#30 tag 24jam
Prudential Syariah komitmen siapkan pelaku usaha muda mandiri
PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyatakan komitmen untuk menyiapkan generasi muda sebagai entrepreneur atau pelaku usaha yang ... [431] url asal
Ia tidak hanya menjadi mandiri untuk dirinya sendiri, namun juga penopang bagi keluarganya, inspirasi bagi komunitasnya, dan kontributor bagi ekonomi bangsanya
Jakarta (ANTARA) - PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menyatakan komitmen untuk menyiapkan generasi muda sebagai entrepreneur atau pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan Indonesia memiliki potensi besar generasi muda dalam bidang usaha, namun survei menunjukkan 60 persen generasi muda mengaku belum memiliki cukup dana untuk memulai usaha dan 41 persen merasa bingung harus mulai dari mana .
Padahal, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, di sisi lain UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia .
Kondisi tersebut, menurut dia, menggerakkan Prudential Syariah dan Lembaga Amil dan Zakat (LAZ) Al-Azhar untuk hadir, bukan hanya sebagai pemberi modal, tetapi sebagai mitra perjalanan generasi muda menuju kemandirian ekonomi serta menjadi entrepreneur di masa depan.
"Pemberdayaan adalah bentuk perlindungan yang paling berkelanjutan. Ketika seorang anak muda memiliki keterampilan, modal dan jaringan, ia tidak hanya menjadi mandiri untuk dirinya sendiri, namun juga penopang bagi keluarganya, inspirasi bagi komunitasnya, dan kontributor bagi ekonomi bangsanya," ujarnya.
Terkait hal itu, kedua lembaga tersebut berkolaborasi meluncurkan program pemberdayaan Satu Inspirasi Generasi Berdampak (SIGAP) sebagai upaya pemberdayaan generasi muda untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Selain itu juga program Satu Social Space, hub komunitas lintas generasi yang berfungsi sebagai titik edukasi keuangan syariah, ruang kolaborasi UMKM, dan pusat literasi bagi masyarakat.
"Melalui SIGAP dan Satu Social Space, kami ingin memastikan bahwa setiap generasi muda Indonesia, terutama yang selama ini menghadapi keterbatasan akses proteksi, memiliki ruang untuk bertumbuh dan keberanian untuk bermimpi lebih besar," ujar Vivin Arbianti.
Program SIGAP dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan menyeluruh bagi para peserta terpilih baik dari masyarakat umum maupun alumni santri Rumah Gemilang Indonesia (RGI), pusat pemberdayaan pemuda produktif binaan LAZ Al-Azhar untuk mencetak ribuan generasi mandiri dari seluruh Indonesia.
Peserta akan mendapatkan pelatihan manajemen keuangan, literasi dan inklusi keuangan syariah, bantuan modal usaha, pelatihan kewirausahaan, pendampingan selama dua tahun ke depan.
Sementara itu Satu Social Space dirancang sebagai ruang aksi yang bermanfaat bagi siapa saja, tempat bekerja bagi profesional dan pekerja lepas, etalase bagi UMKM termasuk para penerima manfaat SIGAP untuk memasarkan hasil karya atau usaha-nya, ruang diskusi gratis bagi mahasiswa, titik konsultasi finansial bersama tenaga ahli hingga pusat edukasi literasi keuangan syariah yang berkelanjutan.
Ke depan, tambahnya, program SIGAP dan Satu Social Space dijadikan sebagai model pemberdayaan komunitas yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Subagyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali menyelenggarakan pameran tahunan Midcare Expo 2026. Program Studi Kebidanan... | Halaman Lengkap [547] url asal
#fk-unair #entrepreneurship #kewirausahaan #dekan-fk-unair #pameran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/06/26 13:09
v/248279/
SURABAYA - Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ) kembali menyelenggarakan pameran tahunan Midcare Expo 2026. Mengusung tema "MidCare Expo: Midwifery Care Zone, Solusi Sehat Setiap Fase Kehidupan," kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan meriah di selasar depan area taman FK Unair, Surabaya, Kamis (11/6/2026).Dalam pameran tersebut, Dekan FK Unair Prof Eighty Mardiyan Kurniawati mengunjungi langsung booth mahasiswa kebidanan. Ia meninjau salah satu produk inovatif berupa media stimulasi anak yang dinamai "Sensa Play". Produk yang hadir dalam bentuk buku fisik (hard book) serta e-book ini berisi panduan resep permainan sensori yang dirancang khusus untuk balita.
Inovasi tersebut menarik perhatian besar Prof Eighty, yang kemudian memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para mahasiswa kebidanan. "Buku ini sangat bagus, terlebih lagi sudah dilengkapi dengan versi e-book, sehingga proses pemasarannya akan jauh lebih mudah dan efektif melalui media sosial," katanya. Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Pada kesempatan yang sama, Prof Eighty juga menekankan betapa pentingnya seorang bidan memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) untuk mengembangkan profesi kebidanan di masa depan. Menurutnya, bidan masa kini dituntut untuk berpikir lebih luas dan tidak hanya terpaku pada ranah pelayanan konvensional.
Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJKM) Astika Gita Ningrum menjelaskan, pameran ini merupakan bagian dari luaran praktis mata kuliah Entrepreneur Ekonomi Kewirausahaan yang ditempuh oleh mahasiswa semester 6 Prodi Kebidanan. Fokus utama dari pembelajaran ini adalah memotivasi mahasiswa agar berani memasuki ranah bisnis yang mendukung profesi mereka.
Dalam proyek ini, mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok yang mewakili setiap fase siklus hidup wanita, meliputi remaja, ibu hamil, ibu nifas, balita, hingga fase menopause. Setiap kelompok didampingi oleh dosen pembimbing guna menciptakan produk inovatif yang dapat menjadi terapi komplementer dalam asuhan kebidanan.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pembuatan gummies (permen kenyal) kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B12 yang ditargetkan untuk remaja putri penderita anemia. Astika memaparkan bahwa angka anemia pada remaja perempuan masih tinggi karena keengganan mengonsumsi tablet tambah darah konvensional yang dinilai kurang nikmat.
Padahal, anemia pra-konsepsi yang berlanjut hingga kehamilan berisiko memicu pendarahan saat persalinan serta meningkatkan angka kematian ibu dan bayi. "Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswa menciptakan gummies, puding, hingga pastry berbahan lokal seperti buah bit dan bayam merah yang dikemas secara kekinian dan disukai remaja," ujarnya.
Midcare Expo tahun ini tampil berbeda dan menunjukkan progres signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada edisi 2026 ini, mahasiswa diwajibkan melakukan pilot selling atau uji coba penjualan langsung kepada masyarakat umum, salah satunya di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, sebelum produk dipamerkan di lingkungan kampus.
Proses pembuatan produk pun tidak dilakukan secara sembarangan. Mahasiswa wajib melewati tahapan Research and Development (R&D) yang ketat, khususnya untuk memastikan aspek keamanan pangan (safety) dan batas aman konsumsi. Mereka melakukan uji ketahanan produk, baik dalam suhu ruang, lemari pendingin (chiller), maupun pembeku (freezer).
