Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri kaca PT Mulia Industrindo Tbk. (MLIA) bersama entitas grup, PT Eka Gunatama Mandiri resmi mencetak rekor instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap terbesar se-Indonesia.
Berkolaborasi dengan pengembang PLTS, PT Xurya Daya Indonesia (Xurya), Grup Mulia memasang tenaga listrik surya on-grid berkapasitas 22,5 Megawatt peak (MWp) buat operasional Muliaglass dan Muliakeramik Indahraya.
Instalasi PLTS Atap Grup Mulia itu mencapai luasan sekitar 12,2 hektare alias 17 kali lapangan sepak bola Gelora Bung Karno, serta terdiri dari 36.862 modul panel surya.
Direktur MLIA Ekman Tjandranegara sekaligus putra salah satu pendiri Grup Mulia, Eka Tjandranegara menjelaskan investasi PLTS Atap merupakan upaya strategis untuk ikut mendukung rencana pemerintah mendorong industri manufaktur berkelanjutan di Tanah Air.
"PLTS Atap kami menjadi bukti industri di Indonesia bisa mengurangi jejak karbon, terus berinovasi lewat produk dengan standar hijau, dan bantu memikul tanggung jawab transisi energi di mata global," ungkapnya dalam acara peresmian di pabrik MLIA, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Pasalnya, PLTS Atap membantu menekan ketergantungan batu bara untuk operasional Grup Mulia hingga 20.189 kg per tahun dan menekan emisi karbon sekitar 26.800 ton CO2 per tahun.
Pada akhirnya, investasi PLTS Atap juga menolong MLIA untuk mengambil sertifikasi industri hijau buat produksi kaca lembaran, hingga produk glass block, tempered dan laminated glass besutannya.
Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris menekankan PLTS Atap signifikan membantu upaya meningkatkan bauran energi hijau sektor industri.
Sepanjang tahun ini, PLTS Atap terpasang mencapai 861,4 MWp yang berasal dari 11.840 pelanggan. Sebanyak 60% pelanggan memang rumah tangga, tapi kapasitas terpasang didominasi sektor industri hingga 79% dari total.
Sementara itu, Managing Director Xurya Eka Himawan mengungkap pemasangan PLTS Atap jumbo Grup Mulia menjadi bukti bahwa energi surya relevan untuk membantu operasional industri dengan lini produksi 24/7.
"Proses instalasi PLTS Atap untuk industri bisa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas produksi, didukung perencanaan matang dan tenaga kerja lokal. Kami berharap semakin banyak pelaku industri sektor lain yang juga mulai melihat energi surya sebagai bagian strategi bisnis berkelanjutan," tegasnya.
Genjot Standar Industri Hijau
Adapun, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari berharap dampak positif investasi PLTS Atap di sektor industri bergaung secara lebih masif.
Sebab, menurutnya pelaku industri butuh bukti nyata bahwa mengurangi energi fosil bisa meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk, serta memenuhi aspek teknis standar industri hijau.
"Karena market, terutama dari luar, saat ini semakin menuntut green product dengan proses produksi yang juga berstandar industri hijau. Saya berharap terus muncul kabar baik dari Grup Mulia setelah pemasangan PLTS Atap ini, sehingga akhirnya ikut ditiru oleh sektor lain," ujarnya.
Managing Director Muliaglass Ferdyan Khouw membenarkan beberapa klien global dari sektor makanan-minuman hingga otomotif telah meminta pihaknya lebih gencar merealisasikan roadmap produk hijau.