Bisnis.com, SURABAYA - Manajemen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) buka suara terkait rencana pemisahan dari kendali PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, saat ini perusahaan memiliki sejumlah pemegang saham, yakni BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Pemerintah Republik Indonesia melalui saham merah Putih, serta masyarakat.
Dia mengatakan, keputusan divestasi merupakan ranah pemegang saham perusahaan.
"Kalau kemudian ini mau divestasi segala macam, pemegang saham kami kan beliau-beliau. Jadi, itu ranahnya pemegang saham," jelas Bob saat ditemui dalam acara Indonesia Sharia Financial Olympiad 2025 di Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (5/11/2025).
Mengutip laman resmi perusahaan, Bank Mandiri tercatat memegang 23,74 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp11,87 triliun dengan harga saham Rp500 per lembar. Jumlah tersebut menempatkan BMRI sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi 51,47%.
Kemudian, Bank BNI tercatat memiliki 10,72 miliar lembar saham dengan nilai Rp5,36 triliun dan porsi kepemilikan 23,24%. Selanjutnya, Bank BRI memiliki 7,09 miliar lembar saham senilai Rp3,54 triliun atau 15,38% kepemilikan.
Sementara itu, masyarakat atau publik memegang sebanyak 4,57 miliar lembar saham senilai Rp2,28 triliun atau porsi kepemilikan sebesar 9,91%.
Sebelumnya, Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management FEB UI Toto Pranoto menilai bahwa perpindahan BSI ke Danantara akan mendudukkan posisi BSI tidak lagi sebagai anak usaha Bank Mandiri, melainkan sebagai entitas sejajar dalam struktur kepemilikan negara.
Menurutnya, perubahan ini memungkinkan Danantara memperkuat intervensi terhadap pengembangan bank syariah secara lebih langsung, tanpa melalui struktur dua lapis seperti saat ini.
"BSI akan didudukkan bukan lagi sebagai anaknya Mandiri, tapi dalam posisi sejajar. Ini memberi ruang agar pengembangan ekosistem syariah bisa lebih terintegrasi, termasuk menjadi hub industri halal dan sektor syariah lainnya," ujar Toto.
Jika rencana itu terealisasi, dampak pertama yang terlihat adalah pada neraca konsolidasi Bank Mandiri. Saat ini, berdasarkan laporan per 31 Maret 2025, total aset konsolidasian Bank Mandiri tercatat sebesar Rp2.463,66 triliun.
Dari jumlah itu, aset individu Bank Mandiri sebesar Rp1.919,66 triliun, yang berarti BSI sebagai anak usaha menyumbang sekitar Rp400,88 triliun atau lebih dari 16% dari aset konsolidasi.