Bisnis.com, JAKARTA – Penutupan pemerintahan (governmentshutdown) Amerika Serikat (AS) resmi memasuki hari ke-22 pada Rabu (22/10/2025) waktu setempat, menjadikannya penutupan pemerintahan terpanjang kedua dalam sejarah Negeri Paman Sam, tanpa ada indikasi berakhir dalam waktu dekat.
Melansir CNBCInternational pada Kamis (23/10/2025), dua penutupan terpanjang dalam sejarah AS sama-sama terjadi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Shutdown terpanjang sebelumnya berlangsung pada Desember 2018 selama hampir lima pekan, dipicu perdebatan mengenai pendanaan kebijakan imigrasi Trump.
Kali ini, kebuntuan politik terjadi setelah Partai Demokrat di Senat menolak rancangan undang-undang pendanaan jangka pendek yang diajukan oleh Partai Republik karena tidak mencakup tambahan anggaran untuk sektor kesehatan dan sejumlah pos lainnya.
Rancangan undang-undang darurat yang diusung Partai Republik tersebut sejatinya akan memperpanjang pendanaan pemerintah pada level saat ini hingga 21 November.
Namun, upaya itu kembali gagal untuk ke-12 kalinya pada Rabu malam waktu setempat, dengan hasil pemungutan suara 54–46, mayoritas mengikuti garis partai. Dengan komposisi 53 kursi Republik dan 47 kursi Demokrat, diperlukan sedikitnya 60 suara untuk meloloskan rancangan pendanaan pemerintah.
Partai Demokrat mendesak agar setiap paket pendanaan mencakup perpanjangan kredit pajak di bawah Affordable Care Act, yang akan berakhir akhir tahun ini. Tanpa perpanjangan itu, premi asuransi kesehatan bagi jutaan warga AS berpotensi melonjak tajam pada 2026.
Sementara itu, Partai Republik menuding Demokrat menyandera pemerintah dengan tuntutan tambahan tersebut dan menolak membuka negosiasi terkait isu kesehatan sebelum shutdown dihentikan.
Upaya Partai Republik untuk meloloskan rancangan pendanaan khusus bagi militer AS juga gagal dalam pemungutan suara prosedural pekan lalu. “Kami sudah bernegosiasi. Saya tidak tahu apa lagi yang harus dinegosiasikan,” ujar Pemimpin Mayoritas Senat John Thune seusai bertemu dengan Trump di Gedung Putih, Selasa (21/10/2025) waktu setempat.
Thune menuturkan, Partai Republik sudah menawarkan beberapa jalan keluar, tetapi dia menuding Partai Demokrat menuntut sesuatu yang tidak realistis.
Pimpinan Demokrat di Kongres meminta agar Trump turun langsung dalam perundingan guna mengakhiri kebuntuan politik ini. Namun ketika ditanya apakah Trump akan segera bertemu dengan pimpinan Demokrat, Thune menjawab, “Mungkin nanti, tapi buka dulu pemerintahan.”