#30 tag 24jam
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Mulai Besok 25-26 Mei
Puasa Tarwiyah dan Arafah di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan besar, menghapus dosa setahun lalu dan mendatang. Puasa Tarwiyah jatuh pada 25 Mei 2026. [474] url asal
#puasa-tarwiyah #puasa-arafah #bulan-dzulhijjah #keutamaan-puasa #puasa-sunnah #niat-puasa-tarwiyah #niat-puasa-arafah #jadwal-puasa-tarwiyah #jadwal-puasa-arafah #manfaat-puasa-tarwiyah #manfaat-puasa
(Bisnis.Com - Terbaru) 24/05/26 17:22
v/230677/
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Dzulhijjah disunahkan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Kedua puasa ini memiliki keutamaan besar serta menjadi kesempatan untuk meraih pahala berlimpah menjelang Iduladha.
Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, tepatnya menjelang Iduladha.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Iduladha.
Kedua puasa ini sangat dianjurkan bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jemaah haji yang sedang menjalankan wukuf di Arafah, puasa Arafah tidak disunnahkan karena dikhawatirkan dapat melemahkan kondisi fisik saat menjalani rangkaian ibadah haji.
Puasa Tarwiyah sendiri berkaitan dengan persiapan jemaah haji menuju Arafah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan bertepatan dengan momentum wukuf di Padang Arafah yang menjadi salah satu rukun haji.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Melaksanakan puasa sunnah di awal Dzulhijjah termasuk amalan yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar.
Puasa Tarwiyah dipercaya memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa setahun yang lalu. Sementara puasa Arafah memiliki keutamaan lebih besar, yaitu menghapus dosa setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
Selain menjadi sarana meraih pahala, puasa sunnah ini juga dapat menjadi momentum untuk:
melatih kesabaran dan pengendalian diri,
meningkatkan kualitas ibadah,
memperbanyak dzikir dan doa,
memperkuat rasa syukur,
serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjelang Iduladha.
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Berdasarkan kalender Hijriah 2026:
Puasa Tarwiyah jatuh pada Senin, 25 Mei 2026
Puasa Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026
Tanggal dapat menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah dan penetapan resmi awal Dzulhijjah.
Niat Puasa TarwiyahSebelum menjalankan puasa Tarwiyah, muslim dianjurkan membaca niat puasa sunnah.
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta‘ala.”
Niat Puasa ArafahNawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta‘ala.”
Dalam puasa sunnah, niat masih diperbolehkan pada pagi atau siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah
Pada dasarnya, tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
Membaca Niat Puasa
Niat dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal (masuk waktu Zuhur), selama belum makan atau minum.
Melaksanakan Sahur
Sahur menjadi sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW karena mengandung keberkahan. Selain membantu menjaga stamina tubuh, waktu sahur juga menjadi momen baik untuk memperbanyak doa dan istighfar.
Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa juga menjadi latihan menjaga lisan, emosi, serta perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala ibadah.
Memperbanyak Ibadah
Agar puasa semakin bermakna, isi hari dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Menyegerakan Berbuka
Saat waktu Magrib tiba, dianjurkan untuk segera berbuka puasa dan membaca doa berbuka.
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Salah satu kisah bulan Zulhijjah adalah tentang doa Nabi Zakariya alaihissalam. Nabi utusan Allah ini lulus dari berbagai ujian, sehingga sang Khalik mengijabah... | Halaman Lengkap [580] url asal
#kisah-hikmah #peristiwa-penting-di-bulan-dzulhijjah #kisah-para-nabi #kisah-nabi-zakaria #doa-nabi-zakaria-memohon-anak
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/05/26 17:45
v/225211/
Salah satu kisah bulan Zulhijjahadalah tentang doa Nabi Zakariya alaihissalam. Nabi utusan Allah ini lulus dari berbagai ujian, sehingga sang Khalik mengijabah doa beliau untuk memperoleh anak yang saleh di umur 90 tahun atau bahkan ada yang menyebut di umur beliau 120 tahun.Peristiwa penting itu terjadi pada tanggal 3 Zulhijjah. Dikisahkan, suatu malam Nabi Zakariyaduduk di mihrabnya dan bermunajat kepada Allah, berdoa dengan khusyuk dan yakin. Dengan suara yang lemah lembut beliau berdoa:
"Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putra yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian dari keluarga Ya'qub, yang akan meneruskan pimpinan dan pembimbing kepada Bani Isra'il."
"Aku risau sepeninggalku nanti anggota-anggota keluargaku akan rusak kembali akidah dan imannya bila aku tinggalkan tanpa seorang pemimpin yang akan menggantikanku."
"Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang istriku adalah seorang perempuan mandul. Namun kekuasaan-Mu tidak terbatas, dan aku berdoa Engkau berkenan mengurniakan seorang anak yang saleh dan Engkau ridha padaku."
Allah pun mengabulkan doa Nabi Zakariya dan berfirman: "Wahai Zakariya, kami sampaikan kabar gembira padamu, kamu akan mendapatkan seorang anak laki-laki bernama Yahya yang saleh dan membenarkan kitab-kitab Allah, menjadi pemimpin yang dianut, menahan diri daripada nafsu dan godaan setan, dan kelak akan menjadi seorang Nabi."
Kemudian Nabi Zakariya berkata: "Ya Allah, bagaimana aku dapat memperoleh keturunan sedang istriku seorang yang mandul dan akupun sudah lanjut usia."
Allah berfirman: "Hal demikian itu mudah bagi-Ku. Tidakkah telah Ku-ciptakan kamu, sedangkan waktu itu kamu tidak ada sama sekali."
Permintaan Nabi Zakariya ini dilatarbelakangi karena kemandulan istrinya seperti yang diutarakan Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim yang ia kutip dari hadis riwayat Ibnu Abbas .
Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar juga turut memberikan pendapat bahwa ketika itu Nabi Zakariya juga sudah sangat tua, usianya diperkirakan sekitar 90 tahun lebih.
Sebagaimana fitrah manusia yang menginginkan keturunan, Nabi Zakariya pun ingin memiliki keturunan. Di samping itu juga agar nantinya ada dari keturunannya yang melanjutkan perjuangannya. Lantas ia pun berdoa kepada Allah agar dikaruniai seorang anak sebagaimana difirmankan Allah dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 89 .
Dalam lanjutan Surat Al-Anbiya’ ayat 90, yang berisi salah satu fragmen kisah Nabi Yahya, Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya tersebut dengan menganugerahkan seorang anak saleh yang bernama Yahya.
Kisah Nabi Yahya sendiri disebut 5 kali dalam Al-Quran, yaitu pada Surat Ali Imran (3) : 39, Surat Maryam (19) : 7, 12-15, dan Surat Al-Anbiya’ (21) : 89-90.
Ibnu Katsir mengungkapkan bahwa Nabi Zakariya adalah seorang yang khusyuk, hanya menggantungkan segala harapan kepada Allah, dan selalu bersegera dalam mengerjakan amal saleh hingga ia dipuji Allah sebagaimana yang tercantum dalam Surat Al-Anbiya ayat 90.
Kemudian dalam Surat Ali Imran ayat 39, Allah juga menceritakan bahwa Ia mengutus malaikat untuk mengunjungi Nabi Zakariya yang sedang sholat di mihrab. Malaikat itu membawa kabar gembira bahwa Nabi Zakariya akan dikaruniai seorang anak bernama Yahya.
Nama Yahya, menurut Buya Hamka, berasal dari bahasa Ibrani “Yohanes” yang diarabkan. Nama tersebut belum pernah dipakai oleh seorang pun sebelum Nabi Yahya.
Tak lama kemudian, janji Allah pun menjadi kenyataan, istri Nabi Zakariya mengandung. Kemudian lahirlah seorang putra bernama Yahya.
Putra yang bernama Yahya ini Allah janjikan sebagai orang membenarkan kalimat-kalimat Allah, menjadi seorang pemimpin yang terpelihara, dan menjadi seorang nabi yang saleh seperti yang termaktub dalam Surat Ali Imran ayat 39 .
Diangkatnya Yahya menjadi seorang nabi dan rasul oleh Allah ini sekaligus menjadi jawaban bagi doa yang senantiasa dipanjatkan Nabi Zakariya. Nabi Yahya pun kelak melanjutkan risalah yang diemban ayahnya.
Anjuran Menghidupkan Amalan Zikir di Awal Bulan Zulhijjah
Umat Islam dianjurkan mengagungkan bulan Zulhijjah dengan memperbanyak amalan zikir , puasa, berkurban , dan salat Iduladha. Simak penjelasannya! Umat Islam dianjurkan... | Halaman Lengkap [322] url asal
#zikir #zikir-tahlil-di-bulan-dzulhijjah #keutamaan-bulan-zulhijjah #amalan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/05/26 14:41
v/222414/
Umat Islam dianjurkan mengagungkan bulan Zulhijjah dengan memperbanyak amalan zikir, puasa, berkurban , dan salat Iduladha. Keutamaan bulan Zulhijjahdisebutkan bahwa 10 hari pertamanya dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Ta'ala yang diabadikan dalam Surah Al-Fajr.Allah Ta'ala berfirman:
"Dan demi malam-malam yang sepuluh". (QS Al-Fajr Ayat 2).