Melalui bimbingan intensif dari fasilitator, mahasiswa tidak hanya belajar menciptakan produk, tetapi juga dibekali kemampuan manajemen bisnis formal, seperti penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), Break-Even Point (BEP), hingga penentuan margin keuntungan. Berdasarkan evaluasi pasca kegiatan, seluruh kelompok berhasil membukukan profit.
Melalui MidCare Expo 2026, lulusan Kebidanan FK UNAIR diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui pendirian Klinik atau Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) yang inovatif, solutif, dan berbasis pelayanan komplementer.
Peluncuran Buku The Man Who Said Yes, Mengubah Ketidakpastian Menjadi Kesuksesan
Buku The Man Who Said Yes karya Jiu Kian, entrepreneur resmi diluncurkan. Buku ini sebagai refleksi perjalanan hidup sekaligus panduan inspiratif bagi pembaca.... | Halaman Lengkap [724] url asal
#peluncuran-buku #peluang-bisnis #entrepreneur #kisah-inspiratif #launching-buku
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/01/26 14:00
v/115667/
JAKARTA - Di tengah dunia yang semakin dipenuhi ketidakpastian, banyak orang dihadapkan pada pilihan sulit: melangkah maju dengan risiko atau berhenti karena rasa takut. Ketidakstabilan ekonomi global , perubahan sosial yang cepat, hingga berbagai peristiwa tak terduga yang silih berganti, membuat masa depan kerap terasa samar.Tidak sedikit individu yang akhirnya ragu untuk bermimpi, apalagi mengambil keputusan besar dalam hidup. Namun, bagaimana jika justru satu kata sederhana, “YES”, menjadi kunci untuk berdamai dengan ketidakpastian sekaligus membuka pintu menuju peluang baru?
Gagasan inilah yang diangkat dalam buku terbaru berjudul The Man Who Said Yes, karya Jiu Kian, seorang entrepreneur dan pemimpin jaringan bisnis nasional yang berhasil membangun ekosistem usaha dengan total omzet mencapai Rp120 miliar. Buku ini resmi diluncurkan sebagai refleksi perjalanan hidup sekaligus panduan inspiratif bagi pembaca yang tengah mencari arah di tengah perubahan zaman. 10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Melalui buku ini, Jiu Kian mengajak pembaca memahami bahwa kata YES bukan sekadar simbol optimisme, melainkan sebuah sikap hidup. Menurutnya, keberanian untuk membuka diri terhadap peluang, meski disertai risiko, seringkali menjadi titik awal dari perubahan besar dalam hidup seseorang.
“Ketidakpastian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Namun, yang membedakan hasil hidup setiap orang adalah bagaimana ia merespons kondisi tersebut,” ujar Jiu Kian, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan kata YES telah menjadi prinsip yang membimbing setiap langkah perjalanannya. “Bagi saya, kata YES dapat menjadi tiket masuk menuju level kehidupan berikutnya,” ujarnya.
Perjalanan hidup Jiu Kian sendiri jauh dari kata mudah. Dalam buku ini, ia secara gamblang mengisahkan masa kecilnya yang sederhana, ketika ia sudah terbiasa bekerja sejak duduk di bangku sekolah dasar dengan berjualan es mambo. Setelah itu, ia sempat bekerja sebagai buruh pabrik batu bata, sebelum akhirnya merantau ke Pulau Jawa dengan keterbatasan dan ketidakpastian yang besar.
Berbagai pekerjaan pernah ia jalani demi kelangsungan hidup, mulai dari bekerja di toko kelontong, menjadi kuli panggul di pasar, hingga menjaga toko di pusat perbelanjaan. Ia mengakui bahwa tidak sedikit momen di mana rasa malu, takut gagal, dan kelelahan mental datang silih berganti.
Namun di setiap fase tersebut, terdapat satu benang merah yang selalu ia pegang, yaitu keberanian untuk mengatakan YES terhadap kesempatan yang datang, sekecil apa pun peluang itu. Salah satu pengalaman yang paling ia kenang adalah ketika pertama kali menawarkan produk asuransi secara langsung dari rumah ke rumah, berjalan kaki sambil menghadapi penolakan demi penolakan.
“Kalau saat itu saya memilih berkata tidak karena malu atau takut ditolak, mungkin cerita hidup saya akan berhenti di situ,” ungkapnya.
Tidak hanya berisi kisah perjalanan personal, buku The Man Who Said Yes juga ditulis sebagai panduan reflektif yang dapat diterapkan oleh para pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Jiu Kian merangkum pembelajarannya ke dalam sebuah kerangka berpikir yang ia sebut sebagai filosofi 368, yang merepresentasikan tiga fase kehidupan, enam prinsip abadi, dan delapan kunci kesuksesan.
Fase kehidupan menggambarkan proses manusia dari masa ditempa oleh keadaan, kemudian bertumbuh melalui pembelajaran, hingga akhirnya mencapai tahap berbagi kepada sesama. Prinsip abadi menjadi nilai yang menjaga arah dalam setiap fase kehidupan, sementara kunci kesuksesan membahas sikap dan kebiasaan yang perlu dijaga agar tujuan hidup dapat tercapai secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, buku ini tidak hanya bersifat inspiratif, tetapi juga aplikatif. Pembaca diajak untuk melakukan refleksi personal, memahami posisi hidupnya saat ini, serta membangun keberanian untuk melangkah ke fase berikutnya.
“Buku ini bukan hanya tentang kisah saya, melainkan undangan bagi para pembaca untuk mulai berkata YES dan menuliskan versi The Man Who Said Yes mereka sendiri,” jelasnya.
Saat ini, Jiu Kian memimpin jaringan bisnis yang tersebar di 16 kota di seluruh Indonesia dengan 11 kantor agensi aktif. Jaringan tersebut menjadi tempat bertumbuh dan bekerja bagi lebih dari 2.500 mitra dan karyawan yang ia sebut sebagai para pejuang kehidupan. Baginya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari dampak sosial yang dapat dihadirkan bagi banyak orang. Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Buku The Man Who Said Yes kini tersedia di berbagai toko buku serta platform marketplace di Indonesia. Buku ini ditujukan bagi kalangan profesional muda, pelaku usaha, mahasiswa, serta siapa pun yang tengah mencari keberanian untuk melangkah di tengah ketidakpastian saat ini.
Dengan gaya penulisan yang lugas dan reflektif, buku ini diharapkan dapat menjadi teman perjalanan bagi pembaca dalam menghadapi dinamika kehidupan. Sekaligus pengingat bahwa terkadang satu kata sederhana dapat menjadi awal dari perubahan terbesar dalam hidup.
Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Menurut Mendag Busan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,2%, tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, serta jauh di bawah... | Halaman Lengkap [396] url asal
#pengusaha #entrepreneur #kewirausahaan #mendag #budi-santoso
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/11/25 07:24
v/53291/
JAKARTA - Rasio kewirausahaan Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga. Hal ini diungkap Menteri Perdagangan ( Mendag ), Budi Santoso atau Busan di sela acara Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen dan Forum Konsultasi Publik UPTP III Tahun 2025 di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (27/11) kemarin.Menurut Mendag Busan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,2%, tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah berada di atas 4%, serta jauh di bawah Singapura yang mencapai 8,6%. Sementara itu negara-negara maju umumnya memiliki rasio kewirausahaan di kisaran 10 hingga 12%.
Jumlah Pengusaha RI Masih Sedikit, Bisa Jadi Negara Maju?
“Rasio kewirausahaan kita itu baru 3,2 persen. Malaysia, Thailand sudah di atas 4 persen, Singapura 8,6 persen, negara maju rata-rata 10-12 persen. Nah syarat untuk menjadi negara maju ya 10-12, kita masih 3,2. Kita UMKM-nya banyak, tetapi kan tidak semua itu mempunyai daya saing, baru 3,2 persen," kata Mendag Busan.
Ia menekankan bahwa meski Indonesia memiliki jumlah UMKM yang besar, tidak semuanya memiliki daya saing yang memadai. Karena itu peningkatan rasio kewirausahaan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelaku usahanya, bukan sekadar penambahan jumlah.
Mendag Busan pun mengimbau seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, untuk mendukung program-program peningkatan kapasitas pelaku usaha. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mendorong kenaikan rasio kewirausahaan nasional.
"Nah ini tugas kita bersama. Jadi kita tidak hanya sekedar menghitung berapa jumlahnya, ya tapi kita juga menghitung kualitasnya, tidak hanya kuantitasnya. Makanya tolong Bapak-Ibu program-program ini diikuti, ya karena ini salah satu bagaimana kita meningkatkan rasio kewirausahaan tadi," lanjutnya.
Sambut Bonus Demografi, Menko Airlangga Targetkan Jumlah Pengusaha Naik Jadi 5 Persen
Mendag Busan pun mendorong para pelaku UMKM untuk semakin aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana berjualan. Menurutnya, transformasi ke penjualan online bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Mendag berpendapat bahwa transformasi dari offline ke online sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Ia mencontohkan bagaimana ketika minimarket pertama kali muncul banyak yang menganggap akan menghancurkan toko kelontong, namun pada kenyataannya kedua toko bisa berjalan berdampingan sampai saat ini.
"Ini sama dengan offline dan online ya. Offline katanya banyak terganggu dengan online, tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biaya mahal tapi dia bisa berjualan secara online," jelasnya.
Sandination Academy dan YIS Gelar Master Class Financial di Jaksel
Sandination Academy bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Master Class Financial & Investment Series di Aula At-Taqwa, Jalan Jenggala II,... | Halaman Lengkap [530] url asal
#sandiaga-uno #entrepreneur-muda #entrepreneur
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/11/25 20:33
v/26093/
JAKARTA - Sandination Academy bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Master Class Financial & Investment Series di Aula At-Taqwa, Jalan Jenggala II, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Program tersebut bertujuan memberikan wawasan praktis bagi pelaku usaha muda mengenai pengelolaan keuangan, strategi investasi, serta kesiapan menembus pasar global.Kegiatan bertajuk 'Wawasan IPO, Keuangan dan Perbankan Syariah serta Go Global untuk Youthpreneurs Rocket Acceleration' ini diikuti 50 wirausaha muda terpilih dari program Rocket Acceleration.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan transformasi ekonomi umat, melalui perubahan dari Mustahiq (penerima manfaat) menjadi Muzakki (pemberi manfaat).
"Melalui semangat dan keteladanan, program ini diharapkan mampu mewujudkan transformasi Mustahiq to Muzakki. Kami ingin para pelaku usaha muda tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjadi pemberi manfaat bagi lingkungannya," ujar Sandiaga Uno dalam siaran pers, Senin (3/11/2025).
Program Master Class Financial & Investment ini juga berfokus pada dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Berdasarkan evaluasi Sandination Academy dan YIS, sebanyak 50 brand peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam omzet, inovasi produk, dan digitalisasi usaha.
Seperti Es Teler Bahagia, Fla Rabbit, dan Amertha yang omsetnya naik 100 persen, serta kenaikan engagement digital mencapai lebih dari 1,3 juta views di media sosial. Seiring dengan kampanye digital marketing di Instagram, TikTok, dan Shopee, 82 persen peserta mengalami peningkatan rata-rata followers hingga 30 persen.
Lewat pendampingan, terjalin kolaborasi bisnis antar brand seperti Macwish x Zanjus, Hey Soya x JBowl Banana Chips, dan Fla Rabbit x Aruna Farm yang meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk lokal. Total nilai ekonomi langsung mencapai sekira Rp2 miliar, termasuk peningkatan penjualan, akses pendanaan, dan bantuan modal usaha.
Program ini turut menciptakan lebih dari 150 lapangan kerja baru di berbagai sektor, memperkuat kolaborasi antar-brand, serta meningkatkan literasi keuangan dan investasi syariah di kalangan wirausaha muda. "Kami ingin membangun ekosistem bisnis muda yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai syariah. Bukan hanya sukses secara ekonomi, tapi juga memberi manfaat sosial yang luas," jelasnya.
Sesi pertama menghadirkan Frits Hendrico Tarihoran, konsultan IPO yang memaparkan pentingnya pemahaman fundamental tentang Initial Public Offering (IPO) sebagai strategi pendanaan jangka panjang.
Menurut Frits, IPO bukan sekadar menjual saham ke publik, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan, memperluas akses modal, serta menumbuhkan nilai bisnis secara berkelanjutan. "Dengan transparansi dan tata kelola yang baik, perusahaan dapat tumbuh lebih besar dan berkontribusi lebih luas," jelasnya.
Ia juga menguraikan pentingnya IPO Readiness, yakni mencakup kesiapan hukum, keuangan, serta tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) sebelum melantai di bursa. Peserta pun diajak memahami perbedaan antara equity financing dan debt financing, serta menentukan waktu yang tepat untuk go public.
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ahmad Fauqi, Sharia Compliance Advisory Team Leader Bank Syariah Indonesia (BSI). Dirinya menjelaskan konsep keuangan syariah sebagai sistem ekonomi yang adil, transparan, dan bebas riba.
Ia menekankan tiga pilar utama dalam penerapan prinsip syariah, yakni menghindari transaksi terlarang (riba, gharar, maysir, suap, dan pendapatan tidak halal), memenuhi ketentuan kontrak syariah seperti murabahah, musyarakah, dan mudharabah, serta menegakkan etika bisnis Islam yang jujur dan profesional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BSI memberikan bantuan modal usaha senilai Rp150 juta kepada 50 brand peserta melalui Project Collaboration Challenge, serta memfasilitasi pembukaan rekening syariah bagi seluruh peserta.
