JAKARTA, KOMPAS.com – Garuda Indonesia menghibahkan satu unit pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh. Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif.
Fasilitas ini digunakan untuk simulasi proses keberangkatan haji. Calon jemaah dapat mempraktikkan tahapan yang akan dihadapi saat penerbangan.
“Calon jemaah kini dapat mempraktikkan langsung proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur selama penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Pesawat dihadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji sejak tahap manasik. Pengalaman ini diharapkan membuat jemaah lebih siap saat hari keberangkatan.
Upaya tersebut juga menanggapi kecemasan jemaah, terutama lansia, saat menghadapi perjalanan udara jarak jauh.
“Manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran,” kata dia.
Penempatan pesawat di Aceh dinilai memiliki nilai historis. Garuda Indonesia berawal dari pesawat Seulawah RI-001 yang didukung rakyat Aceh.
Hibah pesawat ini disebut sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi tersebut sekaligus menghadirkan kembali jejak sejarah di daerah asalnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan mengatakan hibah tersebut bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem haji nasional.
“Sinergi pemerintah pusat, maskapai, dan daerah kini bergerak lebih konkret mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi,” ujar Glenny.
“Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara mental dan teknis menghadapi penerbangan haji yang sesungguhnya,” tegas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang