Bisnis.com, JAKARTA - Hari Darmawan, pria kelahiran Makassar, 27 Mei 1940 merupakan salah satu pengusaha ritel terbesar di Indonesia yang mendirikan Matahari Department Store dan Hari-Hari Pasar Swalayan.
Hari merupakan sosok penting dari perkembangan konsep toko serba ada dan toko pakaian modern Indonesia sekaligus mengembangkan Matahari menjadi gurita ritel terbesar di Indonesia.
Sebelum membuka perusahaan Matahari, Hari merupakan pengusaha kecil pada bidang fesyen pakaian anak pada tahun 1958, yang membuka tokonya di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Dengan perkembangan pesat usahanya, akhirnya Hari melakukan lompatan besar dengan mendirikan perusahaan ritel bernama Matahari yang menjadi department store modern pertama di Indonesia pada tahun 1972.
Usaha ritelnya berkembang sangat pesat selama enam tahun berjalan dan berhasil membuka cabang 22 gerai di berbagai kota Indonesia.
Dengan kemajuan perusahaannya, akhirnya Hari membawa Matahari untuk IPO perdananya pada bursa saham pada 1992 di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Dengan tambahan modal dari berbagai investor, Hari semakin mengembangkan gurita bisnisnya ke berbagai sektor ritel bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang Keio Department Store.
Hari membagi dua segmen dalam usaha barunya yakni, Galleria untuk kalangan menengah atas, dan Super Ekonomi untuk menengah ke bawah.
Usahanya juga pernah bersaing dengan raksasa ritel Amerika, Walmart yang membuka cabangnya di Indonesia hingga tahun 1997 melalui hypermarket bernama Mega M yang didirikan Matahari Grup.
Pada tahun 1997, Matahari diketahui telah memiliki 85 gerai di 35 kota seluruh Indonesia dengan puluhan ribu karyawan dan ribuan pemasok.
Selain itu, Matahari juga memperkuat portofolio mereka dalam menyajikan produk fesyen dengan merek eksklusif mereka seperti, Nevada, Little M, SuKo, Connexion, Zes, dan Cole.
Namun, gejolak krisis moneter di tahun 1998, membuat Hari Darmawan harus menjual sebagian besar saham kepemilikannya ke Lippo Group.
Meskipun begitu, setelah melepas ritel yang dibesarkannya, Hari tetap berada di jalur bisnis dengan mendirikan perusahaan ritel bernama Hari-Hari Swalayan.
Hari Darmawan wafat di Bogor, pada 10 Maret 2018, hingga kini sosoknya diingat sebagai salah satu pengusaha sukses pelopor usaha ritel modern di Indonesia.