Desa Sejahtera Astra Nyarai di Padang Pariaman mengalami transformasi melalui ekowisata, Masyarakat beralih dari penebangan kayu menjadi pemandu wisata. [479] url asal
Desa Sejahtera Astra Nyarai di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, mengalami perubahan signifikan, khususnya dalam peningkatan pendapatan masyarakat.
Transformasi tersebut didorong pengembangan ekowisata berbasis pelestarian lingkungan yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat.
Perubahan ini bermula dari inisiatif warga desa, Ritno Kurniawan, yang kini dikenal sebagai penggerak utama pengembangan ekowisata di kawasan tersebut.
Sebelumnya, sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan, termasuk Ritno yang memperoleh penghasilan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam sepekan.
Aktivitas ini tidak hanya berisiko tinggi terhadap keselamatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan lindung Bukit Barisan.
Melihat potensi alam Nyarai yang memiliki keindahan jalur trekking, lubuk dan kolam alami, hingga jalur arung jeram, Ritno mulai mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Melalui pendekatan persuasif serta pendampingan langsung, masyarakat secara bertahap mulai melihat peluang baru dalam pengelolaan potensi wisata alam yang lebih berkelanjutan.
"Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I merupakan kawasan dengan potensi wisata alam yang besar. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata penghasilan rata-rata mencapai Rp400-500 ribu per minggu," ujar Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan dikutip Selasa (7/4).
Perubahan tersebut semakin terakselerasi melalui dukungan program Desa Sejahtera Astra yang memberikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan peralatan pendukung, serta pengembangan atraksi wisata baru seperti arung jeram.
Dalam waktu sekitar tiga bulan, masyarakat yang sebelumnya belum memahami standar pengelolaan pariwisata mampu meningkatkan keterampilan menjadi pemandu wisata alam secara lebih profesional.
Saat ini tercatat sebanyak 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang di antaranya menjadi pengurus inti.
Masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas penebangan kayu kini bertransformasi menjadi pemandu wisata alam yang profesional dan tersertifikasi.
Seiring meningkatnya aktivitas wisata, ekosistem ekonomi desa turut berkembang melalui hadirnya homestay, layanan pemandu wisata, serta berbagai usaha pendukung lainnya.
Peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara termasuk dari Malaysia, turut memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal.
Menurutnya, pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
"Ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan, penguatan kapasitas, serta dukungan ekosistem yang tepat, mereka tidak hanya memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan secara berkelanjutan," ujar Djony.
Ke depan, pengembangan Desa Sejahtera Astra Nyarai diharapkan terus memperkuat ekosistem ekonomi desa berbasis pariwisata alam yang berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagaimana pengelolaan potensi lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan.
Semangat Astra untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi multipihak dan pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan adalah sejalan dengan cita cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk menegaskan strategi penguatan fondasi nilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta ... [922] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk menegaskan strategi penguatan fondasi nilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta diversifikasi portofolio usaha sebagai kunci menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam wawancara bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan perjalanan panjang Astra selama 69 tahun tidak sekadar mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.
“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa,” ujar Djony
Menurut Djony, fondasi utama yang membuat Astra tetap bertahan dan relevan sejak berdiri adalah filosofi “pohon rindang” yang diwariskan oleh pendiri Astra William Soeryadjaya. Filosofi tersebut menggambarkan peran Astra sebagai perusahaan yang tidak hanya bertumbuh kuat, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Filosofi tersebut diwujudkan melalui nilai-nilai Catur Dharma yang menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan. Djony menegaskan bahwa Catur Dharma bukan sekadar prinsip normatif, melainkan nilai yang dihidupi dalam operasional sehari-hari.
“Nilai ini menjadi kompas bagi seluruh insan Astra, memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah berbagai dinamika,” katanya.
Dalam implementasinya, Astra menerjemahkan nilai tersebut ke dalam strategi 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan kinerja bisnis dengan aspek keberlanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi perubahan.
Djony menambahkan bahwa selain nilai, faktor manusia atau people legacy menjadi elemen penting dalam menjaga kesinambungan Astra dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut dia, perusahaan tidak hanya dibangun oleh sistem dan strategi, tetapi oleh orang-orang yang menjalankannya.
“Astra terus mencari dan mengembangkan talenta baru, serta menyiapkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan integritas,” ujarnya.
Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai program, seperti rotasi lintas lini bisnis, penugasan strategis, serta peningkatan tanggung jawab secara bertahap. Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman yang komprehensif bagi calon pemimpin Astra.
