#30 tag 24jam
5 Larangan yang Wajib Dihindari di Bulan Rajab, Simak di Sini!
Ada 5 larangan yang wajib dihindari umat Islam di bulan Rajab ini. Aa saja larangan tersebut? SImak ulasan dan penjelasannya dalam artikel berikut ini. Ada 5 larangan... [316] url asal
#amalan-rajab #keutamaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #larangan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 31/12/25 09:50
v/89398/
Ada 5 larangan yang wajib dihindari umat Islamdi bulan Rajabini. Apa saja larangan tersebut? Selain anjuran amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rajab atau bulan yang termasuk bulan Haram (mulia) ini, ada juga larangan yang wajib dihindari. Larangan tersebut intinya agar tidak merusak nilai-nilai kemuliaan serta keagungan Allah SWT.Seperti yang diterangkan dalam Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS At Taubah : 36)
Karena Rajab merupakan salah satu bulan haram, maka apa yang disampaikan di ayat di atas juga berlaku.
Berdasarkan penjelasan At Taubah ayat 36 ini, seperti dilansir laman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berikut 5 larangan yang wajib dihindari pada bulan Rajab ini:
1. Jangan berbuat zalim pada diri sendiri
Melanggar semua perintah dan larangan Allah SWT dapat mengotori diri kita dengan dosa, dan merupakan salah satu perbuatan dzalim terhadap diri sendiri. Seperti yang terdapat pada surah At Taubah ayat 36 di atas, pada bulan ini umat muslim dilarang mendzalimi diri sendiri karena hal tersebut merupakan perbuatan tercela dan akan mendapat siksaan yang pedih seperti yang dijelaskan pula pada surah Al-Hajj Ayat 25“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
2. Tidak berselisih atau perang
Pada bulan Rajab ini, umat muslim dilarang untuk merampas yang bukan hak nya dan merebut sesuatu yang dimiliki oleh orang lain yang akan menyebabkan selisih paham bahkan peperangan.
Kumpulan Doa yang Dianjurkan Diamalkan di Bulan Rajab
Kumpulan doa di Bulan Rajab ini dianjurkan diamalkan mengingat bulan Rajab adalah bulan haram (mulia) dan merupakan bulan yang tepat untuk menebus dosa-dosa. Kumpulan... | Halaman Lengkap [668] url asal
#kumpulan-doa #kalender-hijriyah #doa-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #amaliyah-bulan-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 30/12/25 17:31
v/77779/
Kumpulan doa di Bulan Rajab ini dianjurkan diamalkan mengingat bulan Rajabadalah bulan haram (mulia) dan merupakan bulan yang tepat untuk menebus dosa-dosa.Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana kondisinya, ketika Allah menciptakan langi dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan antara Jumadil Akhir dan Sya'ban". (HR Bukhari, Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Rajab adalah salah satu bulan yang dimuliakan. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan, salah satunya adalah memanjatkan doa di bulan istimewa ini.
Berikut 5 doa bulan Rajab, lengkap dengan artinya.:
1. Doa memasuki Bulan Rajab
Rasulullah SAW memberikan contoh sebuah bacaan doa yang dapat diamalkan oleh umat Islam pada saat masuknya bulan Rajab. Adapun doa yang dimaksud adalah berikut:"Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ."
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan."
2. Doa Istighfar Rajab
Dikutip dari buku 'Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya'ban & Ramadhan' yang disusun oleh Tim Zahra, terdapat doa istighfar Rajab yang juga dapat diamalkan oleh kaum muslim. Melalui istighfar sebagai salah satu bentuk harapan dan usaha agar diberikan ampunan oleh Allah SWT. Bacaan istighfar Rajab disebutkan dalam salah satu sabda Rasulullah SAW bahwa:"Barang siapa yang di bulan Rajab mengucapkan seratus kali,
'Astaghfirullabal-ladzi la ilaha illa huwa, wahdahu là syarika labu, wu atibu ilaib(i).'
Artinya: 'Aku mohon ampunan dari Allah yang tiada tuhan kecuali Dia satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bertobat kepada-Nya.'
Lalu mengakhirinya dengan bersedekah, maka Allah akan mengakhiri hayatnya dengan ampunan dan rahmat. Barang siapa mengucapkannya 400 kali, Allah akan memberi ganjaran 100 syahid kepadanya."
3. Doa Tasbih Rajab
Seorang muslim juga dapat mengamalkan tasbih selama menjalani bulan Rajab. Mengutip dari buku 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun' karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa membaca tasbih di bulan ini sangat dianjurkan. Terlebih saat seorang muslim tidak mampu berpuasa, hendaknya membaca tasbih 100 kali agar dapat meraih pahala.Bacaan tasbih Rajab yang dimaksud adalah :
"Subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahuu, subhaanal a'azzal akraam, subhaana man labisal 'izza wahuwa lahu ahlun."
Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang memang pantas menyandangnya."
4. Doa Pagi dan Sore Hari Bulan Rajab
Bacaan doa pagi dan sore tersebut tercantum dalam kitab Al-Jami' karya Imam Suyuti. Diriwayatkan dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah bahwa Wahab bin Munabbih menyebut:"Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum al-Qur'an bertuliskan bahwa barang siapa beristighfar di bulan Rajab di pagi dan sore hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata, 'Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya' 70 kali, maka kulitnya tidak akan disentuh oleh api neraka'."
Adapun doa yang dimaksud antara lain:
"Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya."
Artinya: "Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku."
5. Doa Selama bulan Rajab
- Doa tanggal 1-10 Bulan RajabBacaan doa tanggal 1 hingga 10 bulan Rajab yang dapat dibaca 100 kali:
"Subhaanallaahil hayyul qayyuum."
Artinya: "Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya."
- Doa tanggal 11-20 Bulan Rajab
Berlanjut di tanggal 11 hingga 20 bulan Rajab, terdapat doa berbeda yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Berikut bacaan doa tanggal 11 hingga 20 bulan Rajab yang dapat dibaca 100 kali:
"Subhaanallaahil ahadush shamad."
Artinya: "Maha Suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya."
- Doa tanggal 21-30 Bulan Rajab
Pada akhir bulan Rajab terdapat doa khusus yang dapat dipanjatkan oleh seorang muslim. Sama seperti tanggal-tanggal sebelumnya, doa kali ini juga dapat dibaca 100 kali. Berikut doa bulan Rajab di tanggal 21 hingga 30:
"Subhaanallaahir ra-uuf."
Artinya: "Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasihan."
Selain mengucapkan doa tersebut, kaum muslim dapat melanjutkannya dengan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.
10 Inspirasi Nama Bayi Cantik yang Lahir di Bulan Rajab, Cek di Sini!
Nama-nama cantik untuk bayi perempuan yang lahir di bulan Rajab ini, bisa menjadi inspirasi untuk Anda yang kebetulan akan mempunyai anak di bulan Mulia ini. Nama-nama... | Halaman Lengkap [223] url asal
#nama-nama-islami #nama-bayi-perempuan-menurut-islam #bulan-rajab-bulan-haram #rajab #keutamaan-bulan-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/12/25 05:15
v/85805/
Nama-nama cantik islam untuk bayi perempuan yang lahir di bulan Rajabini, bisa menjadi inspirasi untuk Anda yang kebetulan akan mempunyai anak di bulan Mulia ini.Ada ungkapan yang begitu populer, bahwa nama adalah doa. Bisa jadi nama anak adalah doa dari orang tuanya kepada anak-anak mereka. Berikut juga nama-nama yang terinspirasi bulan Rajabuntuk bayi perempuan dan artinya:
1. Kamari Rajab
Kamari berarti bulan, Kamari Rajab memiliki arti anak perempuan lahir di Bulan Rajab.2. Kynthia Ihita Baihati
Kynthia artinya sang Bulan, Ihita: Keinginan dan Baihati: KeberuntunganArti nama anak tersebut, anak perempuan yang mempunyai paras indah dan selalu diberikan keberuntungan.
3. Agharna Zalfa Dahayu
Artinya: anak perempuan yang cantik dan memiliki masa depan cemerlang.4. Selina Adzkiya Malvina
Artinya : anak perempuan yang cerdas dan masa depan yang terang.5. Aysila Romeesa Farzana
Artinya: anak perempuan yang cantik dan memiliki kebaikan hati.6. Zoufishan Melisa Rosalinda
Artinya: anak perempuan yang manis, cantik dan bersinar seperti cahaya bulan.7. Mahnaz Rajab Mu’nisah
Artinya: anak perempuan yang lahir di Bulan Rajab, penuh kesenangan hati dan kemuliaan.8. Mezzaluna Lindie Areta
Artinya: anak perempuan soleha yang disinari kebaikan dan selalu bahagia.9. Serkan Monera Kayyisah
Artinya: anak perempuan yang memancarkan cahaya kebaikan dan memiliki akal cerdik.10. Badriyyah Nafeha Sulaiha
Artinya: anak perempuan yang bersinar seperti rembulan dan memberikan kedamaianSemoga bermanfaat
Menikah di Bulan Istimewa Rajab, Ini 3 Keutamaannya!
Menikah di bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri dan juga banyak keutamaannya dalam Islam. Benarkah demikian? Simak ulasannya berikut ini: Menikah di bulan... | Halaman Lengkap [495] url asal
#bulan-rajab-bulan-haram #menikah #keutamaan-rajab #amalan-bulan-rajab #anjuran-menikah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/12/25 10:08
v/85275/
Menikah di bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri dan juga banyak keutamaannya dalam Islam. Benarkah demikian? Simak ulasannya berikut ini:Persoalan waktu yang baik untuk menikah sebenarnya tidak diharuskan dan ditekankan dalam Islam, dan semua hari dan bulan dalam Islam pada hakikatnya adalah waktu yang baik, tidak ada hari ataupun bulan yang membawa keburukan menurut Islam. Namun, masih banyak orang yang memilih hari dan bulan tertentu untuk melangsungkan pernikahankarena dianggap paling baik dan tidak membawa keburukan. Lalu menghindari hari atau bulan yang dianggap buruk dan dapat membawa kesialan, menaruh keyakinan pada hal tersebut tidaklah dibenarkan dalam Islam dan termasuk kedalam perbuatan syirik dalam Islam.
Namun demikian, dalam Islam ada beberapa bulan yang memiliki keistimewaan dan keutamaan untuk melakukan pernikahan, puasa ataupun sunnah lainya. Salah satu dari beberapa bulan yang memiliki keistimewaan tersebut adalah bulan Rajab. Mengapa bulan Rajab dianggap istimewa? Karena bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram dalam Islam. Dan bulan haram ini adalah bulan yang mulia menurut Islam.
Dalam sebuah hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Setahun berputar sebagaimana keadaanya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)
Maksud dari bulan haram dalam hadis tersebut adalah, pada bulan tersebut diharamkan untuk melakukan perbuatan dosa, misalnya seperti pembunuhan atau perbuatan dosa lainnya. Sebenarnya sebagai umat muslim kita memang dilarang untuk melakukan perbuatan dosa pada setiap saat, tidak hanya pada bulan tertentu, namun pada bulan-bulan haram tersebut lebih ditekankan agar kita tidak berbuat dosa. Karena sesungguhnya pada bulan haram tersebut sangatlah baik apabila umat muslim melakukan amal kebaikan dan ketaatan.
Karena itu, melakukan pernikahan merupakan perbuatan ibadah yang baik, sehingga bila melaksanakannya di bulan Rajab akan memberikan keutamaan. Seperti dilansir laman dalamislam, berikut keutamaan menikah di bulan Rajab ini, antara lain :
1. Menikah di waktu yang istimewa
Bulan Rajab dianggap sebagai salah satu waktu istimewa dalamm Islam, karena bulan ini merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.2. Menikah pada bulan yang dekat dengan Ramadan
Antara bulan Rajab dan bulan Ramadan hanya terpisah atau berjarak dengan satu bulan saja. Dan dalam hadis riwayat Ahman, dikatakan, para ulama berdoa : “Ya allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan.”3. Bulan Rajab adalah bulan Isra Mikraj.
Dalam Islam, pada setiap bulan Rajab terdapat peringatan Isra’ Mikraj. Yaitu untuk memperingati sebuah peristiwa dahsyat, yang peristiwa yang menjadi jembatan perintah untuk shalat secara langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad.Jadi, sebagai muslim yang baik, sebaiknya tidak meyakini adanya hari atau bulan yang baik dan buruk, karena hal tersebut termasuk kedalam perbuatan syirik. Dan nasib baik atau buruk yang menimpa seseorang tidaklah berdasarkan pada hari atau bulan yang tepat, namun semua itu berada pada kuasa Allah SWT., karena ialah yang Maha Kuasa atas segala apa yang terjadi di dunia dan seisinya.
