada pada Kiswah Kakbah? menarik untuk diketahui. Yuk, simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.Dalam buku 'Sejarah Mekah' karya Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani dijelaskan bahwa sabuk kiswah terdapat di sepertiga bagian atas yang mengelilingi sisi-sisi Kakbah dengan panjang 45 m dan lebar 90 cm. Sabuk ini dihiasi dengan ayat-ayat Al-Quranbercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi).
Di bagian atas, ada tulisan Allahu Rabbi, Hasbiyallah, dan Allahu Rabbi. Pada bagian lain, tertera tulisan ayat Qad naraa taqalluba wajhika fis-samaa'. Sementara pada bagian pinggir, ada tulisan surat Al Fatihah .
Muhammad Ilyas Abdul Ghani menjelaskan tentang bagian sabuk dan ayat- ayat Al-Quran yang tertera di dalamnya.
Pertama, Sisi Pintu Multazam. Ayat-ayat yang tertulis disana adalah QS Al- Baqarah : 125:
Wa iz ja'alnal Baita masaabatal linnassi wa amnanw wattakhizuu mim Maqoomi Ibraahiima musallaaa; wa 'ahidnaaa ilaaa Ibraahiima wa Ismaa'iila an tahhiraa Baitiya littaaa'ifiina wal'aakifiina warrukka'is sujuud
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kakbah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"
Selanjutnya QS Al- Baqarah 2:127 yang berbunyi:
Wa iz yarfa'u Ibraahiimul qawaa'ida minal Baitiwa Ismaa'iilu Rabbanaa taqabbal minnaa innaka Antas Samii'ul Aliim
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Dilanjutkan dengan QS Al-Baqarah ayat 128:
Rabbanaa waj'alnaa muslimaini laka wa min zurriyyatinaaa ummatam muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub 'alainaa innaka antat Tawwaabur Rahiim
Artinya: Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
Kedua: Sisi Hijir Ismail. Ayat-ayat yang tertulis di sana adalah sebagai berikut:
Al-Hajju ashhurum ma'-luumaat; faman farada fiiinnal hajja falaa rafasa wa laa fusuuqa wa laa jidaala fil Hajj; wa maa taf'aluu min khairiny ya'lamhul laah; wa tazawwaduu fa inna khairaz zaadit taqwaa; wattaquuni yaaa ulil albaab
Artinya: (Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat! (QS. Al- Baqarah :197).
Dilanjutkan dengan QS Al-Baqarah :198:
Laisa 'alaikum junaahun an tabtaghuu fad lam mir rabbikum; fa izaaa afadtum min 'Arafaatin fazkurul laaha 'indal-Mash'aril Haraami waz kuruuhu kamaa hadaakum wa in kuntum min qablihii laminad daaaliin
Artinya: Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.
Lalu QS Al-Baqarah ayat 199:
Summa afiiduu min haisu afaadan naasu wastagh firullaah; innnal laaha Ghafuu rur-Rahiim
Artinya: Kemudian bertolaklah kamu dari tem-pat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Ketiga: Sisi Belakang Pintu Kakbah. Ayat- ayat yang tertulis di sana adalah:
Wa iz bawwaanaa li Ibraahiima makaanal Baiti allaa tushrik bii shai'anw wa tahhir Baitiya litaaa'ifiina walqooa' imiina warrukka 'is sujuud
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), "Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud. (QS Al-Hajj :26).
Wa azzin fin naasi bil Hajji yaatuuka rijaalanw wa 'alaa kulli daamiriny yaatiina min kulli fajjin 'amiiq
Artinya: Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. (QS Al-Hajj :27).
Li yashhaduu manaafi'a lahum wa yazkurus mal laahi fiii ayyaamimma'luumaatin 'alaa maa razaqahum mim bahiimatil an'aami fakuluu minhaa wa at'imul baaa'isal faqiir
Artinya: Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS Al- Hajj :28).
Summal yaqduu tafasahum wal yuufuu nuzuurahum wal yattawwafuu bil Baitil 'Atiiq
Artinya: Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah). (QS Al-Hajj : 29).