GEEM 2025 Perkuat Peran Guru Sebagai Penggerak Perubahan
Gelaran Global Entrepreneurship Education Meeting (GEEM) 2025 yang berlangsung di Tangerang pada 21–24 Oktober 2025 melahirkan tiga proyek kolaborasi lintas negara... | Halaman Lengkap [547] url asal
#guru #pendidik #entrepreneur #tips-wirausaha #sistem-pendidikan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/10/25 20:40
v/16405/
TANGERANG - Gelaran Global Entrepreneurship Education Meeting (GEEM) 2025 yang berlangsung di Tangerang pada 21–24 Oktober 2025 melahirkan tiga proyek kolaborasi lintas negara yang akan memperkuat ekosistem pendidikan kewirausahaan global. Ketiga proyek itu adalah riset bersama enam negara, program pelatihan untuk para trainers di tiga negara, dan pengembangan Kota Solok sebagai learning city.CEO dan Pendiri Sociopreneur Indonesia Dessy Aliandrina mengatakan GEEM adalah ajang tahunan para akademisi, fasilitator pendidikan, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, peneliti, hingga perwakilan dari UNESCO dan jejaring Entrepreneurship Education Network (EE-Net). GEEM 2025 dihadiri oleh 150 delegasi dari berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Pakistan, Sri Lanka, Singapura, China, dll.
Lebih jauh Dessy menjelaskan soal tiga proyek itu. Pertama, riset bersama enam negara akan mempertemukan akademisi dan praktisi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Sri Lanka, dan Pakistan untuk menyusun ulang kerangka pendidikan entrepreneurship agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
“Yang kedua, program “train for trainers” tiga negara yang melibatkan Pakistan, Sri Lanka, dan Indonesia berfokus pada pelatihan intensif bagi para pendidik agar mampu mencetak pelatih-pelatih baru di bidang pendidikan entrepreneurship,” kata Dessy dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (26/10/2025).
Terakhir, program pengembangan Kota Solok sebagai “learning city” adalah proyek bersama yang melibatkan Saverglobal (Australia), Sociopreneur Indonesia, dan Teach a Man to Fish (Inggris) untuk menjadikan Solok sebagai kota pembelajaran yang menumbuhkan literasi budaya dan finansial melalui pendidikan entrepreneurship.
Menurut Dessy, dalam kerangka baru, entrepreneurship tidak lagi mengikuti pola lama “take, make, waste”, tetapi beralih ke cara berpikir “create, care, regenerate” yang menempatkan entrepreneurship sebagai sarana untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Misi ini lahir sebagai respons terhadap kondisi nyata di lapangan. Dunia pendidikan masih terkotak dalam disciplinal silo, sehingga pendidikan entrepreneurship dianggap milik fakultas bisnis atau manajemen semata. Sementara di industri, masih ada kekhawatiran bahwa pelatihan entrepreneurship akan mendorong karyawan membangun usaha sendiri.
“Di tengah dunia pendidikan yang terus berubah, GEEM 2025 mengingatkan isu yang mendasar, yakni peran guru sebagai penggerak perubahan yang siap menghadapi dunia yang makin rumit,” tutur Dessy.
Melalui kerja sama dengan berbagai lembaga, GEEM 2025 memperkenalkan cara baru dalam melatih guru. Pelatihannya tidak berhenti pada teori mengajar, melainkan membekali mereka dengan kemampuan yang relevan untuk hidup masa kini, mulai dari literasi finansial dan digital, hingga pemahaman tentang keamanan siber.
“Guru adalah kelompok yang sangat rentan terhadap penipuan finansial, karena itu GEEM bekerja sama dengan lembaga keuangan global seperti Saver Global untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan pribadi para guru,” tutur Dessy.
Program Teacher Training yang diperkenalkan dalam forum ini juga berbeda. Selama enam bulan, peserta menerima beasiswa intensif berbasis tiga pilar utama: pendidikan entrepreneurship, literasi finansial, dan literasi digital. Tujuannya sederhana namun penting, yaitu membentuk guru yang tidak hanya piawai mengajar, tetapi juga tangguh dan cerdas dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin guru bisa menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan profesi mulianya,” ujar Dessy lagi. Esensinya bukan menjadikan guru pebisnis, melainkan menumbuhkan entrepreneurial mindset, yakni cara berpikir kreatif dan mandiri yang memperkaya profesionalisme mereka, baik dalam mengelola kelas maupun kehidupan pribadi.
Di tengah banyaknya pembicaraan soal kesejahteraan guru, langkah GEEM 2025 menawarkan pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya berbicara soal tunjangan atau fasilitas, program ini menguatkan guru dari dalam, yakni memperkaya pengetahuan, memperkuat karakter, dan membuka peluang baru. Pesan yang ingin disampaikan pun jelas, yakni bahwa pendidikan akan sekuat dan setangguh para guru yang menghayatinya.
Arsjad Rasjid ditunjuk untuk mengisi "board member" Endeavor Indonesia
Endeavor Indonesia, organisasi nirlaba bagian dari jaringan global Endeavor, menunjuk tiga tokoh untuk mengisi jajaran board member, salah satunya Arsjad ... [471] url asal
#endeavor #endeavor-indonesia #arsjad-rasjid #entrepreneur #wirausahawan
Kami menyambut dengan bangga hadirnya Arsjad Rasjid, Jacqueline Poh, dan Achmad Zaky yang lewat keunggulan di masing-masing bidang...
Jakarta (ANTARA) - Endeavor Indonesia, organisasi nirlaba bagian dari jaringan global Endeavor, menunjuk tiga tokoh untuk mengisi jajaran board member, salah satunya Arsjad Rasjid yang merupakan anggota Dewan Komisaris PT Indika Energy Tbk (INDY).
Selain Arsjad, organisasi ini juga menunjuk Jacqueline Poh (CEO JTC Corporation) dan Achmad Zaky (Founding Partner Init 6) untuk bergabung pada jajaran board member Endeavor Indonesia.
“Kami menyambut dengan bangga hadirnya Arsjad Rasjid, Jacqueline Poh, dan Achmad Zaky yang lewat keunggulan di masing-masing bidang siap membantu membuka peluang kolaborasi dan mendorong lahirnya entrepreneur berkelas dunia,” kata Managing Director Endeavor Indonesia Monika Rudijono dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa.
Ketiga board member terbaru akan bergabung bersama 16 board lainnya, seperti Harun Hajadi (Managing Director Ciputra Group), Pandu Patria Sjahrir (Chief Investment Officer Danantara), Nick Nash (Managing Partner & Co-Founder Asia Partners), Jefrey Joe (Co-Founder & General Partner Alpha JWC Ventures), dan Alvin Sariaatmadja (President Director Emtek).
Board Endeavor Indonesia mewakili kelompok terkurasi dari para pemimpin bisnis dan wirausahawan lintas industri dan sektor yang berperan dalam membimbing misi serta pertumbuhan organisasi.