Keistimewaan Tanggal 10 Rajab dan Amalannya, Simak di Sini!
Ada keistimewaan di tanggal 10 Rajab dengan amalan-amalannya yang dianjurkan bagi umat Muslim. Keistimewaan dan amalan apa di hari tersebut? Adakah dalil yang menjelaskannya?... | Halaman Lengkap [396] url asal
#amalan-rajab #amalan-bulan-rajab #keutamaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #amalan-rajab-pada-10-hari-pertama
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/12/25 07:15
v/85168/
Ada keistimewaan di tanggal 10 Rajabdengan amalan-amalannya yang dianjurkan bagi umat Muslim. Keistimewaan dan amalan apa di hari tersebut? Adakah dalil yang menjelaskannya?Hari ke 10 di bulan Rajab, dikenal dengan amalan sunnah10 Rajab. Umat muslim dianjurkan berpuasa sunnah dan berdoa di hari tersebut. Amalan sunnah tersebut banyak keutamaannya mengingat keistimewaan bulan Rajab yang termasuk bulan yang dimuliakan (bulan haram) dalam Islam.
Tanggal 10 Rajab 1.447 hijriah bertepatan dengan hari 30 Desember 2025 nanti. Mengapa puasa Rajab dianjurkan? Sebagaimana pendapat yang dikemukakan Imam Al-Ghazali berikut ini:
Artinya, "Hari utama dianjurkan puasa pada setiap pergantian bulan, yaitu hari awal, pertengahan, dan akhir bulan. Pertengahan bulan adalah ayyamul bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15. Sementara (hari utama dianjurkan puasa) pada setiap pergantian pekan, yaitu Senin, Kamis, Jumat. Itu semua hari-hari utama yang dianjurkan untuk diisi dengan puasa dan memperbanyak amal baik lainnya karena kelipatan ganjarannya sebab keberkahan waktu utama tersebut,"
Sedang doa khusus tanggal 10 Rajab ini, Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dalam buku berjudul 'Kalender Ibadah Sepanjang Tahun', menjelaskan, doa khusus bulan Rajab yang bisa dibaca pada tanggal 1-10 Rajab. Doa tersebut yakni :
Subhaanallaahil hayyul qayyuum (dibaca 100 kali)
Artinya: "Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya."
Keistimewaan 10 Rajab
Dalil yang secara khusus menyebutkan keutamaan atau keistimewaan 10 Rajab tidaklah ada. Meski begitu, mengutip dari laman NU, almarhum Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) mengungkapkan keistimewaan tanggal 10 bulan Rajab.Disebutkan bahwa pada bulan Rajab terdapat dua peristiwa besar, yakni Isra' Mikraj dan pindahnya nur Nabi Muhammad SAW dari punggung Sayyidina Abdullah bin Abdul Mutholib ke rahim Sayyidah Aminah binti Wahab atau disebut wiladah pertama. Peristiwa tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Rajab, sehingga seorang muslim disunnahkan untuk berpuasa.
Dirangkum dari berbagai sumber, salah satu keistimewaan dari 10 Rajab tersebut adalah mendapat keutamaan beribadah di Bulan Haram. Seperti disebutkan sebelumnya, tanggal 10 Rajab masih memiliki keutamaan Rajab sebagai bulan haram. Di bulan-bulan suci tersebut, pahala dilipatgandakan.
Namun, perlu diingat juga bahwa perbuatan dosa juga akan diganjar dengan dosa yang lebih banyak pula. Dikutip dari Rumaysho, ini seperti yang disampaikan Ibnu Abbas:
"Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak." (Latho-if Al Ma'arif, hal. 207)
Khotbah Jumat Pertama Bulan Rajab, Memuliakan Bulan Haram (Mulia)
Teks khotbah Jumat pertama di Bulan Rajab ini, mengajak kepada para jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah, khususnya di bulan... | Halaman Lengkap [538] url asal
#amalan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #khutbah-jumat-bulan-rajab #khotbah-jumat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/12/25 05:15
v/85129/
Teks khotbah Jumat pertama di Bulan Rajabini, mengajak kepada para jamaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah, khususnya di bulan haram dengan tema: “Memuliakan Bulan Rajab.” Disampaikan Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur.Semoga bermanfaat!
Khotbah I
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah swt yang masih memberikan kita semua nikmat sehat dan sempat, sehingga bisa melaksanakan kewajiban satu pekan satu kali, yaitu salat Jumat. Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, yang telah sukses dalam berdakwah, menyebarkan ajaran Islam dengan penuh rahmat dan kasih sayang, sehingga kita bisa merasakan nikmatnya Islam dan iman sebagaimana yang kita rasakan saat ini.
Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, dengan cara mengerjakan semua kewajiban-kewajiban dan meninggalkan semua larangan, menambah ibadah, menguatkan keimanan, dan memantapkan keyakinan kepada-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang lebih baik untuk kita bawa menuju akhirat selain ketakwaan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Memasuki Bulan RajabSalah satu cara untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah adalah dengan cara tunduk patuh pada semua ajaran Islam dan mengikutinya dengan penuh ikhlas, mengerjakan semua perintah dan menjauhi semua larangan. Termasuk dalam hal ini adalah dengan mengagungkan setiap sesuatu yang diagungkan oleh Allah, seperti bulan Rajab, atau bulan haram lainnya. Mengagungkan apa yang diagungkan oleh Allah merupakan salah satu bukti ketakwaan dalam diri umat Islam. Hal ini sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
Artinya, “Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Al-Hajj [22]: 32).
Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi dalam kitab tafsirnya, Tafsir asy-Sya’rawi, halaman 608, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan syiar Allah pada ayat di atas adalah semua tanda-tanda kebesaran Allah, yang diciptakan untuk hamba-Nya agar bisa mendapatkan pahala ketika memuliakannya. Oleh karena itu, Rasulullah saw memerintahkan umatnya untuk selalu mengagungkan apa yang diagungkan oleh Allah swt. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits, nabi bersabda:
Artinya, “Maka muliakanlah sesuatu yang dimuliakan oleh Allah. Karena sungguh, keagungan sesuatu ketika diagungkan oleh Allah kepadanya.” (HR Qatadah).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Kita sebagai umat Islam, sudah seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Allah di bulan Rajab ini, di mana semua amal ibadah dan kebaikan dilipatgandakan pahalanya, setiap doa akan diterima, dan semua dosa-dosa akan diampuni. Selain itu, kemuliaan bulan ini karena disandarkan langsung kepada-Nya, dan disebut dengan bulan Allah.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Kitab Tabyinu al-Ajb bi Ma Warada fi Syahr Rajb, mencatat salah satu isi khutbah Rasulullah ketika hendak memasuki bulan Rajab. Dalam khutbahnya, nabi menjelaskan beberapa keagungan yang ada di dalam bulan haram yang satu ini, di antaranya:
Artinya, “Bulan Rajab adalah bulan Allah, kebaikan dilipatgandakan di dalamnya, doa-doa diterima, kesusahan dihilangkan, dan tidak ada doa yang tertolak dari orang beriman. Barangsiapa yang melakukan kebaikan di dalamnya, maka (pahalanya) akan dilipatgandakan dengan berlipat-lipat.”
Demikian khotbah Jumat tentang memuliakan bulan Rajab pada siang hari ini. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab untuk meningkatkan ibadah, kebajikan, ketakwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
8 Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Simak di Sini!
Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah umat Islam, khususnya di Bulan Rajab ini . Hal ini tentu bukanlah kebetulan semata, akan tetapi menunjukkan... | Halaman Lengkap [518] url asal
#sejarah-islam #rajab #keistimewaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #peristiwa-di-bulan-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/12/25 19:23
v/81625/
Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah umat Islam, khususnya di Bulan Rajabini . Hal ini tentu bukanlah kebetulan semata, akan tetapi menunjukkan bahwa Rajab adalah salah satu bulan yang mulia.Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 8 peristiwa penting dalam sejarah Islamyang terjadi di Bulan Rajab ini. Di antaranya adalah:
1.Kehamilan Ibunda Nabi Muhammad SAW
Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung janin yang kelak diberi nama Muhammad pada bulan Rajab. Setelah mengandung selama sembilan bulan, pada bulan Rabi’ul Awwal Sayyidah Aminah melahirkan makhluk yang paling mulia, baginda Nabi agung Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kelahirannya adalah rahmat yang Allah hadiahkan kepada alam semesta.2. Peristiwa Isra Mikraj
Pada 27 Rajab, terjadi peristiwa Isra’ dan Mikraj , salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mengenai mu’jizat agung ini, penting untuk digarisbawahi bahwa maksud dan tujuan Isra’ dan Mi’raj bukan berarti Allah di atas lalu Rasulullah diperintah untuk naik ke atas untuk sowan bertemu dan menghadap Allah. Bukan seperti itu yang dimaksud dengan mu’jizat yang luar biasa ini.Para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa Allah Maha Suci dari tempat dan arah. Dia ada namun keberadaan-Nya tidak membutuhkan pada tempat dan arah. Dia ada tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, dan setelah menciptakan keduanya, Dia tidak berubah, tetap ada tanpa tempat dan arah. Maksud dan tujuan Isra’ dan Mi’raj adalah memuliakan Rasulullah, memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban dan tanda kekuasaan Allah dan menerima perintah shalat di tempat yang sangat mulia dan tidak pernah satu kali pun dilakukan maksiat di dalamnya.
3. Perang Tabuk
Pada hari kesepuluh bulan rajab tahun 9 H, terjadi perang Tabuk .4. Raja Al Habasyah wafat dalam keadaan muslim
Tepatnya pada bulan Rajab tahun 9 H, an-Najasyi, raja al-Habasyah tutup usia dalam keadaan muslim.5. Imam Syafi’i wafat
Beliau wafat pada bulan Rajab tahun 204 H dalam usia 54 tahun. Beliau dimakamkan di Mesir.6. Khalifah Umar bin Abdil Aziz wafat
Pada bulan Rajab tahun 101 H, Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz meninggal dalam usia 39 tahun.7. Shalahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis
Pada tanggal 27 Rajab 583 H, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina.Ketika ingin membebaskan Palestina, Sultan Shalahuddin al Ayyubi tidak langsung menyiapkan tentara dan peralatan perang. Akan tetapi yang mula-mula beliau lakukan adalah mempersatukan umat Islam dalam satu ikatan aqidah yang benar, yaitu aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kesatuan aqidah akan melahirkan kesatuan hati. Kesatuan hati antarumat Islam adalah kekuatan dahsyat yang tidak terkalahkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu, beliau memerintahkan setiap muadzdzin di semua wilayah yang beliau kuasai untuk mengumandangkan aqidah Asy'ariyyah setiap hari sesaat sebelum adzan shubuh.
8. Lahirnya Jam'iyah Nahdhatul Ulama
Pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926, para ulama berkumpul di Surabaya menyepakati lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama, sebuah organisasi sosial dan keagamaan yang salah satu tujuan utamanya adalah memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan sistem bermazhab dalam beragama.Demikian peristiwa penting sejarah Islam di bulan Rajab yang wajib diketahui umat muslim. Semoga bermanfaat
Apakah Dosa Dilipatgandakan di Bulan Rajab? Begini Penjelasannya!
Apakah dosa dilipatgandakan di Bulan Rajab? Mengingat amalan-amalan baik di bulan Haram ini akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat-lipat. Apakah dosa dilipatgandakan... | Halaman Lengkap [330] url asal
#dosa #dosa-dosa-manusia #amalan-yang-pahalanya-dilipatgandakan #keutamaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/12/25 16:24
v/81370/
Apakah dosadilipatgandakan di Bulan Rajab? Mengingat amalan-amalan baik di bulan Haram ini akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat-lipat.Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa dalam bulan-bulan haram, manusia diperintahkan untuk tidak menzalimi diri sendiri. Menzalimi diri sendiri mencakup segala bentuk maksiat, sehingga melakukan dosa pada bulan Rajab berarti melanggar perintah Allah dalam waktu yang sangat dihormati. Ulama seperti Syekh Wahbah Zuhaili juga menyebutkan:
Artinya, “Yang dimaksud (dari ayat larangan menzalimi diri sendiri), adalah larangan dari semua bentuk maksiat dengan sebab apa pun pada bulan-bulan haram ini, (hal itu) disebabkan besarnya pahala dan siksaan di dalamnya.” (Syekh Wahbah Zuhaili, Tafsir al-Munir fil Aqidati was Syari’ati wal Manhaji, [Damaskus, Beirut, Darul Fikr], juz X, halaman 202)
Namun, tidak ada dalil spesifik yang menyebutkan bahwa dosa akan dilipatgandakan secara kuantitatif di bulan Rajab. Meski begitu, dosa di bulan ini dianggap lebih berat karena dilakukan pada waktu yang penuh penghormatan.
