Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan buffer zone berlapis di jalur menuju Pelabuhan Merak untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2026.
Buffer zone atau area penyangga tersebut ditempatkan di sejumlah rest area tol dan kawasan sekitar pelabuhan guna mencegah penumpukan kendaraan di dermaga penyeberangan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan buffer zone di rest area KM 13, KM 43, hingga KM 63 pada ruas tol menuju Merak. Area ini akan menjadi lokasi penampungan sementara kendaraan sebelum diarahkan menuju pelabuhan sesuai kapasitas kapal.
“Untuk Pelabuhan Merak, pemerintah telah menyiapkan skema buffer zone secara berlapis. Buffer zone jalan tol disiapkan dengan memanfaatkan rest area mulai dari km 13, km 43 hingga km 63,” kata Dudy dalam RDP di Komisi V DPR, Rabu (11/3/2026).
Selain di jalan tol, buffer zone juga disiapkan di kawasan sekitar pelabuhan dan jalur arteri, termasuk di Merak, Kiat, Bojonegara, dan Jiwandan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan menuju pelabuhan.
Secara keseluruhan, kapasitas buffer zone tersebut mampu menampung 13.811 kendaraan kecil, 2.212 truk, serta sekitar 5.000 sepeda motor.
“Secara keseluruhan, buffer zone ini memiliki kapasitas parkir hingga 13.811 untuk kendaraan kecil, 2.212 unit rek dan 5.000 unit sepeda motor,” tuturnya.
Pemerintah juga akan menerapkan delaying system atau sistem penundaan kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Sistem ini diterapkan di 10 titik buffer zone yang tersebar di jalan tol maupun jalan arteri.
Lokasi-lokasi tersebut memanfaatkan berbagai fasilitas seperti terminal, area parkir, hingga rumah makan sebagai tempat menunggu kendaraan sebelum diarahkan masuk ke pelabuhan.
“Pemanfaatan buffer zone juga memanfaatkan lokasi-lokasi seperti terminal, area parkir dan ruang rumah makan,” jelasnya.
Selain pengaturan di Merak, pemerintah juga menyiapkan beberapa jalur penyeberangan tambahan dari Jawa ke Sumatra untuk mengurangi kepadatan di lintasan utama Merak–Bakauheni.
Beberapa lintasan yang disiapkan antara lain Merak–Bakauheni, Jiwandan–Bakauheni, Jiwandan–PT Wijaya Karya Beton, IBJ Bojonegara, IBJ Muarapilu, hingga PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang sebagai jalur kontingensi.
“Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatra pada angkutan Lebaran 2026 … Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan berbagai pihak menyiapkan lima jalur penyeberangan,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Kemenhub memprediksi Pelabuhan Merak dan Bakauheni akan menjadi salah satu pelabuhan penyeberangan terpadat sepanjang masa Angkutan Lebaran 2026 mendatang.
Menurut hasil survei, Provinsi Lampung masuk dalam lima besar provinsi tujuan favorit dari wilayah Jabodetabek dengan perkiraan pergerakan masyarakat sekitar 778.000 orang.
Sebagai pelabuhan asal, jumlah penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni diprediksi mencapai 813.000 orang.
Dia menekankan angka tersebut perlu diwaspadai bersama, dengan jumlah hampir empat juta pergerakan masyarakat di lintas Merak–Bakauheni. Karena itu, dibutuhkan penguatan pengamanan dan manajemen operasional yang optimal guna memberikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan bagi para pemudik.
Dalam rangka mengatasi kepadatan secara nasional dan di lintas Merak–Bakauheni, Dudy menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770.000 kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan.