Bisnis.com, JAKARTA - Merger antara PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan Grab Indonesia makin memanas seiring permintaan pemegang saham melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada pertengahan Desember 2025 mendatang. Sumber Bloomberg melaporkan RUPSLB akan mengganti Direktur Utama Patric Walujo.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengabarkan regulasi baru mengenai ojek online (Ojol) tengah disiapkan termasuk kemungkinan merger Grab dan GOTO dengan melibatkan Danantara.
Nathan Naidu, analis Bloomberg Intelligence menilai bahwa keterlibatan Danantara dapat mempermudah persetujuan regulator. Namun, ia mengingatkan bahwa penggabungan meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat banyaknya operasi yang tumpang tindih.
Sejak Uber keluar dari Asia Tenggara pada 2018 dan memperoleh saham di Grab, kedua perusahaan menjadi pemain dominan di kawasan. Persaingan dari pesaing lebih kecil sejauh ini belum signifikan.
Bloomberg juga melaporkan sejumlah pemegang saham utama GOTO, termasuk SoftBank Group Corp., Provident Capital Partners, dan Peak XV, mendesak perubahan kepemimpinan di perusahaan teknologi tersebut. Mereka mengusulkan penggantian Chief Executive Officer (CEO) Patrick Walujo, langkah yang dinilai dapat membuka jalan bagi percepatan pembicaraan akuisisi oleh Grab Holdings Ltd.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, para pemegang saham mengajukan pemungutan suara mengenai berbagai agenda, termasuk penggantian CEO. Patrick dianggap tidak sejalan dengan dorongan sebagian investor yang ingin melanjutkan pembahasan akuisisi oleh Grab, sementara nilai pasar GoTo turun lebih dari 40% sejak ia menjabat pada 2023.
“Bagi investor, potensi keuntungan tetap signifikan jika kesepakatan ini berhasil,” ujar Ferry Wong, analis di Citigroup.
Ia menambahkan bahwa komentar pemerintah menegaskan kesepakatan tersebut 'di atas meja' dan bahwa keterlibatan Danantara dapat mengurangi kekhawatiran terkait kepentingan nasional dan regulasi.
Pada perdagangan hari ini, saham GoTo stagnan di level Rp67 per saham, menempatkan kapitalisasi pasar perusahaan di kisaran 4,7 miliar dollar AS. Adapun Grab, yang terdaftar di New York, memiliki kapitalisasi pasar sekitar 24 miliar dollar AS.
Dewan direksi GoTo pada Senin mengumumkan bahwa mereka menjadwalkan RUPSLB pada 17 Desember. Namun, agenda resmi belum disampaikan kepada publik. GoTo menegaskan bahwa rapat tersebut tidak terkait dengan rencana aksi korporasi apa pun dan merupakan bagian dari prosedur tata kelola perusahaan kami dan tidak perlu dikhawatirkan.
Terkait potensi akuisisi oleh Grab, perusahaan menyampaikan bahwa “belum ada keputusan atau kesepakatan yang dibuat.”
“GoTo menyambut baik upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan tetap berkomitmen untuk mendukung dan mematuhi kebijakan serta peraturan pemerintah” bagi seluruh pemangku kepentingan, kata GoTo.
Walujo dan perwakilan dari SoftBank, Peak XV, dan Grab menolak memberikan komentar. Provident belum menanggapi permintaan klarifikasi.