Bisnis.com, JAKARTA — Bisnis kawasan industri diproyeksi bakal terkerek seiring dengan masifnya pengembangan area pergudangan modern. Ceruk pasar logistik yang kian gemuk diprediksi bakal menjadi katalis utama bagi para pengembang kawasan industri.
Konsultan properti Colliers Indonesia mencatat rata-rata okupansi gudang logistik di Jabodetabek menyentuh angka 95,8% pada kuartal I/2026. Seiring hal itu, sektor properti logistik kini menyandang status sebagai subsektor paling agresif.
Head Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menjelaskan tren tersebut didorong oleh adanya lonjakan permintaan dari industri e-commerce dan third-party logistics (3PL) yang tidak dibarengi dengan ketersediaan pasok baru.
"Gudang hampir penuh, tingkat hunian rata-rata menembus 95,8%. Kemudian pasoknya terbatas, sedangkan permintaan terus naik," ujar Ferry dalam risetnya dikutip Kamis (16/4/2026).
Secara spasial, koridor Barat mencatatkan okupansi paling fantastis yakni sebesar 98%, disusul koridor Selatan dengan 96%, dan koridor Utara yang melampaui level 90%.
Ferry menyoroti lonjakan tingkat keterisian juga terjadi di koridor Timur Jakarta seperti Bekasi hingga Karawang yang merangkak naik dari 95% pada 2019 menuju titik jenuh mendekati 100% pada tahun ini.
Meski tergolong telah padat, wilayah Timur diproyeksi tetap mendominasi pasokan dengan total tambahan mencapai 644.261 meter persegi (m2) hingga 2029 mendatang.
Lebih lanjut, kondisi keterbatasan pasokan ini praktis menjaga stabilitas harga sewa dengan pertumbuhan konsisten di angka 2% per tahun.
Tak berhenti sampai disitu, Ferry menjelaskan pertumbuhan nilai transaksi e-commerce yang diproyeksi tembus US$76,6 miliar pada 2029, serta kemunculan sektor kendaraan listrik (EV), menjadi mesin utama penggerak pasar ini.
Kawasan Industri
Geliat Ekspansi Pacu Bisnis Kawasan Industri
Geliat bisnis gudang modern ini pun direspons cepat oleh sejumlah pengembang. Salah satunya, PT Astra Property yang baru saja menuntaskan akuisisi 83,67% saham PT Mega Manunggal Property Tbk. (MMLP) senilai Rp3,3 triliun melalui entitas usahanya, PT Saka Industrial Arjaya (SIA).
Asal tahu saja, MMLP merupakan perusahaan properti dan real estate yang berfokus pada pengembangan dan penyewaan gudang logistik modern.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono menyebut usai mengakuisisi MMLP pada September 2025, pihaknya tercatat memiliki 5 land bank tambahan seluas 64 hektare. Di mana, lahan tersebut akan menjadi prioritas pengembangan proyek ke depan.
"Barang yang kita punya saja itu masih banyak. Seperti MMLP lah, itu ada land bank 5 bidang di sana. Jadi dari situ saja yang akan kita develop," ungkap Wibowo saat ditemui di Menara Astra, Rabu (30/10/2025).
Wibowo memaparkan bahwa saat ini seluruh aset pergudangan milik perseroan di Cikarang telah terisi penuh oleh para penyewa dari sektor industri otomotif.
Status tingkat keterisian penuh ini menjadi bukti nyata bahwa permintaan ruang logistik modern di pusat industri tetap solid meski di tengah dinamika ekonomi global.
Meski permintaan tinggi, Astra Property memilih bersikap hati-hati dalam melakukan ekspansi fisik bangunan dengan menunggu kepastian minat dari calon penyewa.
"Pengembangan land bank menunggu ada yang mau. Kalau untuk membangun kita tidak ada masalah, kita bisa bangun sebanyak mungkin," jelasnya.
Adapun saat ini, MMLP tercatat mengoperasikan 13 gudang strategis di Jabodetabek dan Surabaya dengan total area sewa bersih mencapai 546.000 meter persegi.
Seiring dengan geliat bisnis pergudangan tersebut, CBRE Indonesia memproyeksikan bisnis kawasan industri bakal ikut moncer setidaknya hingga delapan tahun ke depan.
Head of Industrial & Logistics Services CBRE Indonesia Ivana Susilo menyatakan bahwa pertumbuhan sektor logistik saat ini masih berada dalam fase yang sangat kuat. Hal itu tercermin dari tingginya tingkat okupansi.