Menurut organisasi ini, kehadiran tiga board member baru semakin memperkuat komitmen untuk melahirkan lebih banyak wirausahawan dengan dampak tinggi (high-impact entrepreneurs)yang mampu memberikan dampak luas hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Arsjad sendiri memandang bahwa wirausahawan memegang peran penting dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
“Bersama Endeavor, saya berharap dapat berkontribusi bagi perkembangan kewirausahaan nasional agar memperkuat ekonomi sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di kawasan dan bagian dari rantai nilai global,” kata Arsjad.
Kehadiran Arsjad di jajaran board member Endeavor Indonesia diharapkan memperkuat misi organisasi dalam memperluas dampak wirausaha serta membangun iklim usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebelum menduduki jabatan sebagai Komisaris Indika Energy, sebelumnya Arsjad memimpin perusahaan sektor pertambangan itu sebagai Presiden Direktur selama 2007-2025.
Di bawah kepemimpinannya, Indika Energy mencatat transformasi besar dengan peningkatan aset hingga tujuh kali lipat, dari Rp2,78 triliun menjadi Rp18,28 triliun hanya dalam enam tahun.
Arsjad juga memimpin proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Indika Energy pada 2008 dan mendorong diversifikasi bisnis perusahaan dari batu bara ke sektor masa depan seperti energi terbarukan, kendaraan listrik, logistik, teknologi, serta solusi berbasis alam.
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Founder & Chairman Sriwijaya Capital, sebuah perusahaan private equity dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Di luar kiprahnya di sektor korporasi, Arsjad aktif memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui perannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2025.
Ia juga berperan sebagai tuan rumah KTT B20 tahun 2022, Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) 2023, serta kini memegang posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia dan Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC).
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Program Magang Nasional, Peran Kampus & Potret Ketenagakerjaan RI
Tujuan utama Program Magang Nasional meningkatkan kompetensi, pengalaman kerja, dan memperluas peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi. [1,352] url asal
#program-magang-nasional-2025 #sarjana #diploma #menteri-ketenagakerjaan #perguruan-tinggi #pengangguran #entrepreneurship #pemprov-banten #pemda
(CNBC Indonesia - Opini) 16/10/25 18:07
v/5945/
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com
Program Magang Nasional diperuntukkan untuk sarjana dan diploma yang baru lulus maksimal satu tahun sejak tanggal ijazah diterbitkan. Program ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 8 Tahun 2025.
Tujuan utama Program Magang Nasional meningkatkan kompetensi, pengalaman kerja, dan memperluas peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi. Selama masa pemagangan, peserta diberi uang saku setara dengan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Agar program bisa berjalan dengan optimal dan tepat sasaran diperlukan sinergi dengan perguruan tinggi yang ada di daerah masing-masing. Kementerian perlu memberikan prioritas kepada perguruan tinggi yang selama ini memiliki jumlah mahasiswa yang tergolong besar dan memberlakukan biaya kuliah yang murah serta terjangkau oleh masyarakat luas.
Universitas yang memungut biaya kuliah yang tinggi menurut ukuran masyarakat sebaiknya tidak menjadi prioritas, karena sebagian besar mahasiswanya tentunya dari keluarga mampu yang notabene tidak memiliki persoalan untuk mencari pekerjaan.
Provinsi Banten saat ini memiliki problem ketenagakerjaan yang cukup kompleks. Apalagi di wilayah Banten Selatan. Masalah pengangguran dengan kriteria berpendidikan jumlahnya cukup besar. Sehingga program magang bergaji UMK di provinsi itu sangat dibutuhkan.
Pemerintah provinsi Banten berserta pemerintah kabupaten dan kota perlu melakukan kerja sama yang berkelanjutan terkait dengan aspek luas program magang dengan perguruan tinggi yang selama sepuluh tahun terakhir memiliki jumlah mahasiswa yang besar dan keanekaragaman jumlah program studi (prodi).
Yang memenuhi kriteria di atas antara lain adalah Universitas Pamulang (Unpam). Universitas yang menjadi favorit masyarakat itu dikenal sebagai kampus yang merakyat. Tercatat memiliki jumlah mahasiswa sekitar 102.000 orang per akhir 2024. Pada tahun kuliah semester ganjil tahun lalu tercatat 28.600 mahasiswa. Sedangkan jumlah mahasiswa baru Unpam semester ganjil 2025 sekarang ini mencapai 25.700-an.
Jumlah tersebut menjadikannya salah satu universitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia selain Universitas Terbuka (UT). Angka ini didukung oleh 1.814 dosen.
Pengelola Unpam bertekad "melenyapkan" semua penghalang utama agar setiap warga negara dari berbagai lapisan sosial bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Mulai dari penghalang berupa keterbatasan finansial sampai fisik.
Pendidikan tinggi yang murah sehingga bisa diakses siapapun menjadi salah satu visi utama berdirinya Unpam. Namun, sekalipun berbiaya murah, Unpam menjaga mutu perkuliahan sesuai dengan indikator yang digariskan pemerintah. Unpam menyediakan 38 program studi. Seluruh mahasiswa prodi wajib menempuh dan lulus mata kuliah entrepreneurship.
Keniscayaan bagi Unpam untuk meningkatkan kerja sama berbagai bidang dengan Pemprov Banten dan seluruh pemda tingkat dua yang ada di wilayah tersebut. Apalagi Unpam juga memiliki kampus yang tersebar, salah satunya di Kota Serang.
Pemilihan program magang sebaiknya disesuaikan dengan masalah aktual yang dihadapi warga Banten pada saat ini. Yang sering mengemuka di tengah publik adalah masalah ketenagakerjaan beserta aspek luasnya, pengembangan SDM teknologi dan industri.
Kemudian tata kelola pemerintah daerah berbasis platform digital, pengelolaan sampah, pengembangan start up, masalah tata ruang dan perencanaan wilayah, mitigasi bencana terkait bangunan publik dan permukiman, dan masih banyak lagi inisiatif untuk Banten yang sesuai dengan bermacam prodi di Unpam yang telah eksis serta kepakaran para dosen dan guru besarnya.
Keniscayaan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan industri, perguruan tinggi dan lembaga profesi untuk mewujudkan postur SDM yang notabene adalah angkatan kerja yang bisa terserap dengan kebutuhan pasar ketenagakerjaan. Perlu kerja sama antara pemda dan perguruan tinggi untuk membuat platform digital ketenagakerjaan yang bisa mengelola portofolio kompetensi warga Banten.
Untuk menghadapi persaingan lapangan kerja dibutuhkan balai latihan kerja (BLK) yang modern yang mampu melatih angkatan kerja dengan kompetensi terkini sesuai dengan era Industri 4.0. Saat ini Banten telah memiliki Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) di Serang. Balai ini perlu dikembangkan dengan berbagai latihan jenis pekerjaan yang lebih beragam dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Modernisasi BLK perlu sinergi antara pemda dan perguruan tinggi dengan cara membangun berbagai simulator jenis-jenis pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha atau industri. Metode simulator bisa melatih atau magang angkatan kerja secara masif dan lebih murah karena tidak menghabiskan material habis pakai. Begitupun waktu kursus bisa lebih fleksibel dan lebih cepat hingga tahap sertifikasi.
