Bisnis.com, JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) melalui brand IM3 menangkap peluang momen Ramadan dengan memperluas fitur Satuan Anti-Scam dan Spam Plus (SATSPAM+). Kini, fitur tersebut tidak hanya melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS dan panggilan reguler, tetapi juga WhatsApp Call.
Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Bilal Kazmi mengatakan terlepas dari proyeksi kenaikan trafik layanan data pada Ramadan dan Lebaran 2026, hal terpenting adalah memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga.
“Kami tidak lagi hanya sekedar meningkatkan kapasitas, namanya meningkatkan kapasitas saat Lebaran, saat Ramadhan, dan akhir tahun itu sudah kewajiban kami. Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan layanan tambahannya,” kata Bilal saat ditemui usai acara IM3 Ramadan Campaign, Kamis (12/2/2026).
Bilal mengatakan kenaikan trafik data selama Ramadan biasanya rata-rata mencapai sekitar 20%. Namun, menurutnya persoalan utama saat ini bukan semata lonjakan trafik, melainkan meningkatnya gangguan berupa spam dan scam, khususnya melalui WhatsApp Call.
Dia menjelaskan kenaikan scam tercatat sekitar 34,7%, dengan hampir 90% kasus terjadi di WhatsApp dan sekitar 64% melalui panggilan. Menurutnya, perubahan pola ini terjadi karena pelaku penipuan beralih ke kanal yang dinilai lebih efektif, termasuk WhatsApp.
Kenaikan gangguan di WhatsApp disebut mencapai 87%, yang menjadi alasan IM3 meluncurkan perluasan layanan SATSPAM+. Jika sebelumnya fitur ini hanya berlaku untuk SMS dan telepon reguler, kini perlindungan anti-scam tersebut juga mencakup WhatsApp Call. Layanan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan diluncurkan bertepatan dengan momen Ramadan yang dinilai paling relevan.
Sebelum penambahan fitur WhatsApp Call, sekitar 3,5 juta pelanggan Indosat telah mendaftar fitur anti-spam dan scam tersebut.
“Dan itu hanya dalam waktu beberapa bulan. Artinya demand pengguna itu memang tinggi ya, sehingga begitu mereka melihat ada fitur SatSpam mereka langsung mengaktifkan,” katanya.
Bilal berharap semakin banyak pengguna IM3 yang sadar dan memanfaatkan fitur anti-spam dan scam tersebut. Saat ini jumlah pelanggan IM3 mencapai sekitar 60 juta.
“Dari 3,5 juta [yang sudah pakai] kan artinya masih jauh ya. Jadi kita akan terus mendorong awarenessnya agar orang paham. Karena ini fitur yang memang bermanfaat banget Ini kan buat konsumen,” katanya.
Adapun SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call.
Fitur ini didukung teknologi AIvolusi 5G yang menggabungkan kecanggihan kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G. Layanan ini menghadirkan deteksi otomatis, opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.
Pada momen Ramadan ini, IM3 juga menghadirkan Paket Ramadan SATSPAM+, di mana seluruh pelanggan otomatis mendapatkan perlindungan tanpa biaya tambahan. Paket unggulan yang ditawarkan antara lain 150GB untuk 28 hari seharga Rp150.000 dan 300GB untuk 28 hari seharga Rp200.000, dilengkapi 5.000 menit dan SMS ke sesama IM3 dan Tri, serta akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile.
Selain itu, tersedia paket harian hingga mingguan, yakni 20GB untuk 3 hari seharga Rp20.000, 30GB untuk 5 hari seharga Rp30.000, serta 75GB untuk 10 hari seharga Rp50.000, lengkap dengan 1.000 menit dan SMS ke sesama IM3 dan Tri.
Khusus pelanggan IM3 Platinum, perlindungan SATSPAM+ telah termasuk dalam layanan pascabayar tersebut. Pelanggan juga mendapatkan manfaat penggunaan kuota utama untuk bebas roaming di Malaysia dan Singapura. Melalui paket unggulan Platinum 50 seharga Rp100.000 per bulan dengan kuota 50GB, pelanggan dapat menikmati promo Ramadan berupa tambahan kuota 25GB seharga Rp25.000 dengan masa aktif tujuh hari.