Bisnis.com, BATAM — Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Desember 2025 mencapai US$2.071,02 juta, atau meningkat 12,60% dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar US$1.839,28 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga mengatakan peningkatan ekspor tersebut terutama didorong oleh kinerja ekspor nonmigas yang tumbuh signifikan.
"Pada Desember 2025, ekspor nonmigas Kepri mencapai US$1.743,02 juta, naik 18,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Toto dikutip dari laman resmi.
Sementara itu, ekspor migas pada Desember 2025 tercatat sebesar US$328,00 juta, mengalami penurunan 10,49% dibandingkan Desember 2024.
Secara kumulatif, nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$24.194,78 juta. Angka ini meningkat 17,37% dibandingkan total ekspor pada periode yang sama tahun 2024 sebesar US$20.614,49 juta.
Menurut Toto, kenaikan ekspor kumulatif tersebut juga ditopang oleh peningkatan ekspor nonmigas yang tumbuh 18,35%, dari US$17.106,44 juta pada 2024 menjadi US$20.717,35 juta pada 2025.
Dari sisi komoditas, ekspor nonmigas Kepri selama Januari–Desember 2025 masih didominasi oleh mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan nilai mencapai US$10.186,36 juta atau berkontribusi 49,17% terhadap total ekspor nonmigas.
Komoditas nonmigas utama lainnya meliputi berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$1.036,88 juta (5,00%), benda-benda dari besi dan baja (HS 73) senilai US$937,10 juta (4,52%), serta kakao/cokelat (HS 18) sebesar US$819,57 juta (3,96%).
Selain itu, ekspor minyak dan lemak hewan atau nabati (HS 15) tercatat US$751,71 juta (3,63%), perangkat optik (HS 90) sebesar US$352,29 juta (1,70%), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar US$322,72 juta (1,56%).
Untuk komoditas perikanan, nilai ekspor ikan dan udang (HS 03) pada Desember 2025 mencapai US$3,32 juta, atau meningkat 2,01% dibandingkan Desember 2024.
BPS menilai tren positif ekspor nonmigas menunjukkan peran penting sektor industri pengolahan dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kepulauan Riau.