Menurut Habib Ahmad bin Novel Salim Jindan (pengasuh Ponpes Al-Hawthah Al-Jindaniyah), tidaklah Allah bersumpah terhadap sesuatu melainkan sesuatu itu adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga.
Para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa malam-malam yang sepuluh dalam ayat itu adalah 10 hari pertama Zulhijjah . Salah satu amalan yang dianjurkan pada 10 hari Zulhijjah adalah menghidupkan zikir . Orang-orang yang berzikir di kalangan umat Nabi Muhammad SAW memiliki kemuliaan di sisi Allah Ta'ala. Keutamaan berzikir (mengigat Allah) di bulan Dzulhijjah ini akan mendapatkan ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat.
Habib Ahmad mengatakan, amalan zikir khusus pada 10 hari Dzulhijjah adalah Tahlil dan Takbir. Tahlil adalah ucapan "Laa Ilaha Illallah" (tidak ada Tuhan selain Allah). Sedangkan Takbir ialah kalimat "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar).
Selain berzikir, kaum muslimin juga dianjurkan menghidupkan zikir umum dan takbir pada hari raya Idul Adha dan hari-hari taysrik. Terkait amalan berzikir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih DIA cintai dibanding melakukan amal ibadah di 10 hari bulan Dzulhijjah . Maka perbanyaklah di 10 hari ini membaca Tahlil, Takbir dan Tahmid". (HR Imam Ahmad dari Ibnu Umar RA)
Kemudian riwayat dari Abu Hurairah RA menuturkan, pada suatu hari Rasulullah SAW keluar memimpin kami menghadapi musuh. Tiba-tiba beliau shallallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam memerintahkan, "Ambillah perisai kalian!" Kami bertanya, "Ya Rasulullah , apakah ada musuh yang datang?" Beliau SAW menjawab, "Ambillah perisai kalian terhadap neraka, ucapkanlah:
"Maha Suci Allah; Segala Puji Bagi Allah; Tiada Tuhan Selain Allah; Allah Maha Besar; Tiada Daya dan Kekuatan kecuali dengan Pertolongan Allah".
Fakta Menarik Bulan Zulhijjah, Banyak Kisah Agung Para Nabi Terjadi di Dalamnya
Terdapat beberapa sejarah penting atau peristiwa mulia di Bulan zulhijjah. Peristiwa tersebut pernah terjadi kepada para Nabiyullah. Peristiwa apa saja itu? Simak... | Halaman Lengkap [540] url asal
#keutamaan-bulan-zulhijjah #peristiwa-penting-di-bulan-dzulhijjah #kisah-sejarah-di-bulan-dzulhijjah #kisah-para-nabi #dzulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/05/26 09:13
v/224532/
Terdapat beberapa sejarah penting atau peristiwa mulia di Bulan Zulhijjah. Peristiwa tersebut pernah terjadi kepada para Nabiyullah. Peristiwa apa saja itu?Dijelaskan dalam kitab Durrat al-Nasihin, Ibnu Abbas radhiyalalahu'anhu meriwayatkan hadis dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tentang peristiwa-peristiwa mulia ini.
9 Peristiwa Penting di Bulan ZUlhijjah:
1. Peristiwa Nabi Adam yang diampuni Allah
Pada tanggal 1 Zulhijjah, kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam alaihissalam dan Siti Hawa diampuni oleh Allah Ta'ala. Nabi Adam telah membuat kesalahan karena memakan buah terlarang yang diturunkan Allah SWT dari surga ke bumi bersama Hawa.2. Peristiwa Nabi Yunus dikeluarkan dari dalam perut ikan
Nabi Yunus alaihissalam dimakan ikan besar setelah meninggalkan kaumnya yang menolak dakwah Nabi Yunus. Saat berada di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus mengucapkan doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Pada tanggal 2 Dzulhijjah Allah SWT mengabulkan doa itu dan mengembalikan Nabi Yunus ke daratan.3. Doa Nabi Zakaria diijabah
Nabi Zakaria alaihissalam yang tidak mempunyai anak selalu pantang menyerah untuk berdoa kepada Allah SWT agar istrinya mengandung seorang putra. Dengan kegigihan Nabi Zakaria dalam menjalani ujian, Allah SWT akhirnya mengijabah doa Nabi Zakaria itu pada tanggal 3 Zulhijjah saat umurnya sudah 120 tahun.4.Peristiwa Maryam melahirkan Nabi Isa
Pada tanggal 4 Zulhijjah Nabi Isa alaihissalam lahir. Malaikat Jibril pernah berkata kepada Maryam dalam surat Ali Imran ayat 42-47 bahwa dia akan melahirkan anak laki-laki yang suci. Perkataan itu terbukti dan ia pun dicemooh oleh masyarakat.5. Nabi Musa Lahir dan dirawat di lingkungan Fir’aun