Cara Menghindari Dosa di Bulan Rajab
Karena bulan Rajab memiliki keutamaan khusus, umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati agar tidak terjerumus dalam dosa.Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Perbanyak Ibadah: Mengisi waktu dengan ibadah seperti puasa sunnah, zikir, membaca Al-Qur'an, dan sedekah akan membantu menjauhi maksiat.
2. Menjaga Lisan: Hindari ghibah, fitnah, atau perkataan sia-sia. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Meningkatkan Ilmu Agama: Memahami hukum-hukum Islam akan membantu membedakan yang benar dan salah.
4. Memohon Ampunan Allah: Perbanyak istighfar dan doa untuk membersihkan diri dari dosa.
Pentingnya Tobat di Bulan Rajab
Jika seseorang terlanjur melakukan dosa, maka langkah yang harus diambil adalah bertaubat. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah menyebutkan tiga syarat diterimanya taubat:1. Menyesali Kesalahan: Mengakui dan merasa bersalah atas dosa yang telah dilakukan.
2. Meninggalkan Perbuatan Dosa: Berhenti sepenuhnya dari perbuatan dosa tersebut.
3. Berjanji Tidak Mengulanginya: Memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Apa Saja Larangan di Bulan Rajab?
Apa saja larangan di bulan Rajab? Hal ini penting diketahui umat Islam, selain anjuran amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rajab atau bulan yang termasuk bulan... | Halaman Lengkap [577] url asal
#amalan-rajab #keutamaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram #larangan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/12/25 12:38
v/80283/
Apa saja larangan di bulan Rajab? Hal ini penting diketahui umat Islam, selain anjuran amalan yang dapat dilakukan pada bulan Rajab atau bulan yang termasuk bulan Haram (mulia) ini. Larangan tersebut intinya agar tidak merusak nilai-nilai kemuliaan serta keagungan Allah SWT.Seperti yang diterangkan dalam Firman Allah SWT :
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS At Taubah : 36)
Karena Rajab merupakan salah satu bulan haram, maka apa yang disampaikan di ayat di atas juga berlaku.
Berdasarkan penjelasan At Taubah ayat 36 ini, seperti dilansir laman UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berikut 5 larangan yang wajib dihindari pada bulan Rajab ini:
1. Jangan berbuat dzalim pada diri sendiri
Melanggar semua perintah dan larangan Allah SWT dapat mengotori diri kita dengan dosa, dan merupakan salah satu perbuatan dzalim terhadap diri sendiri. Seperti yang terdapat pada surah At Taubah ayat 36 di atas, pada bulan ini umat muslim dilarang mendzalimi diri sendiri karena hal tersebut merupakan perbuatan tercela dan akan mendapat siksaan yang pedih seperti yang dijelaskan pula pada surah Al-Hajj Ayat 25“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.”
2. Tidak berselisih atau perang
Pada bulan Rajab ini, umat muslim dilarang untuk merampas yang bukan hak nya dan merebut sesuatu yang dimiliki oleh orang lain yang akan menyebabkan selisih paham bahkan peperangan.Dalilnya, pada surah Al-Baqarah ayat 217 menjelaskan bahwa melakukan peperangan pada bulan haram adalah dosa besar.
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."(QS Al Baqarah : 217)
3. Dilarang melakukan pembunuhan
Membunuh merupakan dosa besar dan memiliki konsekuensi yang sangat berat, dilarangnya melakukan peperangan agar tidak terjadinya pembunuhan. Jika melakukan tindakan tersebut maka dosa yang besar dapat dilipat gandakan ketika bulan Rajab ini.4. Dilarang berbuat maksiat
Seperti halnya perbuatan baik akan mendapatkan pahala berlipat ganda ketika bulan Rajab, begitupun dengan perbuatan maksiat akan dilipat gandakan dosanya. Berbuat maksiat merupakan salah satu perilaku yang melanggar perintah Allah SWT. Saat melakukan perbuatan maksiat berarti dzalim terhadap diri sendiri.5. Dilarang balas dendam
Balas dendam merupakan perbuatan buruk yang tidak benar, begitupun pada bulan haram ini, umat muslim dilarang untuk balas dendam. Karena bulan haram merupakan bulan yang khas dalam melaksanakan ibadah haji seperti pada bulan Zulkaidah merupakan bulan untuk persiapan ibadah haji, bulan Zulhijjah untuk pelaksanaan haji, bulan Muharram ialah bulan perjalanan pulang dari haji dan untuk bulan Rajab tujuannya agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah Umrah.Wallahu A'lam
Amalan-amalan Bulan Rajab yang Bertabur Pahala, Simak di Sini!
Banyak amalan yang dianjurkan diamalkan di Bulan Rajab yang bertabur atau dilipatgandakan pahalanya. Amalan-amalan apa saja? Simak ulasan berikut ini: Banyak amalan... | Halaman Lengkap [1,378] url asal
#kalender-hijriyah #rajab #keutamaan-rajab #amalan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/12/25 09:32
v/80175/
Banyak amalan yang dianjurkan diamalkan di Bulan Rajabyang bertabur atau dilipatgandakan pahalanya. Amalan-amalan apa saja? Simak ulasan berikut ini:Bulan Rajab merupakan salah satu waktu utama bagi umat muslim untuk mengerjakan amalansaleh. Bahkan, amalan yang dikerjakan di bulan Rajab akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya berikut ini:
Artinya: Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa'dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya. (Imam al-Baghawi, Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an, [Beirut, Darul Ihya' at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).
Beberapa Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab :
1. Berdoa saat memasuki bulan Rajab
Terdapat doa khusus yang bisa dibacakan pada malam bulan Rajab yang diyakini sudah lazim dikerjakan oleh ulama-ulama salaf terdahulu.Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari berikut ini:
"Sesungguhnya, Nabi SAW apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, 'Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan." (HR. Bukhari).