Keadaan ketenagakerjaan Provinsi Banten pada 2024, dilansir dari BPS memperlihatkan penduduk usia kerja sebanyak 9,39 juta orang. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja (6,21 juta orang), sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 3,18 juta orang. Komposisi angkatan kerja pada Agustus 2024 terdiri dari 5,8 juta orang penduduk yang bekerja dan 414,75 ribu orang pengangguran.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dari 64,44 persen pada Agustus 2023 menjadi 66,17 persen pada Agustus 2024. TPAK sebesar 66,17 persen berarti dari 100 orang penduduk usia kerja terdapat sekitar 66 hingga 67 orang yang aktif secara ekonomi, baik mereka yang sedang bekerja maupun mereka yang sedang mencari pekerjaan.
Pada Agustus 2024, sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor industri. Sekitar 21,53 persen (1,25 juta orang) dari penduduk bekerja di Provinsi Banten bekerja di sektor tersebut. Industri yang banyak berkembang di Banten adalah industri makanan dan minuman.
Lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja berikutnya adalah sektor perdagangan sebesar 20,86 persen (1,21 juta orang) dan sektor pertanian sebesar 13,32 persen (772 ribu orang).
Komposisi penduduk bekerja berdasarkan lapangan usaha jika dilihat berdasarkan daerah menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan. Di pedesaan, lapangan usaha yang paling banyak digeluti adalah sektor pertanian. Sebanyak 40,76 persen atau 529 ribu orang dari penduduk yang bekerja di pedesaan bekerja di sektor pertanian. Sedangkan di perkotaan, sektor yang banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor industri pengolahan sebesar 24,47 persen atau sebanyak 1,1 juta orang.
Persentase penduduk bekerja dengan pendidikan rendah mengalami peningkatan sementara persentase penduduk bekerja berpendidikan menengah dan berpendidikan tinggi menurun. sebagian besar pekerja berpendidikan menengah yaitu sekitar 42,65 persen.
Pekerja berpendidikan tinggi di perkotaan mencapai 15,64 persen. Sementara itu, sebagian besar penduduk bekerja di pedesaan hanya berpendidikan dasar (78,99 persen) dan yang merupakan lulusan perguruan tinggi hanya 3,33 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kualitas penduduk bekerja di pedesaan masih tertinggal dibandingkan dengan perkotaan. TPT penduduk dengan tingkat pendidikan SMK tercatat paling tinggi dibanding tingkat pendidikan lainnya, yaitu sebesar 11,58 persen. Ke depan pemilihan jurusan pada SMK juga disesuaikan dengan jenis lapangan kerja yang tersedia.
Keniscayaan bagi Banten membenahi program vokasional. Ternyata, usaha untuk menguatkan pendidikan vokasi masih terkendala oleh masalah kekurangan guru produktif.
Guru produktif memiliki peran strategis untuk mengembangkan bakat generasi muda sebagai angkatan kerja yang berdaya saing. Kekurangan guru produktif bisa diatasi dengan kerja sama perguruan tinggi yang berbasis Entrepreneurship.
Jika jumlah guru produktif tercukupi jumlahnya, maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah-daerah bisa lebih mudah ditransformasikan menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Penerapan status BLUD harus semakin digencarkan, baik di SMK negeri maupun swasta lewat metode teaching factory
Yakni metode pembelajaran praktik dengan alat praktik yang sama dengan industri. Hal ini memungkinkan SMK dan siswa memproduksi barang dan jasa yang sama dengan standar industri.
(miq/miq)
Nobel Ekonomi, Prabowonomics, dan Kesenjangan Inovasi Kita
Penghargaan Sveriges Riksbank 2025 kepada tiga ekonom Joel Mokyr, Philippe Agion dan Peter Howitt sangat relevan dengan Prabowonomics. [1,648] url asal
#nobel-ekonomi #prabowonomics #ekonomi #ilmu-ekonomi #inovasi #entrepreneur #research-and-development #perekonomian #ilmu-pengetahuan
(CNBC Indonesia - Opini) 15/10/25 13:42
v/4194/
Catatan: Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi CNBCIndonesia.com
The Royal Swedish Academy of Sciences memberikan penghargaan prestisius Sveriges Riksbank tahun 2025 dalam bidang ilmu ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel kepada tiga ekonom, yaitu Joel Mokyr dari Northwestern University, Evanston, USA, Philippe Aghion dari The London School of Economics and Political Science, UK dan Peter Howitt dari Brown University, Providence, USA.
Penghargaan yang diumumkan pada Senin (13/10/2025) pukul 16.45 WIB diberikan kepada ketiga ekonom di atas karena kontribusinya dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven economic growth).
Teorinya yang memiliki pengaruh sangat kuat adalah The Theory of Sustained Growth Throught Creative Destruction (teori pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui destruksi kreatif). Teori ini didasarkan pada paradigma pertumbuhan Austrian Economist, Joseph Schumpeter.
Schumpeterian growth paradigm menekankan pada inovasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Intensitas inovasi tinggi karena didukung oleh kebijakan dan institusi ekonomi berupa rule of law memberikan insentif kepada entrepreneur melakukan research and development (R&D). Terjadi proses destruksi kreatif, yaitu inovasi baru menggantikan teknologi lama.
Paradigma Baru
Ekonom Philippe Aghion dan Peter Howitt (1992) yang berbagi hadiah Sveriges Riksbank memperkenalkan paradigma baru pertumbuhan berbasis pada Schumpeterian growth pardigm. Keduanya menyatakan terdapat dua input utama dalam mendorong pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP), yaitu akumulasi modal dan inovasi.
Di mana, inovasi baru yang menggantikan teknologi lama meningkatkan akumulasi modal dan marginal product of capital (tambahan output akibat tambahan satu unit barang modal/ MPK). Peningkatan MPK mencerminkan perubahan GDP yang besar akibat peningkatan investasi (perubahan barang modal).
Seperti sebuah siklus, mula-mula inovasi meningkatkan akumulasi modal dalam perekonomian. Pada tahap kedua, peningkatan akumulasi modal kembali mendorong inovasi lebih lanjut dan seterusnya.
Implikasinya, perusahaan memperoleh keuntungan karena efisiensi sebagai hasil dari inovasi baru. Dus, terdapat keuntungan lebih yang dapat digunakan untuk inovasi berkesinambungan melalui R&D.
Sementara ekonom Joel Mokyr dalam The Institutional Origins of the Industrial Revolution (2008) menyatakan bahwa prasyarat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah adanya aliran ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan ke dalam perekonomian. Tidak hanya itu, secara institusional juga harus didukung oleh kultur masyarakat yang terbuka terhadap perubahan dan ide-ide baru.
Sejarah mencatat, Inggris yang memimpin kemajuan teknologi pada periode 1760-1850 mencetak pertumbuhan ekonomi tinggi karena didukung oleh angkatan kerja berkualitas. Terdapat lapisan pekerja profesional berpendidikan dan berketerampilan tinggi serta adaptif terhadap perubahan teknologi sebagai penggerak inovasi.