Nabi Musa lahir ketika Fir'aun menerapkan kebijakan untuk membunuh semua anak laki-laki di Mesir. Tepatnya, pada tanggal 5 Dzulhijjah, Ibu Nabi Musa yang baru saja melahirkan segera menghanyutkan Nabi Musa di sungai Nil dan kemudian ditemukan oleh Asiyah, istri Fir'aun.6. Peristiwa Allah Ta'ala membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW
Pada 6 Zulhijjah, Allah membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 6 Dzulhijjah, Allah akan menurunkan rahmat-Nya dan terhindar dari siksa selama-lamanya.7. Peristiwa pintu pintu neraka ditutup dan dikunci
Pada tanggal 7 Zulhijjah, pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci, dan baru akan dibuka setelah hari kesepuluh dari bulan Zulhijjah. Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 7 Zulhijjah, maka akan terhindar dari 30 pintu kesusahan dan dibukakan baginya 30 pintu kemudahan.8. Peristiwa Nabi Ibrahim diperintahkan membangun Kakbah
Pada tanggal 8 Zulhijjah, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah. Ketika bangunan Kakbah telah jadi, Nabi Ibrahim merenung apakah yang ia lakukan mendapat pahala atau tidak. Maka disebutlah hari kedelapan dari bulan Zulhijjah dengan yaum al-tarwiyah yang artinya hari merenung dan berfikir.Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim bermimpi mendapat tugas dari Allah untuk menyembelih Ismail. Maka, seharian Nabi Ibrahim berfikir apakah perintah itu benar-benar dari Allah atau dari Setan. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah, Allah akan memberinya pahala yang nilaianya hanya Allah yang tahu.
9. Peristiwa mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail
Sebelumnya pada tanggal 8 Dzulhijjah Nabi Ibrahim bermimpi. Kemudian Nabi Ibrahim yakin betul bahwa mimpinya di malam kesembilan Dzulhijjah itu benar-benar dari Allah dan bukan dari Setan. Hari ini disebut yaumu arafah karena tempat yang digunakan untuk menyembelih Nabi Ismail dinamakan Arafah.Puasa dan Doa Bulan Dzulhijjah, 10 Hari Pertama Banyak Doa Diijabah Allah SWT
Berikut bacaan doa dan niat puasa di bulan Dzulhijjah, di mana 10 hari pertama akan mendapat ampunan dari Allah SWT. [692] url asal
#doa #bacaan-doa #doa-bulan-dzulhijjah #bulan-dzulhijjah #bacaan-doa-bulan-dzulhijjah #puasa #puasa-sunnah #puasa-bulan-dzulhijjah
(Bisnis.Com - Terbaru) 19/05/26 02:15
v/224302/
Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam kalender Islam, setara dengan keagungan bulan Ramadhan dan bulan-bulan penting lainnya.
Bulan ini dikenal karena dua peristiwa besar dalam agama Islam: Hari Raya Kurban dan pelaksanaan ibadah haji.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah berpuasa pada tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah.
Dalam periode ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak aktivitas keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bertasbih, menjalin silaturahim, dan menjalankan puasa.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Dilansir dari NU Online, pahala puasa dzulhijjah yakni pertama, dilipatgandakan pahalanya. Pahala puasa awal Dzulhijjah berlipat-lipat dibanding dengan bulan lainnya.
Kedua, penghapusan dosa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, puasa khusus pada tanggal 9 Dzulhijjah atau biasa disebut puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Ketiga, hari pembebasan dari siksa neraka. Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari tersebut dibanding hari-hari lainnya.
Adapun niat puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’âlâ”
Niat ini dibacakan ketika malam hari setelah matahari terbenam sampai terbit fajar. Jika lupa belum niat pada waktu tersebut, maka masih boleh berpuasa dan wajib niat puasa Dzulhijjah hingga waktu Dzuhur tiba. Hal tersebut boleh dilakukan dengan syarat belum melakukan apa yang membatalkan puasa.
Waktu pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah adalah pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 8 Dzulhijjah dinamakan puasa Tarwiyah dan tanggal 9 Dzulhijjah dinamakan puasa Arafah.
