Bisnis.com, CIREBON - Sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami kenaikan signifikan menjelang libur panjang Imlek dan memasuki persiapan Ramadan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per Kamis (12/2/2026), untuk pasar tradisional, lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas cabai dan daging ayam ras, sementara beras dan gula relatif stabil.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp88.750 per kilogram atau naik 18,49% dibandingkan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar yang mencapai Rp42.750 per kilogram atau naik 12,06%, serta cabai merah keriting Rp44.400 per kilogram atau melonjak 10,72%. Cabai rawit hijau turut terkerek menjadi Rp58.250 per kilogram atau naik 1,22%.
Selain cabai, daging ayam ras segar tercatat Rp41.100 per kilogram atau naik 10,19%. Telur ayam ras juga meningkat menjadi Rp30.950 per kilogram atau naik 8,98%. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan dan libur panjang.
Sementara itu, komoditas beras menunjukkan pergerakan yang relatif terkendali. Beras kualitas bawah I berada di level Rp13.850 per kilogram dan beras medium I Rp15.150 per kilogram, dengan kenaikan tipis di bawah satu persen. Beras kualitas super bahkan terpantau stabil di kisaran Rp16.650 per kilogram. Gula pasir premium bertahan di Rp18.950 per kilogram dan gula lokal Rp18.000 per kilogram tanpa perubahan harga.
Minyak goreng mengalami kenaikan terbatas. Minyak goreng curah berada di Rp20.450 per kilogram atau naik 0,74%, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek berada di kisaran Rp21.300–Rp21.900 per kilogram dengan kenaikan di bawah satu persen.
Pantauan di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/2/2026), menunjukkan pergerakan harga yang sejalan dengan tren Jawa Barat. Cabai rawit merah di sejumlah lapak pedagang terpantau mendekati Rp90.000 per kilogram. Cabai merah besar dan keriting dijual di atas Rp40.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan mulai terasa sejak awal pekan seiring meningkatnya permintaan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Daging ayam ras di Pasar Sumber juga berada di kisaran Rp40.000 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Telur ayam ras dijual di atas Rp30.000 per kilogram. Aktivitas transaksi terlihat lebih ramai dibanding hari biasa, terutama pada lapak bumbu dapur dan kebutuhan pokok.
Sebaliknya, harga beras relatif stabil. Beras medium masih dijual di kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Gula dan minyak goreng juga tidak mengalami lonjakan berarti. Kondisi ini membuat tekanan belanja masyarakat lebih banyak berasal dari komoditas hortikultura dan protein hewani.
Secara umum, pola kenaikan harga saat ini mengindikasikan adanya dorongan permintaan musiman menjelang Imlek dan persiapan Ramadan. Komoditas cabai menjadi penyumbang tekanan terbesar terhadap potensi inflasi pangan daerah. Jika tren ini berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, beban pengeluaran rumah tangga berpotensi meningkat, terutama bagi pelaku usaha makanan skala kecil.
Meski demikian, stabilnya harga beras dan gula memberi bantalan terhadap gejolak harga pangan. Pemerintah daerah diharapkan memperkuat distribusi dan menjaga kelancaran pasokan, khususnya untuk cabai dan ayam ras, guna mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang puncak permintaan pada Ramadan mendatang.