Paradigma baru pertumbuhan ekonomi yang diperkenalkan oleh ketiga ekonom di atas menggantikan paradigma lama pertumbuhan neoclassic dari Robert Solow. Di mana, menurut Solow growth model, pertumbuhan GDP tergantung pada akumulasi modal yang dibiayai dari tabungan (saving).
Paradigma lama menekankan pada akumulasi modal dalam mendorong pertumbuhan GDP. Di mana, tabungan dinyatakan sebagai persentase tertentu yang konstan terhadap GDP. Tabungan (sama dengan investasi, S = I) meningkat seiring dengan peningkatan GDP.
Hingga pada titik tertentu, pertumbuhan terhenti karena depresiasi modal lebih tinggi dibandingkan penambahan tabungan. Sehingga dalam pandangan Solow, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hanya dapat terjadi jika didukung oleh kemajuan teknologi.
Meskipun demikian, Solow tidak menjelaskan mengenai sumber dari kemajuan teknologi dan fenomena konvergensi antara peningkatan GDP per kapita di negara berkembang dengan negara maju. Teori pertumbuhan Solow juga tidak menjelaskan transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang.
Prabowonomics
Penghargaan Sveriges Riksbank 2025 kepada tiga ekonom Joel Mokyr, Philippe Agion dan Peter Howitt sangat relevan dengan Prabowonomics, kebijakan ekonomi Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari sekitar 5,0 persen menjadi 6,0 - 8,0 persen hingga tahun 2029.
Sejalan dengan ketiga ekonom di atas, terdapat empat agenda utama yang menjadi pekerjaan rumah Presiden Prabowo, yaitu: pertama, mengadopsi prinsip Mokyr, Agion dan Howitt bahwa more innovation, more capital accumulation (lebih banyak inovasi, lebih besar akumulasi modal) dan more competition, more innovation (semakin tinggi persaingan, semakin intensif inovasi).
Hal ini sama dengan temuan World Bank (WB) di negara maju dan berkembang bahwa setiap kenaikan 10 persen pengeluaran R&D meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2 persen dalam jangka pendek. Sementara dalam jangka panjang, kenaikan belanja R&D sebesar 10 persen meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,9 persen.
Temuan ini juga sejalan dengan strategi pemerintah China yang sedang meningkatkan pertumbuhan belanja R&D menjadi 7,0 persen per tahun. Targetnya, China menjadi pusat inovasi teknologi tinggi global pada tahun 2050.
Berdasarkan prinsip more competition, more innovation, pemerintah China melakukan liberalisasi ekonominya sejak 50 tahun lalu. Menggeser perekonomian China dari yang dikendalikan negara menjadi market ouriented. Sehingga dengan persaingan dan inovasi tinggi membuat pertumbuhan ekonomi China lebih dari 10 persen selama 33 tahun, sejak 1977 - 2010.
Kedua, memperbesar porsi tenaga kerja terampil dalam perekonomian nasional. Berdasarkan laporan WB, akibat perbedaan ketersediaan angkatan kerja terampil, hanya beberapa dari 33 negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 10 persen dalam kurung waktu 50 tahun pada beberapa dekade lalu yang berhasil naik status menjadi negara maju.
Sebagai contoh, Jepang dan Brasil yang sama-sama tumbuh double digit selama sembilan tahun, yaitu dari 1960-1969 untuk Jepang dan Brazil tahun 1966 - 1975. Perbedaan keduanya, Jepang mengandalkan tenaga kerja terampil berpendidikan tinggi, adopsi dan adaptasi teknologi dari luar. Sementara Brazil, fokus pada reformasi keuangan dan modernisasi ekonomi.
Demikian juga dengan Korea Selatan (Korea) yang sukses bertransformasi menjadi negara maju dalam jangka waktu 50 - 60 tahun. Kisah sukses Korea karena didukung oleh konsistensi pemerintahnya menyediakan anggaran pendidikan sebesar 20 persen atau lebih dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-nya (APBN) sejak tahun 1980-an hingga saat ini.
Pemerintah Korea mendirikan researchuniversity (universitas riset) sebagai fondasi untuk mengadopsi dan mengadaptasi teknologi baru dari negara maju. Kebijakan pendidikan Korea menciptakan keterkaitan antara sektor pendidikan, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.
Besarnya proporsi tenaga kerja terampil Korea membuat tingginya persentase kelas menengahnya sejak tahun 1990-an hingga saat ini, yaitu lebih dari 53 persen populasi. Lapisan kelas menengah Korea adalah pekerja profesional berpendidikan tinggi sebagai basis kegiatan inovasi untuk pertumbuhan berkelanjutan.
Kondisi ini kontras dengan Indonesia yang jumlah kelas menengahnya hanya 21,45 persen dari populasi pada tahun 2019, menjadi 19,82 persen tahun 2021, dan 17,13 persen tahun 2024. Di mana, Hukum Engel mengatakan bahwa semakin rendah pendapatan maka porsi pengeluaran untuk makanan dan minuman semakin tinggi, sementara untuk pendidikan semakin rendah.
Ketiga, meningkatkan pembiayaan R&D dalam rangka mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Faktanya, dari 33 negara yang mampu mencapai pertumbuhan double digit lebih dari 10 tahun dalam beberapa dekade lalu, hanya Jepang, Hong Kong, Korea, Taiwan, dan Singapura yang berhasil naik kelas menjadi negara maju.
Perekonomian kelima negara di atas digerakkan oleh inovasi dengan anggaran R&D besar. Sementara, negara lainnya gagal karena pertumbuhan ekonominya hanya bertumpu pada ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA), seperti Botswana, Azerbaijan, Iran, Nigeria dan lainnya.
Sementara, negara-negara yang mencapai status sebagai negara maju memiliki pengeluaran R&D lebih dari 2,0 persen GDP-nya. Sebagai contoh, Jepang sekitar 3,3 persen, Korea bahkan sebesar 4,93 persen, Jerman 3,14 persen, Perancis 2,22 persen, dan AS 3,46 persen pada tahun 2021.
Selanjutnya, negara yang terjebak sebagai negara berpendapatan menengah (middle income trap) memiliki pengeluaran R&D lebih kecil. Sebagai contoh, Indonesia hanya 0,42 persen tahun 2024, Vietnam 0,43 persen tahun 2021, Afrika Selatan 0,60 persen tahun 2020, India 0,65 persen tahun 2020, dan Rusia 0,94 persen tahun 2022.
Keempat, melakukan reformasi kelembagaan (institutional change) untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, berupa rule of law, seperti penegakan hukum paten. Lemahnya penegakan hukum paten di negara berkembang menyebabkan kesenjangan pendaftaran paten antara negara maju dengan negara berkembang.
Sebagai contoh, penegakan hukum paten di China yang kuat berdampak pada jumlah pendaftaran paten oleh penduduk negara bersangkutan meningkat dari 4.305 tahun 1990 menjadi 127.042 tahun 2024. Hal ini kontras dengan Indonesia yang hanya 34 tahun 1990 menjadi 1.397 tahun 2024.