Jadwal Puasa Dzulhijjah 10 Hari Pertama
- Puasa 1 Dzulhijjah – Senin, 18 Mei 2026: Mendapat limpahan ampunan dosa seperti yang diterima Nabi Adam AS
- Puasa 2 Dzulhijjah – Selasa, 19 Mei 2026: Diberi pahala ibadah selama setahun penuh dan terhindar dari perbuatan maksiat
- Puasa 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026: Doa yang dipanjatkan dikabulkan, serupa dengan doa Nabi Zakaria AS
- Puasa 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026: Dibebaskan dari kesusahan, kefakiran, dan sifat nifak. Selain itu, kelak di akhirat akan mendapatkan tempat bersama para perantau yang mulia (Safaratul Kiraa-mil Bararah)
- Puasa 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026: Terbebas dari siksa kubur, sebagaimana limpahan rahmat yang diterima Nabi Musa AS di hari kelahirannya
- Puasa 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026: Allah SWT akan memandang dengan penuh rahmat dan menjamin terhindar dari siksa neraka selamanya
- Puasa 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026: Seluruh pintu neraka Jahanam ditutup, menjauhkan pelakunya dari 30 pintu kesulitan dan membukakan 30 pintu kemudahan
- Puasa 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026: Mendapatkan pahala yang amat besar, jumlahnya hanya diketahui oleh Allah SWT
- Puasa 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026: Pahala yang didapat mampu menghapus dosa selama setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Doa di Bulan Dzulhijjah
Secara garis besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir yakni membaca tahlil dan takbir.
Kemudian menurut Syekh Abdul Hamid al-Maki, ada bacaan-bacaan tertentu yang sangat dianjurkan melebihi bacaan zikir secara umum. Adapun lafalnya, yaitu:
Lâilâha illallâh adadad duhur, lâilâha illallâh adada amwâjil buhuri, lâilâha illallâh adadan nabâti was sajari, lâilâha illallâh adada qathri wal mathar, lâilâha illallâh adada lamhil uyuni, lâilâha illallâh khairun mimma yajmaun, lâilâha illallâh min yaumina hadza ila yaumi yunfakhu fis sur
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah sepanjang hitungan waktu, tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak lautan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tumbuhan dan pepohonan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak rintik-rintik hujan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan matan, tiada Tuhan selain Allah lebih baik dari segala apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan selain Allah sejak hari ini hingga ditiupnya sangkakala”.
Adapun keutamaan membaca doa tersebut yakni dosa-dosa yang lalu dan akan datang akan diampuni oleh Allah swt, di mana doa tersebut terus dibaca pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
“Siapa saja yang membaca pada bulan Dzulhijjah Lâilâha illallâh adadad duhur sampai selesai, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah berlalu dan dosa yang akan datang.” (Syekh Abdul Hamid al-Maki, Kanzun Najah was Surur, [Bairut: Darul Hawi, Lebanon, 2009], halaman 280)
Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijjah, Bulan Haji dan Berkurban!
Bulan Zulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan. Karena itu, Syariat Islam memerintahkan umat Islam untuk menyemarakkannya... | Halaman Lengkap [939] url asal
#haji #kurban #amalan-bulan-dzulhijjah #amalan-10-hari-pertama-dzulhijjah #keutamaan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 15/05/26 16:54
v/217856/
Bulan Zulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan. Karena itu, Syariat Islam memerintahkan umat Islam untuk menyemarakkannya dengan berbagai amal saleh yang istimewa.Mengapa disebut bulan istimewa dan banyak keutamaannya? Bulan Zulhijjah disebut banyak keutamaan karena ada banyak amalan yang disunnahkan pada bulan tersebut, terutama di 10 hari pertama bulan yang dikenal sebagai bulan haji atau bulan kurbantersebut.
Keutamaan di 10 Hari Pertama Bulan Zulhijjah:
1. Allah ‘azza wa jalla bersumpah dengannya
Allah Ta'ala berfirman,“Demi waktu fajar. Dan demi sepuluh malam.” (QS. Al-Fajr : 1-2)
Makna sepuluh malam dalam ayat yang mulia ini adalah sepuluh malam yang pertama dalam bulan Dzulhijjah, menurut mayoritas ulama tafsir, dan inilah pendapat yang benar menurut penelitian Imam Ibnu Katsir ad-Dimasyqi.
2. Ia merupakan hari-hari yang disyariatkan secara khusus untuk memperbanyak zikir
Allah Ta'ala berfirman,“Supaya mereka mempersaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Haj : 28)
Menurut mayoritas ulama tafsir, termasuk di antaranya sahabat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, maksud dari menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
3. Sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah adalah hari-hari di dunia yang paling mulia
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis berikut ini.Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari-hari di dunia yang paling utama adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya, “Hari-hari yang dipergunakan (jihad) di jalan Allah juga tidak menandinginya?”