Djony menekankan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Astra dilakukan secara terencana dan tidak bersifat mendadak. Suksesi kepemimpinan telah dipersiapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan kesinambungan organisasi.
“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” katanya.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Direksi Astra, beserta Eksekutif Astra dalam perayaan HUT ke-69 Astra pada 20 Februari 2026. (ANTARA/HO)
Dari sisi kinerja, Astra mencatat pertumbuhan yang konsisten dalam enam tahun terakhir. Laba bersih perusahaan meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini terjadi meski Astra menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19 hingga dinamika ekonomi global.
Pada 2020, pandemi memberikan tekanan signifikan terhadap hampir seluruh lini bisnis Astra, disertai kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, Astra mampu beradaptasi dan memperkuat ketahanan bisnisnya.
Djony menjelaskan bahwa ketangguhan tersebut didukung oleh portofolio usaha yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, serta komitmen menjaga kualitas produk dan layanan.
Saat ini, Astra memiliki 321 anak perusahaan yang didukung lebih dari 190.000 karyawan, meningkat dari 236 entitas pada 2020. Seluruh entitas tersebut tersebar di tujuh lini bisnis utama, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, serta infrastruktur dan teknologi informasi.
“Diversifikasi yang dikelola dengan baik memungkinkan stabilitas kinerja di berbagai siklus ekonomi,” ujar Djony.
Selain memperkuat bisnis yang ada, Astra juga melakukan ekspansi ke sektor-sektor baru yang berdekatan maupun berbeda dari lini usaha utama. Di antaranya adalah peningkatan investasi di segmen mobil bekas, pengembangan produk pembiayaan multiguna, hingga layanan perbankan digital.
Astra juga mulai menjajaki peluang di sektor layanan kesehatan dan mineral non-batubara sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurut Djony, ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Setiap langkah ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan penguatan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang,” katanya.
Secara strategis, Astra membagi pengelolaan portofolio ke dalam tiga kelompok utama, yakni optimalisasi bisnis yang sudah ada, pengembangan lini usaha terkait, serta investasi di sektor baru. Ketiga aspek ini menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja jangka pendek dan transformasi jangka panjang.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri) saat memberikan penghargaan pada acara Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024. (ANTARA/HO)
Di sisi lain, Astra juga menaruh perhatian besar pada kontribusi sosial sebagai bagian dari visi “Sejahtera Bersama Bangsa”. Djony menegaskan bahwa perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial.
Salah satu implementasi komitmen tersebut adalah melalui program Desa Sejahtera Astra yang mencakup empat bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.
Selain itu, Astra juga menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan ratusan pemuda inspiratif dari berbagai daerah.
Dalam bidang kemanusiaan, Astra menjalankan program Nurani Astra yang berfokus pada penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dan kondisi darurat.
Menurut Djony, seluruh inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Astra dalam menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Ke depan, Astra memandang tantangan akan semakin kompleks, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga terkait dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik global. Namun, dengan fondasi nilai yang kuat dan semangat adaptasi, Astra optimistis dapat terus berkembang.
“Continuity gives stability, but values give eternity. Perusahaan besar dibangun lintas generasi dengan menjunjung nilai dan keberanian menghadapi masa depan,” ujar Djony.
Dengan mengedepankan nilai Catur Dharma, penguatan SDM, serta strategi diversifikasi yang disiplin, Astra menargetkan dapat terus menjadi perusahaan kebanggaan bangsa sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di masa depan
Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk menegaskan strategi penguatan fondasi nilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta ... [921] url asal
Jakarta (ANTARA) - Menjelang usia ke-70 tahun, PT Astra International Tbk menegaskan strategi penguatan fondasi nilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta diversifikasi portofolio usaha sebagai kunci menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam wawancara bersama Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan perjalanan panjang Astra selama 69 tahun tidak sekadar mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi berkelanjutan bagi bangsa Indonesia.
“Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama bangsa,” ujar Djony
Menurut Djony, fondasi utama yang membuat Astra tetap bertahan dan relevan sejak berdiri adalah filosofi “pohon rindang” yang diwariskan oleh pendiri Astra William Soeryadjaya. Filosofi tersebut menggambarkan peran Astra sebagai perusahaan yang tidak hanya bertumbuh kuat, tetapi juga mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Filosofi tersebut diwujudkan melalui nilai-nilai Catur Dharma yang menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan perusahaan. Djony menegaskan bahwa Catur Dharma bukan sekadar prinsip normatif, melainkan nilai yang dihidupi dalam operasional sehari-hari.