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Siapa orang yang pertama kali memasang kiswah pada Kakbah? Tentang siapa orangnya, ada kisah menarik yang datang dari Negeri Yaman. Simak ulasannya berikut ini.... | Halaman Lengkap [833] url asal
#yaman #kisah-nyata #kiswah-kakbah #kain-kiswah-kakbah #berhala
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/05/26 13:25
v/214258/
Siapa orang yang pertama kali memasang kiswah pada Kakbah? Tentang siapa orangnya, ada kisah menarik yang datang dari Negeri Yaman. Simak ulasannya berikut ini.Ternyata pemasang kiswah Kakbah pertama itu adalah As'ad Abu Karb al-Himyari, seorang penyembah berhalaasal Negeri Yaman. Menariknya lagi, hal itu dilakukan setelah ia berkonsultasi dengan dua orang Yahudi .
Cerita ini, disampaikan sejarawan muslim Ibnu Ishaq dalam Kitab Al-Maghazi dan Kitab As-Siyar. Ibnu Hisyam, dalam "Sirah Nawabiyah" juga mengutip apa yang disampaikan Ibnu Ishaq tersebut. Dr Jawwad Ali dalam buku berjudul "al-Mufashshal fi Tarikh al-Arab Qabla al-Islam" atau "Sejarah Arab Sebelum Islam" menyampaikan hal yang tak jauh berbeda.
Menurutnya, kaum Tubba' sangat menghormati Makkah. Salah satu Raja Tubba', As'ad Abu Karb al-Himyari, dikisahkan adalah orang yang meletakkan kiswah pada Kakbah. "Ia juga yang membuatkan pintunya. Sejak saat itu, tradisi menutup Kakbah dengan kiswah berlaku," ujar Jawwad Ali.
Kiswah adalah kain berwarna hitam yang menutupi Kakbah. Pada era kini, setiap musim Haji, kain kiswah ini diganti oleh otoritas Haramain. Kiswah penutup Kakbah masa kini itu terbuat dari kain sutera berwarna hitam pekat dengan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an dari benang emas dan perak.
Jawwad Ali mengatakan sebuah patung milik kaum Tubba' pernah diletakkan di Mekkah dan disembah oleh mereka. "Hanya saja, saya tidak tahu kesahihan kisah ini," ujar Jawwad Ali.
Namun hal yang pasti, kata Jawwad, adalah raja-raja Yaman pada zaman dahulu banyak yang mensucikan Kakbah yang sebelum Islam datang sejatinya adalah milik semua bangsa Arab.
Pernyaaan Jawwad Ali tersebut boleh jadi juga mengutip Ibnu Ishaq. Menurut Ibnu Ishaq, orang pertama yang menutupi Kakbah dengan kiswah adalah Raja Tubba' yang bernama Abu Karb As'ad, Raja Dinasti Himyariah dari Yaman. "Raja Tubba' dan kaumnya adalah para penyembah berhala," ujar Ibnu Ishaq.
Menurutnya, raja ini mampir ke Mekkah dalam perjalanan pulang ke Yaman. Ketika ia berada di antara Usfan dan Amaja, ia didatangi sekelompok orang dari Hudzail bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudzar bin Nizar bin Ma'ad.
Mereka berkata kepadanya, "Paduka raja, maukah paduka raja kami beritahu tentang rumah penyimpanan harta melimpah yang disembunyikan raja-raja sebelum paduka raja? Di dalamnya terdapat mutiara, zabarjad, intan berlian, emas, dan perak?"
Tubba' berkata: "Ya, saya mau".
Mereka berkata: "Yaitu rumah di Mekkah yang disembah penduduknya dan mereka sholat di sampingnya."
Orang-orang Hudzail ingin mencelakakan Raja Tubba' dengan cara seperti itu, karena mereka tahu betul bahwa siapa saja yang ingin merusak Baitullah, pasti ia celaka.
Tatkala Tubba' telah bersiap diri untuk mengikuti arahan orang-orang Hudzail, ia mengutus seseorang untuk menemui dua rahib Yahudi guna menanyakan arahan orang-orang Hudzail tersebut.
Kedua rahib Yahudi berkata kepada Tubba': "Orang-orang Hudzail hanya ingin mencelakakan dirimu dan pasukanmu, karena kita tidak tahu ada rumah selain Baitullah di muka bumi ini yang khusus dijadikan Allah sebagai rumah-Nya. Jika engkau menuruti arahan mereka, engkau pasti mati dan orang-orang yang bersamamu."
Raja Tubba' berkata kepada kedua rahib Yahudi, "Kalau begitu, apa yang kalian berdua perintahkan kepadaku, jika aku datang ke Makkah?"
Kedua rahib Yahudi berkata, "Engkau harus berbuat seperti yang dikerjakan penduduknya. Engkau thawaf di samping Kakbah, mengagungkannya, memuliakannya, mencukur rambut di sampingnya, dan merendahkan diri di sampingnya hingga engkau keluar daripadanya."
Tubba' berkata: "Apa yang membuat kalian berdua melarangku mengikuti arahan orang-orang Hudzail?"
Kedua Rahib Yahudi berkata, "Sesungguhnya Kakbah adalah rumah ayah kita Ibrahim, dan ia seperti yang telah kami jelaskan kepadamu. Namun penduduknya memisahkan kami darinya dengan cara mereka memasang berhala-berhala di dalamnya, dan dengan darah yang mereka tumpahkan di sampingnya. Mereka orang-orang kotor dan orang-orang syirik."
Tubba' memahami nasihat kedua rahib tersebut dan kejujuran nasihat keduanya. Kemudian ia mendekat kepada sekelompok orang dari orang-orang Hudzail lalu ia memotong tangan dan kaki mereka.
Setelah itu, ia meneruskan perjalanannya hingga tiba di Makkah. Tiba di Makkah, ia thawaf di sekeliling Kakbah, menyembelih hewan qurban di sebelahnya, mencukur rambutnya, dan berada di sana selama enam hari.
Menurut banyak orang, Raja Tubba' menyembelih hewan qurban kemudian membagi-bagikannya kepada orang-orang, ia memberi makan penduduk Makkah, dan memberi mereka minum madu.
Suatu hari, Raja Tubba' bermimpi dalam tidurnya mendapat perintah untuk menutup Kakbah. Kemudian ia menutupinya dengan kain kasar. la bermimpi lagi agar ia menutupi Kakbah dengan kain yang lebih bagus, kemudian ia menutupinya dengan kain ma'afir (jenis kain Yaman).
Ia bermimpi lagi agar ia menutupinya dengan kain yang lebih bagus, kemudian ia menutupinya dengan kain mahal ketika itu yaitu kain Al-Mala'a dan Al-Washail.
Menurut orang-orang ketika itu, Tubba' adalah orang yang pertama kali menutup Ka'bah dan mewasiatkannya kepada para gubernurnya dari orang-orang Jurhum. Ia perintahkan mereka membersihkan Kakbah; darah, bangkai, dan darah haid tidak boleh didekatkan kepadanya.
Setelah itu, Tubba' pulang ke Yaman bersama pasukannya dan dua rahib Yahudi. Tiba di Yaman, ia mengajak penduduk Yaman masuk kepada agamanya, namun mereka menolak ajakan Tubba'. Mereka menyerahkan persoalan Tubba' kepada api di Yaman.
Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia
Sejarah kiswah (kain penutup) Kakbah menarik untuk disimak. Apalagi saat ini merupakan musim haji, yang membuat semua mata umat muslim tertuju ke Tanah Suci Makkah,... | Halaman Lengkap [545] url asal
#baitullah #sejarah-islam #kakbah #kiswah-kakbah #kain-kiswah-kakbah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/05/26 05:15
v/213749/
Sejarah kiswah (kain penutup) Kakbahmenarik untuk disimak. Apalagi saat ini merupakan musim haji, yang membuat semua mata umat muslim tertuju ke Tanah Suci Makkah, tempat Kakbah berada.Dan salah satu pemandangan yang selalu menarik di musim haji biasanya adalah penggantian kiswah Baitullahtersebut. Kiswah merupakan pakaian penutup Kakbah yang terbuat dari kain sutera murni berwarna hitam pekat dengan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an dari benang emas dan perak.
