Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani 11 Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi turunan dari kesepakatan Agreement of Reciprocal Trade.
Penandatanganan dokumen utama bertajuk “Toward a New Golden Age for the AS-Indonesia Alliance” dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (20/2/2026), di Washington D.C.
Airlangga mengatakan bahwa kemarin telah ditandatangani 11 Memorandum of Understanding, mencakup perdagangan sebagai turunan dari agreement reciprocal trade, pembelian energi, pertanian, dan lain-lain dengan nilai sebesar Rp38,4 miliar atau sekitar Rp649,5 triliun, termasuk sektor teknologi.
“Nah di samping itu juga ada pengembangan critical mineral dalam hal ini adalah perpanjangan daripada report Memoran dari 2041 sampai 2061,” ujar Airlangga dalam forum tersebut.
Airlangga merinci, kerja sama tersebut mencakup pembelian jagung, kapas (cotton), shredded worn clothes, furnitur, hingga oil field recovery. Selain itu, kedua negara juga menyepakati pengembangan hilirisasi silika menjadi silica ion untuk produksi semikonduktor.
“Kemudian ada pembelian jagung, pembelian cotton, kemudian terkait dengan shredded worn clothes, kemudian terkait dengan furniture, terkait dengan oil field recovery, kemudian juga ada hirisasi dari pengembangan silica sampai silica ion untuk produksi semiconductor. Di samping itu juga ada juga kerjasama antara kawasan industri ataupun kawasan perdagangan dengan perusahaan Amerika,” jelasnya.
Kerja sama juga mencakup penguatan kawasan industri dan kawasan perdagangan Indonesia dengan perusahaan-perusahaan AS.
Council of Trade and Investment
Airlangga menambahkan, dokumen Agreement of Reciprocal Trade juga memuat pembentukan Council of Trade and Investment sebagai forum ekonomi bilateral permanen.
“Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertemuan ekonomi dan ini salah satu daripada perjanjian yang membentuk Council of Trade and Investment,” kata Airlangga.
Forum tersebut akan menjadi wadah pembahasan berbagai isu investasi dan perdagangan, termasuk jika terjadi lonjakan tarif atau kebijakan yang berpotensi mengganggu neraca perdagangan kedua negara.
“Sehingga ini menjadi forum ekonomi kedua negara dan ini hasil daripada Agreement of Reciprocal Trade sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu di dalam Council of Trade apabila terjadi kenaikan yang diluar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu raca daripada kedua negara,” paparnya.
Menurut Airlangga, visi utama perjanjian ini adalah mendorong kemakmuran bersama, memperkuat rantai pasok, serta tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara.
“Tujuan dan visi perjanjian adalah untuk membuatkan kemakmuran ekonomi bersama lantai pasok yang kuat dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara,” tegasnya.
Dia juga menyebut pertemuan bilateral antara Prabowo dan Trump berlangsung sekitar 30 menit setelah agenda Board of Peace, dan lampiran teknis perjanjian turut dibahas bersama di kantor USTR dengan Ambassador Jamieson Greer.
Dengan kesepakatan ini, pemerintah berharap hubungan ekonomi Indonesia–AS memasuki babak baru yang lebih terstruktur dan berorientasi pada stabilitas jangka panjang.
“Jadi saya garis bawahi menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditangani,” tandas Airlangga.