"Sebenarnya kalau ditanya [sampai kapan proyeksi pertumbuhannya], kan biasanya kita lihat oh mungkin cuma 5 tahun ke depan gitu. Tapi ini udah 8 tahun lagi, masih sangat-sangat strong gitu, bahkan tidak mengalami perlambatan pertumbuhan," kata Ivana.
Dari sisi investasi, Ivana mencatat tingkat pengembalian modal atau yield dari bisnis gudang logistik jauh lebih menarik dibandingkan sektor perkantoran.
Saat ini, yield pergudangan berada di kisaran 7,5% hingga 9%, sebuah angka yang memicu sentimen sangat bullish di kalangan pelaku pasar.
"Karena kalau kita ngomong yield-nya masih 7,5% sampai 9%, dan dari sisi demand kami lihat tadi okupansi 95% bahkan lebih dari 95%. Dan ini juga supported by sentiment among the players itu sangat-sangat bullish," jelasnya.
Sementara hingga akhir 2025, CBRE mencatat total serapan ruang pergudangan modern di wilayah Jabodetabek tercatat telah mencapai 293.000 meter persegi. Sedangkan, total stok mencapai 3,3 juta meter persegi di Jabodetabek, bisnis pergudangan kini menjadi tulang punggung baru bagi kelangsungan kawasan industri nasional.
Bisnis.com, JAKARTA — Pasar pergudangan, logistik, dan kawasan industri diprediksi bakal menjadi yang paling menjanjikan pada tahun ini dibandingkan dengan segmen bisnis di sektor properti lainnya.
Konsultan Properti Colliers Indonesia mencatat hal itu terjadi seiring dengan tingginya permintaan pasar yang belum mampu diimbangi secara maksimal oleh ketersediaan pasokan strategis.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menjelaskan bahwa sektor industri, khususnya pergudangan, telah melewati fase krusial dalam siklus properti dan kini berada dalam posisi pertumbuhan yang solid. Hal ini didorong oleh kebutuhan mendesak para pelaku usaha terhadap fasilitas distribusi yang efisien.
"Pasar industri dan terutama dari sisi warehouse permintaannya cukup tinggi, sedangkan stok yang kita miliki masih terbatas. Khusus untuk pergudangan atau distribution hub, permintaan paling kuat datang untuk lokasi yang memiliki kedekatan akses dengan jalan tol serta pusat kota guna menekan waktu distribusi," ujar Ferry dalam Media Briefing, Rabu (7/1/2026).
Dia mencontohkan, di Jawa Timur, pasar kawasan industri dan logistik khususnya di Surabaya menunjukkan resiliensi tinggi meski permintaan lahan bergerak lebih lambat akibat ketidakpastian ekonomi eksternal.
Adapun saat ini, okupansi gudang modern di Surabaya dan sekitarnya terus mendaki sejak 2022 dan kini berada di kisaran 95%, mendekati kapasitas penuh. Sejalan dengan tingginya keterhunian, rata-rata harga sewa gudang modern meningkat stabil menuju level Rp68.000 per meter persegi.
Sementara untuk lahan industri, harga lahan di wilayah Selatan Surabaya terpantau lebih tinggi dibandingkan wilayah Barat, dengan rentang harga menyentuh angka Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per meter persegi.
Segmen kedua yang diprediksi akan berada dalam tren positif yakni retail. Di mana, Sepanjang 2025 pasar retail menunjukkan performa yang konsisten. Di tambah dengan pertumbuhan pasokan yang terbatas menjadikan okupansinya tetap berada di level tinggi.
Berbeda dengan sektor logistik dan retail yang diproyeksi melesat, sektor perkantoran (office) dinilai masih memerlukan waktu untuk pulih sepenuhnya. Meski demikian, Ferry melihat adanya sinyal positif yang mulai muncul pada tahun ini.
Menurutnya, fundamental sektor perkantoran mulai membaik karena pertumbuhan pasokan yang sangat terkendali atau teregulasi. Tanpa adanya ekspansi gedung baru secara besar-besaran, momentum pada 2026 diharapkan dapat menjaga keseimbangan supply dan demand.
"Fokusnya sekarang bukan agresivitas, tapi paling tidak sudah mulai ada momentum perbaikan karena sisi supply sudah sangat teregulasi. Kami tidak berharap pertumbuhan yang terlalu agresif tahun ini, tapi arahnya sudah lebih positif," jelasnya.
