Bisnis.com, PADANG - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian berharap seluruh hunian sementara (huntara) di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) tuntas dibangun jelang Ramadan 2026.
Dia menegaskan pentingnya pelayanan yang maksimal dan tidak dilakukan secara asal-asalan, karena kualitas pelayanan akan berdampak langsung pada kondisi masyarakat terdampak.
"Kami tentu akan terus melakukan pengawasan agar masyarakat ditempatkan secara layak sesuai harkat dan martabat kemanusiaan," ucap Rustian dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).
Rustian menjelaskan menjelang bulan suci Ramadan nanti seluruh kabupaten dan kota di Sumbar diharapkan segera menuntaskan pembangunan huntara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).
Dia menargetkan penyelesaian huntara paling lambat 5 hari sebelum Ramadan, atau pada 15 Februari 2026. Sementara penyaluran DTH diharapkan sudah terealisasi pada minggu pertama Februari 2026.
"Bagi masyarakat yang tidak ingin menempati huntara, pemerintah memberikan alternatif berupa DTH," ujarnya.
Meskipun masyarakat telah menempati huntara, lanjut Rustian, kebutuhan dasar tetap harus dipantau dan dipenuhi. Selanjutnya, kepada masyarakat terdampak bencana yang menempati huntara diharapkan bisa menjalani hari demi hari secara baik.
Rustian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi dalam penanganan bencana selama 2 bulan terakhir.
"Semoga masyarakat terdampak dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan tetap optimistis, sehingga tidak menimbulkan kemiskinan baru," ucap dia.
Rustian menegaskan pentingnya pelayanan yang maksimal dan tidak dilakukan secara asal-asalan karena kualitas pelayanan akan berdampak langsung pada kondisi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Lutfi menjelaskan bahwa progres pembangunan huntara di Kabupaten Agam telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati sebanyak 358 unit yang tersebar di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Palembayan, IV Koto, Malalak, dan Tanjung Raya.
Di Kecamatan Palembayan, sebanyak 256 unit huntara direncanakan dengan 117 unit telah diresmikan di lokasi pertama dan sisanya masih dalam tahap pembangunan. Lalu, di Kecamatan IV Koto telah dilakukan pembersihan lahan dan proses pembangunan.
Sementara di Kecamatan Malalak, saat ini tengah dilakukan pendataan lokasi dan direncanakan pembangunan sebanyak 14 unit, serta untuk Kecamatan Tanjung Raya, pembangunan huntara juga telah berjalan dengan target penyelesaian sebanyak 55 unit.
"Kami menargetkan seluruh pembangunan Huntara di Kabupaten Agam dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan suci Ramadan," tegasnya.
Terkait penyaluran DTH, Lutfi menyampaikan bahwa berdasarkan SK tahap pertama sebanyak 612 Kepala Keluarga (KK) ditetapkan sebagai penerima.
Dari hasil validasi, sebanyak 374 KK dinyatakan berhak menerima DTH, dan hingga saat ini telah direalisasikan kepada 297 KK.
Selain itu, untuk tahap kedua, Pemkab Agam saat ini masih melakukan proses verifikasi lanjutan terhadap jumlah penerima DTH.