“Nilai ini menjadi kompas bagi seluruh insan Astra, memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah berbagai dinamika,” katanya.
Dalam implementasinya, Astra menerjemahkan nilai tersebut ke dalam strategi 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan kinerja bisnis dengan aspek keberlanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan menghadapi perubahan.
Djony menambahkan bahwa selain nilai, faktor manusia atau people legacy menjadi elemen penting dalam menjaga kesinambungan Astra dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut dia, perusahaan tidak hanya dibangun oleh sistem dan strategi, tetapi oleh orang-orang yang menjalankannya.
“Astra terus mencari dan mengembangkan talenta baru, serta menyiapkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan integritas,” ujarnya.
Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai program, seperti rotasi lintas lini bisnis, penugasan strategis, serta peningkatan tanggung jawab secara bertahap. Langkah ini bertujuan memberikan pengalaman yang komprehensif bagi calon pemimpin Astra.
Djony menekankan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di Astra dilakukan secara terencana dan tidak bersifat mendadak. Suksesi kepemimpinan telah dipersiapkan beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan kesinambungan organisasi.
“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya,” katanya.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Direksi Astra, beserta Eksekutif Astra dalam perayaan HUT ke-69 Astra pada 20 Februari 2026. (ANTARA/HO)
Dari sisi kinerja, Astra mencatat pertumbuhan yang konsisten dalam enam tahun terakhir. Laba bersih perusahaan meningkat dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini terjadi meski Astra menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19 hingga dinamika ekonomi global.
Pada 2020, pandemi memberikan tekanan signifikan terhadap hampir seluruh lini bisnis Astra, disertai kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan karyawan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, Astra mampu beradaptasi dan memperkuat ketahanan bisnisnya.
Djony menjelaskan bahwa ketangguhan tersebut didukung oleh portofolio usaha yang terdiversifikasi secara terukur, pengalaman operasional puluhan tahun, serta komitmen menjaga kualitas produk dan layanan.
Saat ini, Astra memiliki 321 anak perusahaan yang didukung lebih dari 190.000 karyawan, meningkat dari 236 entitas pada 2020. Seluruh entitas tersebut tersebar di tujuh lini bisnis utama, yaitu otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, serta infrastruktur dan teknologi informasi.
“Diversifikasi yang dikelola dengan baik memungkinkan stabilitas kinerja di berbagai siklus ekonomi,” ujar Djony.
Selain memperkuat bisnis inti, Astra juga melakukan ekspansi ke sektor-sektor baru yang berdekatan maupun berbeda dari lini usaha utama. Di antaranya adalah peningkatan investasi di segmen mobil bekas, pengembangan produk pembiayaan multiguna, hingga layanan perbankan digital.
Astra juga mulai menjajaki peluang di sektor layanan kesehatan dan mineral non-batubara sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurut Djony, ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Setiap langkah ekspansi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan penguatan portofolio dan penciptaan nilai jangka panjang,” katanya.
Secara strategis, Astra membagi pengelolaan portofolio ke dalam tiga kelompok utama, yakni optimalisasi bisnis yang sudah ada, pengembangan lini usaha terkait, serta investasi di sektor baru. Ketiga aspek ini menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja jangka pendek dan transformasi jangka panjang.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri) saat memberikan penghargaan pada acara Awarding 15th SATU Indonesia Awards 2024. (ANTARA/HO)
Di sisi lain, Astra juga menaruh perhatian besar pada kontribusi sosial sebagai bagian dari visi “Sejahtera Bersama Bangsa”. Djony menegaskan bahwa perusahaan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial.
Salah satu implementasi komitmen tersebut adalah melalui program Desa Sejahtera Astra yang mencakup empat bidang utama, yaitu kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, dan lingkungan. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.
Selain itu, Astra juga menginisiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards sebagai bentuk apresiasi kepada generasi muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Hingga kini, program tersebut telah melahirkan ratusan pemuda inspiratif dari berbagai daerah.
Dalam bidang kemanusiaan, Astra menjalankan program Nurani Astra yang berfokus pada penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dan kondisi darurat.
Menurut Djony, seluruh inisiatif tersebut mencerminkan komitmen Astra dalam menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan, terukur, dan berdampak luas, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Ke depan, Astra memandang tantangan akan semakin kompleks, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga terkait dinamika sosial, ekonomi, dan geopolitik global. Namun, dengan fondasi nilai yang kuat dan semangat adaptasi, Astra optimistis dapat terus berkembang.