Adapun doa yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin ketika memasuki bulan Rajab sebagai berikut:
Allaahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya: "Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.
2. Salat sunnah di malam 1 Rajab
Begitu masuk bulan Rajab, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan salat sunah. Salat sunah pada malam 1 Rajab ini berjumlah 10 rakaat dengan 5 kali salam.Berikut ini niat salat sunah malam 1 Rajab yang bisa dibacakan sebelum beribadah:
Ushallii sunnatan lisyahri rajaba rak'ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Aku berniat untuk shalat sunnah Rajab dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Pada rakaat pertama salat ini, umat muslim membaca Al-Fatihah disusul dengan surah Al-Ikhlas di rakaat pertama dan Al-kaafirun di rakaat kedua sebanyak 3 kali. Setelah selesai salat kemudian membaca doa berikut ini:
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahulmulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadikil khairu, wahuwa 'alaa kuli syai-in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wala mu'thiya limaa mana' ta wala yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang maha Esa, Yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan dia Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebaikan berada, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada pula yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi, dan tidak berguna kekayakaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.
3. Salat sunnah malam Jumat pertama
Amalan salat sunah juga bisa dikerjakan pada malam Jumat pertama. salat sunah ini dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan 6 kali salam.Adapun niat yang dibaca sama seperti salat sunah Rajab lainnya. Pada rakaat pertama dibacakan surah Al-Qadr sebanyak 3 kali setelah Al-Fatihah.
Sementara pada rakaat kedua membaca Al-Iklas sebanyak 12 kali. Setelah selesai sholat, dianjurkan membaca salawat berikut sebanyak 70 kali:
Allahumma shalli 'ala Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala alihi.
Artinya: Ya Allah, semoga rahmat atas nabi Muhammad, nabi yang ummi, serta atas semua keluarga.
4. Salat Sunnah 15 Rajab
Amalan selanjutnya yang bisa dikerjakan yaitu salat sunah pada tanggal 15 Rajab. Salat sunnah ini dikerjakan sama seperti tata cara salat malam 1 Rajab.5. Salat sunnah akhir Rajab
Pada akhir bulan Rajab, umat muslim juga dapat melakukan amalan salat sunah. Sama seperti tata cara malam 1 Rajab, salat ini dilaksanakan sebanyak 10 rakaat dengan 5 kali salam kemudian dilanjutkan membaca doa.6. Memperbanyak istighfar
Pada bulan yang mulia ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. Berikut bacaan istighfar yang bisa dibacakan di bulan Rajab:فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu, wa a'uudzubika min syarri maa shana'tu wa abu-u laka binikmatika 'alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu dan aku dalam genggaman Mu. Aku dalam perjanjian-Mu (beriman dan taat) kepada-Mu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui dosaku. Karena itu, aku memohon ampunan-Mu, dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang, kecuali Engkau, ya Allah.
7. Zikir 10 hari pertama Bulan Rajab
Berzikir di 10 hari pertama bulan Rajab, dibaca sebanyak 100 kali dengan lafaz sebagai berikut:Subhaanallaahil hayyul qayyuum
Artinya: Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus menerus mengurus
8. Zikir 10 hari kedua Bulan Rajab
Pada 10 hari kedua Rajab umat muslim juga mengerjakan amalan zikir yang dibaca sebanyak 100 kali. Berikut teks Arab, Latin, dan artinya:Subhaanallaahil ahadush shamad
Artinya: Maha uci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya"
9. Zikir 10 hari terakhir Bulan Rajab
Di hari-hari terakhir bulan Rajab, umat muslim juga bisa mengamalkan ibadah zikir ini. Zikir yang biasa dibacakan pada 10 hari terakhir bulan Rajab adalah sebagai berikut:Subhaanallaahir ra-uuf
Artinya: Maha suci Allah yang Maha Belas Kasih
Zikir ini dianjurkan dibaca sebanyak 100 kali kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali.
10. Puasa di Bulan Rajab
Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Rajab ini yaitu melaksanakan puasa sunah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini:Ibnu Abbas berkata, "Nabi berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.' Lalu, beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau tidak akan berpuasa (bulan Rajab) seluruhnya."
Berdasarkan dalil tersebut, disimpulkan bahwa tidak ada larangan berpuasa di bulan Rajab. Adapun puasa sunah di bulan Rajab bisa dikerjakan pada hari Senin, Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Dawud yaitu dikerjakan selang seling sehari berpuasa dan sehari tidak.
11. Merayakan Isra' Mikraj
Pada bulan Rajab ini terdapat peristiwa bersejarah yang istimewa bagi umat Islam. Peristiwa itu adalah Isra' Mikraj yang merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad bersama malaikat Jibril.Perjalanan itu menjadi titik awal dalam sejarah kewajiban umat muslim untuk melaksanakan shalat lima waktu. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
"Aku terus bolak-balik antara Rabb-ku dengan Musa Alaihissallam sehingga Rabb-ku mengatakan:
Artinya: Wahai Muhammad, sesungguhnya kewajiban shalat itu lima kali dalam sehari semalam, setiap shalat mendapat pahala sepuluh kali lipat, maka lima kali shalat sama dengan lima puluh kali shalat. Barangsiapa berniat melakukan satu kebaikan, lalu ia tidak melaksanakannya, maka dicatat untuknya satu kebaikan, dan jika ia melaksanakannya, maka dicatat untuknya sepuluh kebaikan. Barangsiapa berniat melakukan satu kejelekan namun ia tidak melaksanakannya, maka kejelekan tersebut tidak dicatat sama sekali, dan jika ia melakukannya maka hanya dicatat sebagai satu kejelekan." [2]
12. Zikir pagi dan sore hari
Memperbanyak zikir di pagi dan sore hari. Adapun zikir yang bisa dibaca sepanjang bulan Rajab sebagai berikut:Allahummaghfirli warhamni watub 'alayya
Artinya: Ya Allah, ampunilah dosaku dan kasihanilah aku, serta terimalah tobatku.