Kurangnya insentif kelembagaan (institutional insentive) bagi penduduk Indonesia untuk meneliti membuat pekerja sektor R&D sangat kecil, yaitu hanya 108.224 orang. Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan Jepang yang mencapai 911.620 orang, China 5,269 juta orang, Australia 121.864 orang, Korea 545,435 orang, dan AS 1,614 juta orang tahun 2024
Hal ini berdampak pada mandegnya inovasi teknologi di Indonesia. Di mana skor penguasaan teknologi Indonesia hanya 5,5, jauh lebih rendah dibandingkan China 70,1, Jepang 47,4 dan AS 93,8 tahun 2024. Skor Indonesia juga lebih rendah dari Pilipina sebesar 10,9 dan Thailand 13,8 dari skor tertinggi 100 pada tahun 2024.
Akhir kata, untuk menghindari kesenjangan inovasi, rendahnya akumulasi modal dan pertumbuhan ekonomi rendah, pemerintah harus fokus pada empat agenda di atas sekaligus memberikan insentif pajak berupa tax credit dan bahkan subsidi kepada pelaku usaha yang melakukan R&D, serta mendorong penegakan hukum Paten untuk melindungi para peneliti (inovator).
(miq/miq)
Kisah Inspiratif Bang RAN, dari Jerat Utang Trading Kini Bangun Komunitas Gratis
Di balik kesuksesan seorang pengusaha, sering kali tersimpan kisah perjuangan yang luar biasa. Hal ini terbukti dari perjalanan hidup Bang RAN, seorang entrepreneur... | Halaman Lengkap [632] url asal
#kisah-inspiratif #success-story #trading #komunitas #entrepreneur
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/10/25 11:22
v/3996/
JAKARTA - Di balik kesuksesan seorang pengusaha , sering kali tersimpan kisah perjuangan yang luar biasa. Hal ini terbukti dari perjalanan hidup Bang RAN, seorang entrepreneur muda yang kini dikenal sebagai trader sukses dan pendiri komunitas RAN TRADE.Kisahnya berawal dari keterpurukan ekonomi keluarga hingga harus tinggal di panti asuhan,seakan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah nasib. Pria dengan nama asli Ranto Siagian ini lahir di Samarinda pada 25 Agustus 1998.
Ia berasal dari keluarga sederhana yang sempat mengalami keterpurukan ekonomi. Kondisi tersebut memaksa orang tuanya membuat keputusan berat: menitipkan Bang RAN dan beberapa saudaranya ke panti asuhan agar pendidikan mereka tetap terjamin. "Di panti asuhan saya belajar banyak hal. Karena sebelum masuk panti, saya tidak terlalu tahu banyak hal, minim skill," kenang Bang RAN.
Masa-masa di panti asuhan, dari kelas 1 hingga lulus SMK, justru menjadi titik balik yang membentuk karakternya. Di sanalah ia mengasah berbagai kemampuan, mulai dari bermain musik, public speaking saat berinteraksi dengan para donatur, hingga membangun kedisiplinan melalui jadwal kerja bakti dan kegiatan rutin yang terstruktur.
Namun, jalan hidupnya kembali diuji. Rencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah harus pupus karena kendala finansial yang dialami oleh sponsor panti. Tanpa pilihan lain, Bang RAN memutuskan untuk keluar dari panti dan terjun langsung ke dunia kerja.
Perjalanan kariernya dimulai dari bawah. Berbagai pekerjaan ia lakoni, mulai dari menjadi waiter dan pencuci piring di hotel, admin di perusahaan Astra, EDP di Indomaret, hingga banting setir menjadi pengemudi ojek online. "Saat menjadi Gojek, saya belajar banyak tentang kesabaran. Menghadapi berbagai macam karakter customer, direndahkan, bahkan orderan dibatalkan tanpa alasan yang jelas," tuturnya.
Momen saat menjadi pengemudi Gojek inilah yang menjadi pemicu perubahan besar dalam pola pikirnya. Ketika mengantar pesanan makanan dengan nominal yang fantastis, ia selalu bertanya-tanya. "Kenapa mereka bisa dengan mudah membelanjakan uang sebanyak itu, sementara saya bekerja seharian penuh hanya untuk mendapatkan Rp100-150 ribu?" kenangnya.
Dorongan untuk mencari penghasilan yang lebih baik membawanya ke dunia bisnis online. Namun, usahanya sebagai reseller dan dropshipper tak membuahkan hasil.
Pencariannya akhirnya membawanya ke dunia trading . Namun, alih-alih menjadi jalan pintas menuju kesuksesan, trading justru membawanya ke titik terendah dalam hidup.
"Apakah saya langsung berhasil? Oh, sangat tidak! Saya hancur sehancurnya. Utang di mana-mana, barang-barang bahkan tabungan habis terjual karena trading," ungkapnya jujur.
Di tengah keterpurukan itu, dukungan dari sang kekasih yang kini telah menjadi istrinya menjadi sumber kekuatan. Sebuah kalimat darinya terus terngiang, "Kalau kamu habisnya cepat di industri ini, berarti kamu ada potensi dapat duit lebih banyak dan cepat juga di industri ini."
Berbekal semangat baru, Bang RAN mulai mempelajari kembali setiap kesalahannya. Prosesnya tidak instan. Butuh waktu bertahun-tahun, jatuh bangun dan kerugian finansial yang tidak sedikit hingga ia berhasil menemukan metode tradingnya sendiri.
Sejak 2018, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. Utang perlahan terlunasi dan trading menjadi sumber penghasilan utamanya (trading for living). Dari keuntungan trading, ia mampu membiayai pernikahannya, membeli rumah, mobil dan bahkan mengembangkannya ke beberapa unit bisnis lain seperti bengkel, laundry dan usaha minuman.
Kisah suksesnya menyebar dari mulut ke mulut, dan banyak orang memintanya untuk berbagi ilmu. Awalnya ia ragu, mengingat betapa sulit perjuangannya untuk mendapatkan ilmunya tersebut. "Tapi saya pikir lagi, itu tidak baik. Ilmu itu harus dibagikan," ujarnya. Beri Kemudahan Belajar Forex untuk Pemula
Akhirnya, Bang RAN memutuskan untuk mendirikan komunitas RAN TRADE sebagai wadah edukasi gratis. Di komunitas ini, ia mengajarkan metodenya secara cuma-cuma, dengan harapan agar orang lain tidak mengalami kehancuran yang pernah ia rasakan.
Hingga hari ini, komunitas RAN TRADE telah memiliki puluhan ribu anggota dan terus berkembang. Misinya sederhana: mencetak trader yang mandiri dan membantu lebih banyak orang untuk mencapai kebebasan finansial. "Visi saya adalah menjadi bermanfaat bagi orang-orang sekitar dengan ilmu yang saya miliki. Saya ingin semakin banyak yang terbantu dari komunitas yang sudah saya bentuk," jelasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56