Sejarah Kiswah Kakbah
Ustaz Miftah el-Banjary, pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an menjelaskan, menurut sejarahnya Kakbahsudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail 'alaihissalam (AS), putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa.Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar As'ad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Kakbah terbuat dari kain tenun. Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail diikuti oleh para penerusnya.
Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Kakbah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy. Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Kiswah terdiri dari lima bagian, yaitu empat sisi dan tirai pintu. Kainnya sutera yang diimpor khusus. Untuk membuatnya dibutuhkan lebih 600 Kg sutra murni. Kabarnya di zaman Nabi Ismail kiswah berupa belundru.
Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Selanjutnya pada masa kekuasaan Turki Utsmani, kiswah didatangkan dari Istanbul Turki yang memang piawai menghasilkan tenunan kiswah terbaik di masanya.
Kini kiswah Baitullah dirancang khusus lebih dari 200 karayawan penduduk asli Saudi di sebuah pabrik milik kerajaan. Letaknya di Al Joud, Makkah. Kiswah tingginya 14 meter dan lebar 47 meter. Bagian atas selebar 95 Cm dihiasi benang perak berlapis emas dengan berat 130 kg.
Warna-warni Kiswah Kakbah
Ustaz Salim A Fillah dalam akun instagram@salimfillah menjelaskan bahwa ternyata kain penutup Kakbah ini sering berganti warna. Setiap tahun ini kain kiswah ini selalu diganti. "Setiap tahun, kain Kiswah Kakbah diganti dan biasanya diambil momentum pada bulan Zulhijjah pada saat jama'ah haji jelang menunaikan wuquf yang dilaksanakan di 'Arafah, di luar Kota Makkah.Menurutnya, warna kain Kiswah Kakbah mengalami beberapa kali perubahan dalam perjalanan sejarah sebelum tetap menjadi hitam seperti yang kita saksikan sekarang.
Adalah Rasulullah Muhammad SAW menyelubungi Kakbah dengan kain tenun dari Yaman yang bergaris-garis merah dan putih. Adapun Sayyidina Abu Bakr, Sayyidina 'Umar, dan Sayyidina 'Utsman mengkiswahi Kakbah dengan kain berwarna putih.

Ketika Sayyidina 'Abdullah ibn Az Zubair diba'iat sebagai Khalifah di Hijjaz, beliau menyelubungi Kakbah dengan kain brokat berwarna merah di tahun 64 H.
Di masa Daulah 'Abbasiyah, Ka'bah pernah dikiswahi dengan kain berwarna putih, pernah pula dengan warna merah.

Pada tahun 456 H, Sultan Daulah Turki Saljuq mengkiswahi Kakbah dengan kain brokat berwarna kuning.
Khalifah An-Nashir Lidinillah (1158-1225) pada Tahun 614 H, menggantinya dengan kain brokat berwarna hijau. Kemudian beliau menggantinya lagi dengan kain brokat berwarna hitam. Dan berterusanlah warna hitam menjadi warna khas kiswah sampai sekarang.
Epstein Files: Kain Kakbah Dikirim ke Jeffrey Epstein via Kontak yang Terkait UEA
Menurut email Epstein, ada pengiriman tiga bagian yang terkait dengan Kiswah. Berkas Epstein atau Epstein Files yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika... | Halaman Lengkap [562] url asal
#epstein-files #jeffrey-epstein #amerika-serikat #kakbah #kiswah-kakbah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/02/26 09:43
v/123632/
WASHINGTON - Berkas Epstein atau Epstein Files yang baru dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mencakup email yang merinci pengiriman kain suci Kakbah di Makkah, Arab Saudi, ke AS. Pengiriman itu diatur melalui kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan dikirim ke terpidana paedofil Jeffrey Epstein.Surat-menyurat tersebut, bertanggal Februari dan Maret 2017, menunjukkan pengusaha wanita yang berbasis di UEA, Aziza al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah al-Maari untuk mengatur pengiriman tiga bagian yang terkait dengan Kiswah—kain hitam bersulam emas yang menutupi Kakbah di pusat situs tersuci Islam di Arab Saudi.