Pihaknya mencatat tingkat hunian perkantoran di kawasan CBD Jakarta pada kuartal IV/2025 tembus 75,8%. Sedangkan, rata-rata okupansi gedung perkantoran di luar CBD Jakarta bertahan di level 70%.
Tak jauh berbeda, di segmen residensial vertikal, juga masih dibayang-bayangi tantangan seiring pengembang semakin realistis dan tidak lagi melakukan spekulasi pembangunan secara masif.
Suplai apartemen juga diproyeksi belum akan meningkat signifikan sejalan dengan adanya pengetatan pembiayaan yang dilakukan perbankan dalam mengucurkan kredit konstruksi untuk proyek apartemen baru.
Strategi pengembang saat ini lebih difokuskan pada upaya menghabiskan sisa stok unit yang ada (inventory clearing) atau sekadar melanjutkan proyek yang sudah berjalan.
Di sisi lain, sektor perhotelan juga masih harus dipacu untuk mulai melakukan diversifikasi pasar guna mengurangi ketergantungan pada belanja pemerintah (government spending).
"Hotel harus bisa mendiversifikasi pasarnya, tidak lagi tergantung sepenuhnya oleh pemerintah, tetapi lebih menggarap pasar turis domestik dan korporasi. Mengingat suplai juga relatif tidak lagi jor-joran, masih ada peluang besar untuk berkembang di tahun-tahun mendatang," pungkas Ferry.
Industri logistik dan pergudangan Indonesia tumbuh pesat dengan tingkat okupansi 95% dan yield 7,5%-9%, didorong ekspor dan permintaan tinggi hingga 2027. [393] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — CBRE Indonesia mengungkap bisnis kawasan industri bakal makin bergeliat karena ditopang oleh pesatnya pertumbuhan pada sektor logistik dan pergudangan sepanjang tahun ini. Hal itu tercermin dari tingginya tingkat okupansi yang mencapai 95%.
Head of Industrial & Logistics Services CBRE Indonesia, Ivana Susilo mengatakan geliat bisnis sektor pergudangan dan logistik akan terus berjalan setidaknya hingga sewindu ke depan
"Sebenernya kalau ditanya [sampai kapan proyeksi pertumbuhannya], kan biasanya kita lihat oh mungkin cuma 5 tahun ke depan gitu. Tapi ini udah 8 tahun lagi, masih sangat-sangat strong gitu, bahkan tidak mengalami perlambatan pertumbuhan," kata Ivana dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Ivana menambahkan, saat ini pengembalian investasi atau yield dari bisnis perkantoran ada di angka 7,5% hingga 9%. Sejalan dengan hal itu, pihaknya memproyeksi bisnis pergudangan dan logistik akan terus bergeliat dalam beberapa tahun ke depan.
"Karena kalau kita ngomong yield-nya masih 7,5% sampai 9%, dan dari sisi demand kami lihat tadi okupansi 95% bahkan lebih dari 95%. Dan ini juga supported by sentiment among the players itu sangat-sangat bullish," jelasnya.
Adapun saat ini, CBRE Indonesia mencatat setidaknya terdapat 3,3 juta meter persegi (M2) ruang pergudangan modern yang terdapat di wilayah Jabodetabek. Di mana, hingga September 2025 total serapan mencapai 293.000 meter persegi.
Hingga periode yang sama, tingkat keterisian gudang modern mencapai 95%. Di mana, total ruang yang belum terserap pasar cenderung minim di level 153.000 meter persegi.
Lebih lanjut, CBRE Indonesia memproyeksi total suplai baru area pergudangan modern hingga 2027 akan mencapai 520.000 meter persegi. Saat ini, harga sewa gudang modern itu dipatok di harga Rp78.600 per meter persegi.
Sementara berdasarkan catatan Bisnis, lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat tumbuh sebesar 8,62% pada kuartal III/2025. Lebih tinggi dari kuartal II/2025 yang sebesar 8,52% dan di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Kelompok ini tercatat menjadi kontributor keenam terbesar, yakni 6,10%, terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang sebesar 5,04% year on year (YoY).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa kinerja sektor transportasi dan pergudangan bertahan tinggi, didorong tumbuhnya ekspor, industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.
“Semakin tinggi Indonesia tumbuh ekspornya, keperluan terhadap logistik pasti semakin tinggi. Sehingga kalau kita ingin meningkatkan daya saing ekspor, bagaimana meningkatkan efisiensi logistik kita,” ujarnya dalam malam penghargaan BILA 2025 di Hotel Borobudur, Rabu (5/11/2025).
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56