Bisnis.com, PADANG Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat mencatat penanganan bencana alam banjir besar yang diikuti longsor masih terus dilakukan penanganan menyeluruh.
Juru bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab, mengatakan berdasarkan data yang dikumpulkan dari lapangan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 132 jiwa di Sumatra Barat. Adapun korban yang masih dalam pencarian tim gabungan sebanyak 118 orang.
Proses pencarian tersebar di sejumlah wilayah yaitu Kabupaten Padang Pariaman (2 orang), Kabupaten Agam (76 orang), Kabupaten Tanah Datar (1 orang), Kabupaten Pesisir Selatan (1 orang), Kota Padang Panjang (32 orang), dan Kabupaten Pasaman Barat (6 orang).
“Total masih dilakukan proses pencaharian terhitung pagi tadi itu 118 orang. Cuaca hingga sore ini sangat cerah, dengan kondisi seperti ini diharapkan penanganan di lapangan bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya, Senin (1/12/2025).
Ilham menjelaskan, Kabupaten Agam menjadi daerah dengan jumlah korban hilang terbanyak, yakni 76 orang. Wilayah tersebut dilanda banjir bandang yang menyapu permukiman warga dan menimbulkan kerusakan parah.
Sementara di Kota Padang Panjang, tumpukan material di Jembatan Kembar mulai terurai sehingga mempermudah akses kendaraan operasional dalam proses pencarian 32 korban yang masih hilang.
Selain pencarian, BPBD Sumbar juga melakukan pendataan dan pendistribusian bantuan bagi warga terdampak. Sejak bencana terjadi, bantuan logistik terus mengalir dari berbagai pihak. “Bantuan logistik ini secara bertahap akan kami distribusikan ke posko-posko pengungsian,” kata Ilham.
Operasi SAR Diperluas
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan tim SAR telah diberangkatkan ke sejumlah lokasi terdampak, terutama di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Tanah Datar. Ketiga daerah itu menjadi fokus pencarian korban hilang.
Di Kabupaten Agam, pencarian dilakukan di dua sektor, yaitu Palembayan dan Malalak Timur. Hal serupa dilakukan di Padang Panjang, dengan sektor pencarian di jembatan kembar dan Lembah Anai.
“Jadi selain berupaya pencarian korban, kami juga ikut membantu pendistribusian bantuan ke lokasi-lokasi terisolir melalui jalur udara yakni menggunakan helikopter. Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, kami juga ikut membantu dalam penanganan medis,” ujar Abdul Malik.
Menurut dia, sejumlah wilayah yang terisolasi hanya dapat dijangkau melalui jalur udara. Karena itu, helikopter SAR dikerahkan untuk mempercepat bantuan. “Seperti di Solok, kami sudah mendistribusikan bantuan logistik di sana bersama BPBD,” tutupnya.