Bisnis.com, MEDAN – Bupati Gayo Lues Suhaidi menekankan kepada lembaga pemerintah daerah di wilayahnya untuk memperkuat database sebagai kunci untuk penanganan pascabencana.
Suhaidi menyebut rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) baik oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun kabupaten berpatokan pada data.
“Kalau datanya tidak masuk ke-R3P, tentu tidak bisa dibantu,” ujar Suhaidi, dilansir dari laman resmi Pemkab Gayo Lues, Kamis (15/1/2026).
Dia juga mengingatkan arti penting data dalam penanganan pascabencana.
Selain meminimalkan kesalahan atau ketertinggalan input, Suhaidi menekankan agar data yang telah direkap segera disampaikan ke Pemerintah Aceh untuk diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau pemerintah pusat.
Dia pun berharap data tersebut dapat segera dimutakhirkan sehingga bisa dikirim dalam waktu dekat.
“Harus kerja keras dalam beberapa hari ini. Kalau ada tugas lain, ini dulu diselesaikan karena [data] ini masa depan kita,” tambahnya.
Adapun dalam rapat koordinasi bersama kepala daerah se-Aceh, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memastikan agar data kerusakan dan kerugian yang dialami daerah telah sesuai dengan data yang ada pada Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Penyelarasan data itu ditujukan agar Mendagri tak salah melaporkan hasil pendataan ke Presiden serta tak ada perbedaan data antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Kabupaten/ kota yang datanya sudah selesai dan sinkron, dananya akan segera di top-up (kirim) oleh Mendagri ke kabupaten/ kota tersebut,” ujar Fadhlullah.
Pemkab Gayo Lues mengatakan data kerusakan dan kerugian bencana di wilayahnya telah 98% akurat.
“Mungkin hari Kamis finalisasi data yang akan disampaikan oleh Pemerintah Aceh ke Pemerintah Pusat untuk ditindaklanjuti pascabencana ini,” ujar Asisten Administrasi Umum Pemkab Gayo Lues, Amrin.