Bisnis.com, BATAM - Kawasan EKonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh telah merekrut sebanyak 817 tenaga kerja hingga saat ini. KEK yang dikelola Panbil Group ini memiliki beragam rencana bisnis, mulai dari industri pengolahan, pengembangan energi, serta logistik dan distribusi.
Corporate Marketing Communication Manager Panbil Group Hanna Kurniawati mengatakan KEK yang dikelola anak usaha Panbil Group, PT Batam Raya Sukses ini diproyeksikan akan menyerap sebanyak 18.000 tenaga kerja hingga 2030.
"Kami menargetkan KEK Tanjung Sauh menjadi salah satu kawasan dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja baru di Batam. Proyek ini tidak hanya membuka lapangan kerja langsung, tetapi juga menumbuhkan ekosistem ekonomi baru yang akan memberdayakan masyarakat sekitar," katanya di Batam, Selasa (14/10/2025).
Pulau Tanjung Sauh yang terletak sekitar dua kilometer dari Batam resmi ditetapkan sebagai KEK melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2024. Kawasan seluas 800 hektare ini menjadi bagian penting untuk memperluas basis ekonomi Batam sekaligus memperkuat daya saing daerah di sektor industri dan logistik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri per Februari 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kepri tercatat sebesar 6,89%, tertinggi kedua secara nasional.
Adapun di Kota Batam, TPT 2024 mencapai 7,68%. Kehadiran proyek-proyek baru seperti KEK Tanjung Sauh diharapkan dapat membantu menurunkan angka pengangguran tersebut melalui penyerapan ribuan tenaga kerja di sektor industri, jasa logistik, dan pendukungnya.
"Dengan rencana operasional penuh pada 2030, kami optimistis proyek ini mampu menurunkan TPT Batam secara signifikan dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi unggulan di Indonesia bagian barat," tegasnya.
Sebelum KEK Tanjung Sauh, Panbil telah mengembangkan Kawasan Industri Mukakuning seluas 100 hektare, yang kini menampung lebih dari 20.000 tenaga kerja.
Lalu proyek berikutnya Kawasan Industri Tembesi di Sagulung, Batam dengan luas sekitar 100 hektare. Adapun potensi penyerapan tenaga kerja hingga 30.000 orang, khususnya di sektor elektronik ramah lingkungan.
KEK Tanjung Sauh ditetapkan Presiden Jokowi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada 31 Mei 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24/2024.
Pulau Tanjung Sauh ini nanti akan menjadi salah satu pulau yang akan dilintasi Jembatan Batam-Bintan yang akan segera dibangun.
Berdasarkan nukilan dari website KEK, Pulau Tanjung Sauh ini memiliki luas 840,67 hektare. KEK Tanjung Sauh yang diusulkan oleh PT Batam Raya Sukses Perkasa mendapatkan target meraup realisasi investasi Rp199,6 triliun, serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 366.087 orang hingga 2053.
KEK Tanjung Sauh diproyeksikan memiliki beragam rencana bisnis, mulai dari industri pengolahan, pengembangan energi, serta logistik dan distribusi.
Fokus paling utama yakni pengembangan industri komponen elektronik, industri perakitan elektronik. KEK Tanjung Sauh juga akan melengkapi dirinya dengan pelabuhan transhipment yang mampu menampung hingga 5 juta TEUs, sehingga dapat menjadi pusat logistik di kawasan Selat Malaka.
KEK Tanjung Sauh juga akan menjadi pusat riset dan pengembangan bidang energi, sekaligus menjadi produsen dari energi alternatif, energi terbarukan, dan energi primer, yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga di Batam dan Bintan.