Kiswah memiliki makna keagamaan yang mendalam bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun, kain tersebut dilepas dari tempat suci dan diganti dengan yang baru, dengan bagian-bagian Kiswa sebelumnya diperlakukan sebagai artefak yang sangat berharga.
Email dalam arsip Epstein menunjukkan barang-barang tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida melalui British Airways, dengan koordinasi yang mencakup faktur, pengaturan bea cukai, dan pengiriman di dalam Amerika Serikat.
Pesan-pesan tersebut menggambarkan tiga bagian terpisah: satu dari dalam Kakbah, satu dari penutup luar yang digunakan, dan yang ketiga terbuat dari bahan yang sama tetapi tidak digunakan. Surat-menyurat tersebut menggambarkan bagian yang tidak digunakan sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman tersebut sebagai "karya seni".
Pengiriman tersebut tiba di rumah Epstein pada Maret 2017, lama setelah dia menjalani hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.
Dalam sebuah email, Ahmadi menggarisbawahi makna religius kain tersebut sambil langsung ditujukan kepada Epstein: “Potongan kain hitam itu disentuh oleh setidaknya 10 juta Muslim dari berbagai denominasi, Sunni, Syiah, dan lainnya.”
“Mereka berjalan mengelilingi Kakbah tujuh putaran, kemudian setiap orang berusaha semaksimal mungkin untuk menyentuhnya dan mereka menyimpan doa, keinginan, air mata, dan harapan mereka pada potongan kain ini. Berharap setelah itu semua doa mereka akan diterima,” imbuhnya.
Korespondensi tersebut tidak menjelaskan bagaimana Ahmadi mengenal Epstein atau mengapa potongan kain tersebut dikirim kepadanya.
Dalam serangkaian email lain, Ahmadi, yang dilaporkan berasal dari Arab Saudi, menanyakan kabar Epstein setelah Badai Irma melanda Karibia pada September 2017, ketika pulau pribadi penjahat seksual itu mengalami kerusakan parah.
Selama beberapa hari, Ahmadi berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk menanyakan kondisinya di pulau itu.
“Semua orang aman dan itu yang terpenting...beberapa bangunan hilang...pohon-pohon hilang....paviliun dermaga hilang...jalan tidak dapat dilalui....kerusakan luar lainnya, tetapi di dalam baik-baik saja....ini berantakan tetapi semuanya dapat dibangun kembali! terima kasih telah menanyakan kabar,” tulis sekretaris itu. Ahmadi menjawab: “Janji akan mengirim tenda baru."
Email-email tersebut tidak menunjukkan apakah Ahmadi pernah mengunjungi pulau Epstein atau memahami sepenuhnya apa yang terjadi di sana.
Little Saint James, nama pulau itu, digunakan sebagai basis operasi untuk operasi perdagangan seks Epstein.
Dalam pesan lain, asisten Epstein yang sudah lama bekerja dengannya, Lesley Groff, mengirimkan alat uji DNA kepada Ahmadi. Tidak jelas untuk apa alat itu.
Epstein jarang berkomunikasi langsung dengan Ahmadi dalam korespondensi tersebut. Dalam sebuah email, Ahmadi bertanya kepada Groff: “Bisakah saya mampir ke rumah Jeffrey hari ini sebelum saya meninggalkan NYC? Untuk mengucapkan selamat tinggal dan selamat ulang tahun. Saya hanya butuh 15 menit.”
Secara terpisah, sebuah memo FBI yang dirilis pada Jumat malam mengatakan Epstein bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel.
“Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan dilatih sebagai mata-mata di bawahnya,” bunyi memo tersebut, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa (3/2/2026).
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56