Bisnis.com, JAKARTA — David Ellison kembali menegaskan komitmennya untuk merilis 30 film ke bioskop setiap tahun apabila proses penggabungan Paramount Pictures dan Warner Bros. Discovery rampung.
Ia menyatakan, masing-masing studio akan memproduksi dan menayangkan sekitar 15 film layar lebar per tahun. Artinya, total ada sedikitnya 30 film yang dirilis secara teatrikal setiap tahun. Menurut Ellison, film memang seharusnya dinikmati di bioskop, bukan langsung dirilis ke platform streaming.
Sebagai gambaran, Paramount berencana merilis minimal 15 film pada 2026. Angka ini naik dibandingkan 2025 yang hanya delapan film. Sementara itu, Warner Bros. pada 2025 hanya merilis 11 film, belum mencapai target 15 film seperti yang diharapkan Ellison.
Meski begitu, Ellison tetap memuji kinerja Warner Bros. sepanjang 2025. Ia menyebut jajaran film tahun tersebut sangat kuat, termasuk kesuksesan "Superman" dan "Minecraft" yang membantu perusahaan meraup pendapatan box office hingga US$4 miliar. Namun, ia tidak menyinggung dua film lain, yakni "Sinners" dan "One Battle After Another", yang justru mendominasi musim penghargaan.
Sebelumnya, Netflix sempat dikabarkan tertarik mengakuisisi Warner Bros. Discovery. Namun, kesepakatan akhirnya jatuh ke Paramount dengan nilai transaksi mencapai US$110 miliar. Rencana akuisisi oleh Netflix sempat menuai kekhawatiran dari pemilik jaringan bioskop yang takut bisnis mereka tergerus jika lebih banyak film dirilis langsung ke streaming.
CEO Netflix, Ted Sarandos, sempat menenangkan kekhawatiran tersebut dengan menyatakan pihaknya tetap berkomitmen pada perilisan di bioskop. Namun, sebagian pelaku industri masih meragukan hal itu.
Bagi Ellison, perilisan di bioskop penting karena dapat membuat film menjadi bagian dari percakapan publik dan budaya populer. Ia bahkan menegaskan bahwa sejak awal mengakuisisi Paramount, pihaknya tidak berniat fokus pada produksi film khusus untuk streaming.
Meski demikian, tidak semua eksekutif di lingkarannya memiliki pandangan yang sama. Presiden Paramount, Jeff Shell, saat masih memimpin NBCUniversal di masa pandemi, pernah mendorong pemangkasan masa tayang film di bioskop menjadi hanya 17 hari. Kini, Ellison memastikan perusahaan gabungan nantinya akan tetap memberi jendela tayang eksklusif 45 hari di bioskop sebelum film tersedia di platform hiburan rumahan.
Terlepas dari ambisi tersebut, sejumlah pihak meragukan apakah target 30 film per tahun realistis. Pasalnya, perusahaan gabungan itu akan menanggung utang lebih dari US$78 miliar.
Analis industri film David A. Gross menilai, dalam setahun biasanya hanya ada sekitar 15 cerita yang benar-benar kuat dan berpotensi sukses secara global. Menurutnya, merilis 30 film secara luas dalam setahun terdengar sangat sulit untuk direalisasikan.