13. Bersedekah
Pada bulan ini, amalan akan dilipatgandakan. Oleh karena itu, umat muslim juga dianjuran untuk memperbanyak sedekah sebagaimana sabda rasulullah SAW berikut ini:Artinya: "Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Allah SWT akan menjauhkannya dariapi neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua"
14. Puasa Ayyamul Bidh
Pada bulan Rajab, salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah puasa sunnah terutama pada hari-hari utama. Salah satu hari-hari utama itu yaitu Ayyamul Bidh.Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada pertengahan bulan di tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Oleh karena itu, di bulan Rajab ini umat muslim juga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.
15. Memotong Hewan Qurban
Di bulan Rajab ini, amalan yang bisa dilakukan yaitu memotong hewan qurban. Sebagian ulama menyunnahkan ibadah ini berdasarkan hadis riwayat Mukhannaf bin Salim berikut:"Kami melakukan wukuf bersama Rasulullah SAW di Arafah, dan saya mendengar beliau bersabda, 'Wahai sekalian manusia kewajiban setiap keluarga melaksanakan atirah (qurban) setiap tahun. Tahukah kamu apa itu atirah? Itulah yang kamu sekalian namakan rajabiyah (qurban di bulan Rajab)." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, dan Tirmidzi).
Ahlan Wa Sahlan Rajab 1447 Hijriah, Bulan Persiapan Menghadapi Ramadan
Ahlan Wa Sahlan Rajab 1447 Hijriyah. Tepat hari ini 21 Desember 2025, umat Muslim memasuki bulan Rajab bulan haram yang penuh kemuliaan serta bulan awal untuk persiapan... | Halaman Lengkap [1,188] url asal
#kalender-hijriyah #rajab #amalan-bulan-rajab #keutamaan-bulan-rajab #bulan-rajab-bulan-haram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/12/25 05:15
v/80069/
Ahlan Wa Sahlan Rajab 1447 Hijriyah. Tepat hari ini 21 Desember 2025, umat Muslim memasuki bulan Rajabbulan haram yang penuh kemuliaan serta bulan awal untuk persiapan secara khusus menghadapi bulan Ramadan nanti.Bahkan, para ulama menjadikan bulan Rajabsebagai permulaan persiapan secara khusus untuk menghadapi bulan Ramadan.
Dalam Kalender Hijriyah, bulan Rajab dijadikan bulan menanam, maka satu tahun diumpamakan suatu pohon yang terlihat rindang dedaunannya di bulan Rajab, lalu berbuah pada bulan Sya’ban, kemudian dipetik buahnya di bulan Ramadan.
Maka setiap muslim hendaknya mempersiapkan amal kebaikan di bulan Rajab , lalu bertekad kuat memperbaiki serta melaksanakannya dengan sungguh-sungguh di bulan Sya’ban, agar dia dapat melakukan amal ibadah sebaik mungkin nanti di bulan Ramadan.
Itulah mengapa bulan Rajab disebut bulan menanam. Lantas apa dalilnya? Dan bagaimana penjelasannya? Dikutip dari laman tanya jawab Islam, islamqa, berikut penjelasannya:
1. Bulan Rajab termasuk salah satu bulan Haram
Bulan Rajab adalah salah satu bulan Haram dimana Allah berfirman terkait dengannya:“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Bulan-bulan Haram adalah; Rajab, Zulqaidah, Zulhijah dan Muharam.Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiallanhu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Setahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan Zulqaidah, Zulhijah dan Muharam, serta Rajab Mudhor, antara Jumadal (Tsani) dan Sya’ban.”
Bulan-bulan ini dinamakan dengan bulan haram karena dua hal:
- Diharamkan berperang di dalamnya kecuali jika musuh yang memulainya
- Jika melanggar sesuatu yang diharamkan di bulan ini, dosanya lebih berat dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.
Oleh karena itu, kita dilarang oleh Allah taala terjerumus dalam kemaksiatan di bulan-bulan ini. Sebagaimana Firman Allah Taala:
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Meskipun melakukan kemaksiatan dilarang, baik di bulan-bulan (yang diharamkan) ini maupun di bulan lainnya, hanya saja kemaksiatan di bulan-bulan ini sangat ditekankan pelarangannya.
As-Sa’dy dalam tafsirnya, hal. 373 mengatakan, (firman Allah Taala),
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Ada kemungkinan, dhamir (kata ganti هن) kembali kepada dua belas bulan. Allah menjelaskan hal itu sebagai patokan bagi para hamba agar memakmurkannya dengan ketaatan, bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya dan dipergunakan untuk kebaikan para hamba. Maka berhati-hatilah jangan sampai melakukan kezaliman pada dirimu sendiri di dalamnya.
Ada kemungkinan juga, dhamir (kata ganti هن) kembali pada keempat bulan haram, sebagai larangan yang bersifat khusus agar jangan melakukan kezaliman di dalamnya dengan tetap melarang lakukan kezaliman pada setiap waktu. Karena (larangan) di bulan ini lebih berat dibandingkan dengan (bulan lainnya) dan melakukan kezaliman di dalamnya lebih berat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.”
2. Bulan Rajab adalah awal persiapan menyambut Ramadan
Para ulama menyerupakan tahun dengan musim-musim kebaikan di dalamnya dengan beberapa perkara. Musim kebaikan yang paling agung adalah bulan Ramadan. Oleh karena itu agama menganjurkan untuk meningkatkan amal saleh di dalamnya.Di antara perkara terpenting dalam hal ini adalah hendaklah seseorang mempersiapkan diri dengan amal saleh sebelum bulan ramadhan. Para ulama menjadikan bulan Rajab adalah permulaan persiapan secara khusus untuk menyambut Ramadhan. Setahun bagaikan sebuah pohon, dedaunan mulai tumbuh di bulan Rajab, lalu berbuah di bulan Sya’ban, kemudian memetik buahnya di bulan Ramadan.
Maka bagi seseorang hendaknya mempersiapkan amal saleh di bulan Rajab dan menjaga sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh di bulan Sya’ban, agar dapat menunaikan sebaik mungkin di bulan Ramadan.
Para ulama banyak mengungkapkan hal ini dengan berbagai redaksi, di antara ungkapan-ungkapan itu adalah:
“Rajab adalah untuk meninggalkan kesia-sian, Sya’ban bulan untuk beramal dan kesetiaan dan Ramadan untuk kejujuran dan kejernihan.”
“Rajab bulan taubat, Sya’ban bulan kecintaan dan Ramadan bulan pendekatan (kepada Allah).”
“Rajab bulan kehormatan, Sya’ban bulan pelayanan dan Ramadan adalah bulan kenikmatan.”
