Bisnis.com, BANDUNG—Ajang West Java Investment Summit 2025 mencetak komitmen investasi senilai Rp26,4 triliun lewat penandatanganan nota kesepahaman untuk 14 proyek yang ditawarkan.
Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Achris Sarwani menegaskan bahwa West Java Investment Summit (WJIS) bukan gelaran instan yang bisa langsung mencatatkan serapan investasi.
“Gelaran ini kerasanya kalau sudah 2,3,4 tahun ke depan, karena proyek yang kami tawarkan di sini akan ditindaklanjuti setelah WJIS selesai,” ungkapnya, di Bandung, Jumat (14/11/2025).
Sehingga, semangat untuk menjaga ekosistem investasi yang kondusif harus tetap berlanjut. Baik melalui kebijakan yang memudahkan investasi, maupun potensi investasi yang bervariasi.
“Kegiatan WJIS ini panennya sebutlah tahun depan, tahun depannya lagi. Dan itu yang harus dijaga, iklim investasi yang nyaman di Jawa Barat," ungkapnya.
Salah satu yang terbaru adalah ekspor alas kaki yang ada di KIEM (Kertajati International Industrial Estate Majalengka) yang merupakan tindak lanjut dari WJIS 2020 lalu.
“Ini adalah langkah konsisten untuk memperbanyak stok investasi di Jawa Barat,” ungkapnya.
Tujuannya hanya satu, yakni untuk membuka seluas-luasnya peluang tumbuhnya ekosistem bisnis di Jabar yang akan berefek langsung pada laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
“Karena investasi ini kan bisa berdampak berlapis,” ungkapnya.
Dalam WJIS 2025 ini, juga ditandatangani Momerondum of Understanding (MoU) sejumlah proyek. Di antaranya yakni:
- Kesepakatan Bersama Pengelolaan Pemanfaatan Tanah Untuk Kepentingan Publik antara Pemprov Jabar dan Badan Bank Tanah
- Perjanjian Kerja Sama Operasi (PKSO) Aerospace Park Kertajati senilai Rp11,574,638,262,000 antara PT BIJB dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (TBK)
- Share Purchase Agreement (SPA) di PT BIJB antara PT Real Kaiten Indonesia dengan PT. Jasa Sarana dengan nilai Rp12.500.000.000
- MoU Investment antara PT BIJB dengan PT RKCI untuk pengembangan Bandara kertajati (Aerospace Park, Logistic Hub & Mix used Commercial Area) senilai Rp 13,553,766,997,648.
- MoU Kerjasama Optimalisasi kegiatan Ibadah Umroh di Bandara Internasional Kertajati antara PT BIJB - PT JAHO dan PT Garuda Indonesia Tbk senilai
- Investasi & Pengembangan Hulu Migas Jawa Barat antara PT MUJ dengan Minarak Banyumas Gas senilai Rp 256,000,000,000.
- Investasi dan Pengembangan LNG (Liquefied Natural Gas) antara MUJ dengan Blue Energi Indonesia senilai Rp 320,000,000,000.
- Kerjasama Jasa Penunjang Energi dan Energi Terbarukan antara Energi Negeri Mandiri dengan Bukaka Teknik Utama (Tbk) senilai Rp 100,000,000,000.
- Kerjasama Penyedia Jasa Pendukung Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Teknologi dan Informasi antara MUJ Energi Indonesia dengan Corbec Communication senilai Rp300,000,000,000.
- Pengembangan Teknologi Hulu Migas di sektor Migas antara MUJ Energi Indonesia dengan China National Logging Corporation (CNLC) senilai Rp50,000,000,000.
- MoU Investment Startup Curaweda (Program Aksara Jabar) antara Invst ID dengan AG (Amigated Harvest Pte Ltd, Singapore senilai Rp 1,000,000,000.
- Mou Investment Youngpreneur Jabar Invst ID - Pasita ASEAN-China antara Invst ID dengan PASITA Asean-China senilai Rp2,690,000,000.
- MoU Investasi Development of Co-Working Space TOD Pondok Cina untuk Learning Center Al-Azhar Corporate School senilai Rp7,800,000,000.
- MOU antara Koperasi Kristal Laut Nusantara dengan PT Royal Monarki Investama senilai Rp250,000,000,000.
Sehingga total nilai komitmen dalam gelaran WJIS 2025 ini mencapai Rp26,428,395,259,648.