Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending, PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (CICIL), mencatat pertumbuhan solid sepanjang 2025 dengan penyaluran pendanaan yang terus meningkat.
Sepanjang periode Januari–Oktober 2025, perusahaan telah menyalurkan pendanaan akumulatif sebesar Rp1,64 triliun kepada pelaku usaha produktif, melibatkan lebih dari 200 borrower dan lebih dari 700 lender.
Direktur CICIL, Ivan Joshua Tandika, menegaskan kinerja ini menjadi pijakan utama bagi perusahaan dalam memperdalam strategi ekspansi pembiayaan produktif pada 2026. Perpindahan fokus CICIL—dari pembiayaan pendidikan ke pembiayaan produktif—membawa dampak nyata pada meningkatnya volume aktivitas pendanaan sektor riil, khususnya UMKM.
“Kami memandang kehadiran fintech seperti CICIL merupakan pelengkap ekosistem keuangan nasional. Pembiayaan produktif menjadi cara bagi kami membantu mengembangkan sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Ivan, dikutip Rabu (26/11/2025).
Capaian kinerja 2025 menunjukkan bagaimana pergeseran strategi pendanaan pinjaman online (pinjol) ini mampu mengisi celah pembiayaan UMKM—segmen yang selama ini sering mengalami hambatan untuk mengakses kredit dari lembaga keuangan konvensional. Permintaan pendanaan yang cepat, sederhana, dan berbasis risiko operasional menjadi faktor utama naiknya permintaan terhadap layanan CICIL.
Memasuki 2026, CICIL menargetkan pertumbuhan tidak hanya berbasis volume, tetapi juga kualitas. Perusahaan menekankan bahwa ekspansi pendanaan akan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko yang kuat. Fokusnya mencakup stabilitas pendanaan, keberlanjutan usaha Penerima Dana, serta peningkatan kepercayaan Pemberi Dana.
“Untuk memastikan kualitas pendanaan, CICIL berkomitmen untuk terus menerapkan proses analisis yang komprehensif berdasarkan data, verifikasi lapangan, hingga monitoring berkala terhadap aktivitas usaha Penerima Dana. Pada fasilitas tertentu, CICIL juga menerapkan struktur jaminan tambahan sebagai bagian dari pengendalian risiko,” tambah Ivan.
CICIL juga memperkuat transparansi dalam penetapan biaya, bunga, dan seluruh ketentuan pembiayaan agar Penerima Dana memiliki pemahaman komprehensif terkait kewajiban mereka. Selain itu, standar keamanan informasi ISO 27001 diterapkan secara menyeluruh untuk menjaga keamanan data dan memastikan proses digital berjalan sesuai regulasi perlindungan data.
Dengan kombinasi tata kelola yang baik, inovasi teknologi, serta pendekatan risiko yang terukur, CICIL menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat sektor produktif nasional.
Transformasi perusahaan juga menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan melalui pembiayaan yang lebih tepat sasaran, mudah diakses, dan berdampak bagi pertumbuhan UMKM.
Sejak 2016, CICIL telah menjangkau lebih dari 62.000 Penerima Dana, lebih dari 1.000 Pemberi Dana, dengan total pendanaan lebih dari Rp3 triliun, yang berfokus pada pembiayaan produktif supply chain financing dan ecosystem financing.