“Rajab bulan beribadah, Sya’ban adalah bulan kezuhudan dan Ramadan adalah bulan tambahan (ibadah).”
“Rajab adalah bulan Allah melipat gandakan kebaikan, Sya’ban adalah bulan menghapus kesalahan dan Ramadan adalah bulan menunggu karomah (kemuliaan).”
“Rajab adalah bulan orang-orang yang mendahului (dengan amal), Sya’ban adalah bulan orang yang lurus beramal dan Ramadan adalah bulan orang-orang berdosa (untuk kembali bertaubat).”
Zun Nun Al-Misry rahimahullah mengatakan, “Bulan Rajab adalah untuk meninggalkan kesalahan-kesalahan, Sya’ban adalah bulan untuk mempergunakan ketaatan-ketaatan. Dan Ramadan adalah bulan menunggu karomah (kemuliaan). Siapa yang tidak meninggalkan kesalahan, tidak mempergunakannya dengan ketaatan-ketaatan, dan tidak menunggu karomah (kemuliaan) maka dia termasuk orang yang tersesat.”
Beliau –rahimahullah- juga berkata; “Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyiram sementara Ramadan adalah bulan memanen. Semua akan memanen apa yang dia tanam dan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukan. Siapa yang menyia-nyiakan kesempatan menanam, maka dia akan menyesal di waktu panen, hasilnya di luar harapan dan ujungnya adalah keburukan.”
Sebagian orang-orang saleh mengatakan, “Setahun bagaikan pohon, Rajab adalah hari-hari menyiramnya, Sya’ban adalah hari-hari berbuahnya. Dan Ramadan adalah hari-hari memanennya.” (Al-Gunyah, Al-Jailany, 1/326).
Ibnu Rajab dalam kitab ‘Lathaiful Ma’arif, (121) mengatakan, “Bulan Rajab adalah kunci bagi bulan kebaikan dan keberkahan (Ramadan).”
Abu Bakar Al-Waraq Al-Balkhi berkata, “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram, dan bulan Ramadan adalah bulan memetik buahnya.” Beliau juga mengatakan, “Perumpamaan bulan Rajab seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan mendung dan bulan Ramadan seperti rintik hujan.”
Sebagian ulama mengatakan, “Setahun seperti pepohonan, Rajab adalah bulan menumbuhkan dedaunan, Sya’ban bulan menumbuhkan cabang dan Ramadan adalah bulan memanen. Orang-orang mukmin yang memanennya.
Penting diperhatikan bagi lembaran-lembarannya yang menghitam karena dosa-dosa, maka di bulan ini untuk memutihkannya dengan bertaubat. Kalau yang masih menyia-nyiakan umurnya dengan menganggur, maka hendaknya mempergunakan kesempatan ini pada sisa umurnya.
Setiap muslim hendaknya memperbanyak menanam kebaikan dan amalan saleh. Inilah tananam yang dapat ditanam di sela-sela umurnya dengan harapan dapat memetik buah kebaikan ketika bertemu dengan Tuhan seluruh alam.
Di antara amal terpenting yang selayaknya dilakukan seseorang pada bulan Ramadan adalah:
1. Menunaikan salat wajib dan salat sunah terutama qiyamul lail
2. Berpuasa
3. Bersedekah
4. Tilawah Al-Qur’an
5. Berzikir
Az-Zahabi rahimahullah mengatakan, “Demi Allah, membaca Al-Quran dengan tartil sepertujuh Qur’an waktu tahajud Qiyamullail, menjaga salat-salat sunah rawatib, Duha, tahiyatul masjid, berzikir dengan riwayat shahih yang bersumber dari Nabi, membaca doa ketika tidur dan bangun, berzikir pada setiap selesai salat wajib dan di waktu sahur, sibuk mempelajari ilmu yang bermanfaat dengan tetap menjaga keikhlasan karena Allah, mengajak kepada kebaikan, membimbing orang yang tidak tahu dan memahamkannya, serta melarang orang fasik dari kefasikannya dan semisal itu, melakukan salat wajib berjama’ah secara khusyu dan tuma’ninah, tunduk dan penuh keimanan, melakukan yang wajib, dan menjauhi dosa-dosa besar, memperbanyak berdoa dan memohon ampunan (istighfar), bersedekah dan menyambung hubungan kekerabatan, tawadhu dan ikhlas dalam semuanya itu, adapa perbuatan-perbuatan yang mulia nan agung. Mereka akan mendapatkan kedudukan orang-orang yang selamat dan beruntung, menjadi para kekasih Allah yang bertakwa.” (Siyar a’lam an nubala, 3/84).
Kapan Bulan Rajab 2025? Cek di Sini!
Kapan bulan Rajab 2025? Jadwal bulan hijriah ini penting diketahui umat Islam, terutama karena bulan Rajab merupakan gerbang menuju persiapan bulan Ramadan. Kapan... | Halaman Lengkap [174] url asal
#kalender-baru-hijriah #kalender-islam #bulan-rajab-bulan-haram #doa-rajab
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/12/25 12:02
v/77185/
Kapan bulan Rajab 2025? Jadwal bulan hijriyahini penting diketahui umat Islam, terutama karena bulan Rajabmerupakan gerbang menuju persiapan bulan Ramadan.Menurut kalender HijriyahIndonesia Tahun 2025 yang diterbitkan resmi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1447 Hijriyah jatuh pada Ahad, 21 Desember 2025 dalam kalender Masehi.
Dalam penanggalan Islam, satu hari dimulai saat matahari terbenam (Maghrib). Oleh karena itu, malam sebelum 1 Rajab (atau malam 1 Rajab 1447 H) berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2024 malam setelah Maghrib.
Bulan Rajab sendiri merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam yang dimuliakan Allah SWT. Tak hanya itu, bulan ketujuh pada kalender Hijriyah ini memiliki banyak keistimewaan.
Bulan ini disebut juga Syahr al-Istighfar atau bulan penuh ampunan. Pada bulan ini juga terdapat peristiwa penting, yakni Isra’ Miraj.
Doa Memasuki Bulan Rajab
Berikut ini doa memasuki bulan Rajab yang sering diamalkan Nabi Muhammad SAW:Allahumma barik lana fi rajaba wasya'bana waballighna ramadhana.
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban, dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan."
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56