Bisnis.com, JAKARTA — Emiten maskapai PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) mencatatkan kerugian yang membengkak per kuartal III/2025 menjadi Rp985,49 miliar, dibandingkan Rp598,57 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Rabu (29/10/2025), AirAsia Indonesia sebenarnya berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha 2,08% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp6,02 triliun per kuartal III/2025, dari sebelumnya Rp5,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Segmen usaha operasi penerbangan masih menjadi penyumbang utama pendapatan usaha, yakni sebesar Rp4,93 triliun atau naik 1,16% yoy. Adapun segmen usaha ancillary dan lainnya meningkat 6,41% yoy menjadi Rp1,09 triliun.
Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum mampu menutup lonjakan sejumlah beban usaha. Beban perbaikan dan pemeliharaan, misalnya, meningkat dari Rp1,25 triliun per kuartal III/2024 menjadi Rp1,46 triliun per kuartal III/2025. Beban pemasaran juga naik signifikan dari Rp268,92 miliar menjadi Rp364,87 miliar.
Selain itu, AirAsia Indonesia mencatatkan rugi selisih kurs dari kegiatan operasional sebesar Rp182,52 miliar per kuartal III/2025. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih membukukan laba selisih kurs Rp72,3 miliar.
Kondisi tersebut membuat total beban usaha AirAsia meningkat menjadi Rp6,49 triliun per kuartal III/2025, dari sebelumnya Rp6,27 triliun. Dengan demikian, perusahaan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp466,65 miliar selama sembilan bulan 2025, naik dari rugi usaha Rp366,62 miliar pada sembilan bulan 2024.
Dari sisi neraca, AirAsia Indonesia masih mencatatkan posisi ekuitas negatif karena nilai liabilitas yang jauh melebihi aset. Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp5,66 triliun per 30 September 2025, sedangkan liabilitas mencapai Rp16,08 triliun. Dengan demikian, ekuitas negatif AirAsia mencapai Rp10,41 triliun.
Di sisi lain, kas dan setara kas AirAsia pada akhir kuartal III/2025 menyusut menjadi Rp30,78 miliar, dibandingkan Rp43,45 miliar pada akhir kuartal III/2024.