“Continuity gives stability, but values give eternity. Perusahaan besar dibangun lintas generasi dengan menjunjung nilai dan keberanian menghadapi masa depan,” ujar Djony.
Dengan mengedepankan nilai Catur Dharma, penguatan SDM, serta strategi diversifikasi yang disiplin, Astra menargetkan dapat terus menjadi perusahaan kebanggaan bangsa sekaligus berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di masa depan
Astra International (ASII) mengangkat Lincoln Lin Feng Pan dan Lee Liang Whye sebagai komisaris baru, serta Hsu Hai Yeh sebagai direktur dalam RUPSLB 19 November 2025. [455] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk. (ASII) pada hari ini, Rabu (19/11/2025), mengangkat sejumlah komisaris dan direksi baru.
Dalam keterangan resminya, ASII menuturkan telah menerima pengunduran diri John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh masing-masing sebagai komisaris, dan Chiew Sin Cheok sebagai Direktur ASII.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada John Raymond Witt dan Chiew Sin Cheok, yang kini telah memasuki masa pensiun, atas kontribusi, dedikasi, dan jasanya yang telah diberikan, serta terima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan penuh yang telah diberikan kepada Astra,” kata Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International, dalam keterangan resminya, Rabu (19/11/2025).
Selain menerima pengunduran diri tersebut, ASII mengangkat Lincoln Lin Feng Pan sebagai Komisaris ASII, Lee Liang Whye sebagai Komisaris, dan Hsu Hai Yeh sebagai Direktur ASII.
Sebagai informasi, Lincoln Pan merupakan Chief Executive Officer (CEO) Jardine Matheson Holdings Limited yang baru, efektif mulai 1 Desember 2025. Lincoln bergabung dengan Jardine dari PAG, tempat ia menjabat sebagai Partner, Co-Head of Private Equity, serta anggota Group Executive Committee.
Sebelumnya, Lincoln Pan pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer Greater China di Willis Towers Watson, memegang sejumlah posisi eksekutif di Advantage Partners dan GE Capital, serta bekerja di McKinsey & Company.
Sementara itu, Lee Liang Whye memiliki pengalaman sebagai Group Chief of Audit and Risk Advisory di ASII sejak 2022 sampai sekarang, Direktur Keuangan pada PT Astra Welab Digital Arta pada 2018-2021, Group Managing Director, Southeast Asia di Jardine Technology Holdings pada 2014-2018.
Sedangkan, Hsu Hai Yeh sebelumnya merupakan Komisaris ASII. Hsu dalam laman Linkedin-nya mencatat sebagai Group Finance Director Jardine Cycle & Carriage Limited.
Hsu juga menjabat sebagai Direktur Refrigeration Electrical Engineering Corporation. Sebelumnya, Hsu pernah menjabat sebagai Chief Financial Officer Jardine International Motors 2020-2022, Regional Finance Director DFI IKEA 2018-2020, Finance Director DFI IKEA Taiwan 2016-2018, Corporate Finance Manager Jardine Matheson Limited 2014-2015, Corporate Finance Manager Jardine Cycle & Carriage Limited 2012- 2013, Senior Associate Samsung Securities 2010-2012, dan Assistant Manager PricewaterhouseCoopers 2005-2010.
Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi ASII berubah menjadi sebagai berikut.
Astra International membina petani kopi di Bajawa, NTT. Kegiatan itu mampu meningkatkan pendapatan hingga 67% dan mendukung ekonomi lokal. [437] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Program pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh PT Astra International Tbk. di enam wilayah di Bajawa, Nusa Tenggara Timur berhasil dalam mendorong perekonomian masyarakat setempat. Wilayah Bajawa di NTT merupakan daerah dataran tinggi yang dikenal sebagai produsen kopi yang memiliki cita rasa khas. Sejak 2024, Astra International melakukan kegiatan pendampingan dan pembinaan bagi petani kopi dan masyarakat yang menjangkau di enam desa yakni Naru, Wawowae, Mukuvoka, Ngoranale, Bolonga, dan Bowali. Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan bahwa melalui pendampingan yang terstruktur, program tersebut telah menggandeng lebih dari 200 masyarakat desa dalam seluruh rantai nilai kopi, meningkatkan pendapatan petani hingga 67%, dan menciptakan 54 lapangan kerja baru. “Kami juga memastikan 100%penyerapan hasil panen kopi, termasuk untuk kebutuhan ekspor ke Thailand dan telah melahirkan dua unit usaha baru serta satu kelompok pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (14/5/2025). Dia menuturkan Astra berkomitmen dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui kolaborasi berkelanjutan, pendampingan intensif, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. “Melalui Desa Sejahtera Astra Bajawa yang telah kami bina sejak 2024, kami melihat bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat menghadirkan perubahan nyata. Bajawa menjadi bukti bahwa kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari desa ketika masyarakat diberi ruang untuk berinovasi dan berdaya,” katanya.
Melalui pendampingan yang terstruktur, program ini telah menggandeng lebih dari 200 masyarakat desa dalam seluruh rantai nilai kopi. Dia menjelaskan para petani tidak hanya mempelajari teknik budidaya dan pengolahan, tetapi juga membangun cara pandang baru bahwa bekerja di desa adalah pilihan masa depan yang berkelanjutan. Transformasi ini tidak lepas dari peran dua tokoh penggerak Desa Sejahtera Astra Bajawa yaitu Bernard Suryanto Langoday, fasilitator pembinaan yang mendampingi petani dalam business character building, grading, dan quality control serta Donatus Philipus Kabe, pemimpin Rumah Kopi Bajawa yang menggerakkan regenerasi petani muda melalui edukasi dan inovasi kopi lokal. Upaya mereka menghadirkan ruang belajar bersama yang menumbuhkan kualitas, kreativitas, dan kesadaran lingkungan dalam ekosistem produksi kopi Bajawa dan senantiasa mendapatkan pendampingan dari Astra.
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 302 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan. Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera. Semangat Astra dalam mendukung kolaborasi lintas sektor dan pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan diwujudkan melalui berbagai inisiatif untuk hari ini dan masa depan Indonesia, sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)
Astra membangun 250 Rumah Layak Huni di Banyumas dan Garut sebagai bagian dari target 1.000 unit. Djony Bunarto menegaskan komitmen sosial Astra untuk kesejahteraan masyarakat. [437] url asal
Jakarta: Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menegaskan komitmen Astra dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) yang dikunjungi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu, 8 November 2025.
Program ini telah memulai pembangunan 250 unit Rumah Layak Huni di Banyumas dan Garut sebagai bagian dari upaya Astra untuk memperluas manfaat sosial, dengan target pengembangan program hingga mencapai 1.000 unit Rumah Layak Huni bagi masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi oleh Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada dua penerima manfaat binaan Astra, yaitu Sakam Hendro Raharjo dan Anwar Mualif.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Layak Huni menjadi bagian dari komitmen Astra untuk memperluas dampak sosial di masyarakat.
“Bagi Astra, penyediaan hunian adalah langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan generasi penerus. Kami berharap rumah ini menjadi pusat ketahanan keluarga dan akselerator masa depan yang lebih baik. Kami percaya dengan kolaborasi aktif dari semua elemen bangsa, kesejahteraan sosial yang merata dapat tercapai,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulis, Selasa, 11 November 2025.
Pelaksanaan groundbreaking pembangunan Rumah Layak Huni oleh Astra dilaksanakan pada 20 Agustus 2025 yang menjadi tanda dimulainya pembangunan 250 unit Rumah Layak Huni gratis di dua wilayah binaan Desa Sejahtera Astra yang juga menjadi lokasi hutan karbon Astra, yaitu 165 unit di Banyumas, Jawa Tengah dan 85 unit di Garut, Jawa Barat.
Program yang ditargetkan akan membangun 1.000 unit rumah ini menjadi langkah nyata komitmen Astra untuk turut serta membangun Indonesia. Selain memberikan dukungan pembangunan fisik, Astra juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat setempat dalam proses pembangunan.
Pendekatan ini tidak hanya memperkuat rasa memiliki dan gotong royong, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan tempat tinggal secara berkelanjutan.
Astra adalah salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 302 anak perusahaan, ventura bersama serta entitas asosiasi, didukung lebih dari 190.000 karyawan.
Dipimpin oleh Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro, Astra memiliki rekam jejak kontribusi publik dan sosial yang baik melalui empat pilar, yang terdiri dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan serta sembilan yayasan yang turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus mendukung masyarakat yang inklusif dan sejahtera.
Semangat Astra dalam mendukung program Rumah Layak Huni ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(ANN)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56