Beliau menjawab, “Hari-hari yang dipergunakan di jalan Allah juga tidak mampu menandinginya, kecuali seseorang yang wajahnya terjerembab di dalam debu (gugur di medan jihad hingga wajahnya beralaskan tanah).” (HR. Al-Bazzar)
4. Hari Arafah
Wuquf di Arafah jatuh pada tanggal 9 Zulhijjah setiap tahun. Hari wuquf di Arafah adalah hari yang sangat agung. Pada saat tersebut Allah mengabulkan doa, mengampuni dosa, menerima taubat, dan membebaskan hamba-hamba yang diridhai-Nya dari siksa api neraka. Begitu agungnya hari tersebut, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Haji adalah (wuquf di) Arafah.” (HR. At-Tirmidzi; HR. An-Nasai; HR. Ibnu Majah; HR. Ahmad. Hadits shahih)
5. Hari penyembelihan
Hari penyembelihan atau biasa disebut yaum an-nahr dan idul Adha, jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahun. Ia merupakan hari raya seluruh umat Islam, dan bagi para jamaah haji merupakan salah satu rangkaian manasik haji yang sangat penting.Sebagian ulama bahkan berpendapat hari tersebut merupakan hari paling mulia dalam satu tahun, sebagaimana hadis dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari penyembelihan dan hari sesudahnya.” (HR. Ahmad; HR. An-Nasai; HR. Ibnu Khuzaimah; HR. Ibnu Hibban; HR. Ath-Thabarani; HR. Al-Hakim; HR. Al-Baihaqi; HR. Abu Nu’aim al-Asbahani. Dinyatakan shahih oleh Al-Arnauth dan Al-Albani)
6. Induk berbagai ibadah terkumpul pada hari-hari tersebut
Al-hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari mengatakan, “Tampaknya hal yang menyebabkan keistimewaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah berkumpulnya induk-induk ibadah pada hari-hari tersebut, yaitu sholat, shaum, sedekah, dan haji. Hal itu tidak mungkin terkumpul pada hari-hari yang lain.”Keutamaan Amal Shaleh Bulan Zulhijjah
Karena keistimewaannya, maka 10 hari pertama bulan Zulhijjah ini juga memberikan keutamaan terhadap amal shaleh yang dilakukan setiap muslim. Terdapat beberapa hadis shahih yang menerangkan keutamaan amal shalih pada sepuluh hari pertama bulan zulhijjah. Di antaranya adalah:Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada waktu tersebut lebih dicintai Allah melebihi hari-hari sepuluh (bulan Zulhijjah ini).”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa sesuatu pun (ia gugur di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari; HR. Abu Daud; HR. Tirmidzi; HR. Ibnu Majah; HR. Ahmad)
Dari Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya tengah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu disebutkan beberapa amal shalih, maka beliau bersabda,
‘Tidak ada hari-hari yang amal shaleh pada waktu tersebut lebih mulia daripada hari-hari sepuluh (bulan Dzulhijjah ini).’
Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak juga amalan jihad di jalan Allah?’
Beliau menjawab, ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berperang di jalan Allah dengan nyawa dan hartanya, kemudian ia gugur di jalan Allah.’” (HR. Ahmad; HR. Ath-Thahawi; HR. Abu Nu’aim al-Asbhani. Dinyatakan shahih oleh muhaqqiq Hilyatul Awliya’ dan dinyatakan hasan oleh al-Albani)
Imam At-Tirmidzi menyatakan terdapat hadis dengan lafal yang serupa dari jalur Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu. Kedua hadis di atas dan hadis-hadis penguatnya menunjukkan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:
1. Amal shaleh apapun lebih dicintai oleh Allah jika dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, melebihi cinta Allah apabila amal shalih tersebut dikerjakan di hari-hari yang lain.
2. Karena amal shaleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih dicintai oleh Allah, maka hal itu bermakna ama tersebut lebih mulia dan lebih utama di sisi Allah.
3. Orang yang beramal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah lebih utama daripada orang yang berjihad dengan nyawa dan hartanya di hari-hari yang lain lalu ia bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.
4. Semua amal shaleh pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah, tanpa terkecuali, akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah ‘azza wa jalla.
Keutamaan dan Larangan di Bulan Zulhijjah, Kaum Muslim Wajib Tahu
Ada banyak keutamaan bulan Zulhijjah di antaranya disebutkan bahwa 10 hari pertama di bulan itu dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Taala. Simak ulasan... | Halaman Lengkap [1,510] url asal
#kalender-hijriyah #dzulhijjah #amalan-bulan-dzulhijjah #keistimewaan-bulan-dzulhijjah #keutamaan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 12/05/26 07:30
v/218510/
Ada banyak keutamaan bulan Zulhijjahdi antaranya disebutkan bahwa 10 hari pertama di bulan itu dijadikan salah satu media bersumpah oleh Allah Ta'ala.Ustaz Muhammad Ajib (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Fiqih Qurban Perspektif Madzhab Syafi'i" menyebutkan ketika ada salah satu makhluk-Nya yang dijadikan sumpah dalam ayat Al-Qur'an , maka hal itu menunjukkan keistimewaan yang sangat luar biasa.
Betapa mulianya 10 hari pertama di bulan Zulhijjahhingga Allah Ta'ala mengabadikannya dalam satu surah Al-Qur'an yaitu ayat kedua dari Surat Al-Fajr juz 30. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan demi malam-malam yang sepuluh". (QS Al-Fajr Ayat 2).
Imam Ibnu Katsir, seorang pakar ahli tafsir menyebutkan, "Dan malam-malam yang sepuluh maksudnya adalah sepuluh (pertama) dari bulan Zulhijjah , sebagaimana telah dikatakan oleh Ibnu 'Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan selain mereka baik dari kalangan salaf maupun khalaf.
Selain keistimewaan di atas, sebuah hadis menjelaskan bahwa amal shalih yang dilakukan pada 10 hari pertama di bulan Zulhijjah merupakan amalan yang sangat dicintai oleh AllahTa'ala. Dari Sayyidina Abdullah ibn 'Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) bersabda:
"Tidaklah ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih Allah cintai dari hari-hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah ). 'Para shahabat bertanya, "Termasuk jihad fi sabilillah?' Rasulullah SAW bersabda: "Termasuk jihad fi sabilillah. Kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak ada yangkembali sama sekali". (HR. Al-Bukhari)
Hadis ini menunjukkan kepada kita tentang adanya kesempatan emas bahwa amal shalih apapun yangkita lakukan akan bernilai istimewa di hadapan AllahTa'ala dan akan sangat disukai oleh Allah Ta'ala. Yangpenting syaratnya adalah amal shalih itu harus dilakukan di 10 hari pertama bulan Zulhijjah.
Amalan Utama
Ibadah yang paling utama pada bulan Zulhijjah adalah menyembelih hewan untuk kurban karena Allah. Sebab pada hari kiamat nanti, hewan itu akan mendatangi orang yang menyembelihnya dalam keadaan utuh seperti di dunia, setiap anggotanya tidak ada yang kurang sedikit pun dan semuanya akan menjadi nilai pahala baginya. Ibadah kurban yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha sampai hari tasyrik , tiada lain bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.Disamping itu, kurban juga berarti menghilangkan sikap egoisme , nafsu serakah, dan sifat individual dalam diri seorang muslim. Dengan berkurban, diharapkan seseorang akan memaknai hidupnya untuk mencapai ridha Allah semata.
Disebutkan dalam periwayatan hadis bahwa :
Dari 'Aisyah menuturkan bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada Hari Raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadis hasan, riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majah)
Seorang hamba yang berkurban dengan hewan ternak hakikatnya adalah dia “mengorbankan” segalanya (jiwa, harta, dan keluarga) hanya untuk-Nya. Oleh karena itu, pada hakikatnya, yang diterima Allah dari ibadah kurban itu bukanlah daging atau darah hewan yang dikurbakan, melainkan ketakwaan dan ketulusan dari orang yang berkurban, itulah yang sampai kepada-Nya. Allah Ta'ala Berfirman :
"Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu tidak sekali-kali akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepadaNya ialah amal yang ikhlas yang berdasarkan taqwa dari kamu. Demikianlah Ia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat nikmat petunjukNya. Dan sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang-orang yang berusaha supaya baik amalnya." (QS Al-Hajj : 37).
Hal-hal yang Terlarang
Selain banyak amalan yang dianjurkan dilakukan, ada juga beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di bulan tersebut. Apa saja amalan yang dilarang tersebut? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut larangannya :1. Larangan berbuat zalim
Allah Ta'ala berfirman:“Sesungguhnya bilangan pada bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At Taubah : 36).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun yang ditetapkan ada 12 bulan. Di antara bulan-bulan tersebut, ada 4 bulan haram yaitu Dzulkadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Maka, umat muslim dilarang untuk melakukan kezaliman untuk diri sendiri. Bahkan tidak hanya karena bulan Dzhulhijjah saja, tetapi untuk setiap harinya di bulan-bulan yang lainnya juga. Umat muslim yang melakukan suatu amalan di bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala begitu besar.
2. Dilarang memberi kesusahan pada orang Lain
Dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkanlah dia.” (HR. Muslim)Hadis ini menjelaskan mengenai doa dari Rasulullah SAW terhadap orang yang diberikan kemudahan oleh Allah untuk mengurusi kaum sesamanya, tetapi dia tidak melakukannya dengan baik malah memberikan kesusahan. Maka, orang tersebut akan mendapatkan kesusahan pula.
Sedangkan, orang yang memberikan kemudahan dan mengurusi urusan kaum sesamanya dengan baik walaupun ada yang di luar kemampuannya. Maka orang tersebut akan mendapatkan pahala.
3. Melalaikan kesempatan beramal saleh
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini. Yakni 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?, beliau bersabda: Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu sangat disayangkan jika hari-hari di bulan Dzulhijjah, kita lewatkan begitu saja. Karena, kita tidak akan pernah tahu kapan kesempatan baik tersebut bisa dirasakan lagi.
4. Meremehkan amalan sunah
Banyak hal yang dapat mempengaruhi dalam meremehkan amalan sunah, beberapa di antaranya seperti menganggap bahwa amalan wajib sudah cukup atau merasa sudah sempurna jadi tidak perlu ditambahkan dengan amalan sunnah, memiliki rasa malas, merasa sibuk dengan urusan dunia, dan lain-lain. Padahal jika sering melakukan amalan sunnah, maka kita akan mendapatkan pahalanya lebih banyak lagi untuk bekal di akhirat.5. Tidak banyak berdoa
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baiknya doa adala di hari Arafah.” (HR. At-Tirmidzi).Kita sebagai umat muslim yang lemah tidak boleh sombong kepada Allah dengan tidak berdoa kepada-Nya dan termasuk perbuatan dosa, padahal Allah sangat menyukai umat-umat yang berdoa kepada-Nya. Terlebih lagi sangat dianjurkan untuk berdoa di hari ke 10 di bulan Dzulhijjah, karena hari tersebut hari di mana doa paling cepat dikabulkan oleh Allah.
6. Memotong kuku bagi yang berudhhiyah
Jika umat muslim melakukan berkurban, maka dianjurkan untuk tidak memotong kuku agar amalannya dapat diterima. Seperti yang dijelaskan dalam hadis ini, “Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijjah (1 Dzulhijjah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban.” (HR. Muslim no. 1997).Sedangkan, bagi orang yang tidak melakukan kurban diperbolehkan untuk memotong kukunya.
7. Memotong rambut bagi yang Kurban
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan seseorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (tidak memotong) rambut dan kuku-kukunya.” (HR. Muslim dari Ummu Salamah ra).Sebagian ulama menjelaskan alasan untuk tidak mencukur rambut agar seluruh bagian tubuh tersebut tetap mendapatkan kekebalan dari api neraka. Tetapi sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa hal ini sama dilakukan dengan jamaah haji yang sedang melakukan ihram.
8. Tidak menjalankan aturan dalam Berudhhiyah
Aturan-aturan selama bulan Dzulhijjah harus dilakukan, agar mendapatkan pahala dan menjadikan amalan tersebut sempurna. Misalnya, larangan untuk tidak memotong rambut yang ada di sekitar badan. Menurut Asy-Syaukhani menjelaskan bahwa, “Hikmah larangan tersebut, agar balasan berupa terhindarnya badan dari api neraka tetap sempurna.” (Nailil Authar, 5/133).9. Riya dalam beramal
Riya termasuk ke dalam perbuatan sombong dan dosa. Jika seseorang ingin berqurban dengan niat yang riya atau hanya ingin dipandang mampu maka tidak akan mendapatkan pahala tersebut. Tetapi, jika niat berqurban hanya karena ingin beribadah kepada Allah maka termasuk perbuatan yang baik dan akan mendapatkan pahala dari Allah.10. Tidak mandi sebelum salat Iduladha
Mandi sangat dianjurkan untuk semua orang. Tidak hanya untuk kebersihan, tetapi sebagai rasa menghargai dalam menyambut hari raya dalam agama Islam. Seperti yang dijelaskan dalam hadis ini, “Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau.’ Lelaki tadi berkata: ‘Bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi.’ Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah.” (HR. Al Baihaqi)11. Tidak kurban bagi yang Mampu
Hukum berkurban dalam Islam yaitu sunnah muakkadah. Menurut Mazhab Hanafi sunnah muakkadah disebut dengan istilah Sunanul Huda, yang mendekati dengan hukum wajib. Bagi orang yang menjalankannya akan mendapatkan pahala, sedangkan orang yang meninggalkannya tidak akan berdosa namun ada peringatan. Tetapi ada sebagian ulama berpendapat bahwa wajib hukumnya bagi yang mampu untuk berqurban. Seperti yang ditafsirkan dalam hadis, “Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, maka jangan sekali-kali mendekat ke tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).Wallahu A'lam
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56