Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Kamis (19/2/2026). Tahun ini, puasa Ramadan tidak dilakukan berbarengan dengan Muhammadiyah yang sudah ditetapkan satu hari sebelumnya pada Rabu (18/2).
Puasa Ramadan merupakan puasa wajib yang harus dijalankan oleh umat Islam selama satu bulan penuh.
Tak hanya menahan lapar dan minum, muslim juga diminta untuk menahan hawa nafsu selama berpuasa.
Puasa dilakukan yakni sejak terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Setelah mendengarkan adzan magrib, umat muslim diwajibkan untuk menyegerakan berbuka puasa.
Bagi umat muslim yang berpuasa, wajib membatalkan puasa setelah mendengar azan Magrib.
Ketika berbuka puasa, Nabi Muhammad mengawali berbuka puasa dan tidak menunda. Ini menjadi sunah berpuasa yang bisa kita tiru dari Rasulullah.
Sabda Nabi: "Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur." (Muttafaq Alaih)
Doa Berbuka Puasa
Disebutkan dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Abu Daud, bacaan doa buka puasa Ramadan adalah sebagai berikut:
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: "Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki"
Sementara doa buka puasa yang lainnya seperti yang ada di Kitab Fathul Mu'in juz 2 halaman 279 dijelaskan:
Ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadits riwayat Mu'adz bin Zuhrah. Sementara, lafal doa dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air.
وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.
"Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'."
Niat Puasa Ramadan
Adapun niat membaca doa puasa Ramadan yakni sebagai berikut ini.
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadana hadzihis sanati lillahi ta‘ala
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan ramadan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Lafal niat di atas dikutip dari Kitab Minhajut Thalibin dan Perukunan Melayu. Kata “ramadana” merupakan mudhaf ilaihi sehingga dibaca khafadh dengan tanda baca akhirnya berupa fathah, sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan tanda baca kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.