Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani merespons lima calon manajer yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan latihan dasar militer (Latsarmil) sebelum dikukuhkan menjadi calon manajer untuk Kopdes Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.
Puan memahami bahwa saat ini telah dilakukan evaluasi oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Menurutnya, pendidikan bagi calon manajer berfokus pada hal-hal manajerial.
"Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan," katanya saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Selasa (30/6/2026).
Dia mengatakan bahwa evaluasi yang dilakukan bakal ditindaklanjuti oleh DPR RI. Di sisi lain, Puan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya lima calon manajer tersebut.
Putri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu berharap agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali di kemudian hari.
"DPR menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut dan jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali," jelasnya.
Sebelumnya, sebanyak 5 calon manajer yang meninggal, antara lain Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari. Kelimanya meninggal dunia akibat berbagai komplikasi medis seperti henti jantung, heat stroke, hingga infeksi penyakit kronis saat ditempatkan di beberapa pusat pendidikan militer berbeda.
Kementerian Pertahanan menyebut kelimanya meninggal dunia karena masalah kesehatan, meskipun telah dinyatakan lulus tes kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.
"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," kata Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).
Anggota Komisi I DPR RI Soleh mendesak Kemhan untuk menghentikan pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Kopdes Merah Putih.
"Peristiwa meninggalnya lima orang calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan masalah yang sangat serius. Jangan anggap enteng nyawa manusia yang meninggal. Karena itu, saya mendesak Kementerian Pertahanan menghentikan sementara pelaksanaan Latsarmil dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut," tegas Oleh Soleh, dikutip laman resmi DPR
Dia menegaskan agar Kemhan tidak memandang enteng nyawa para peserta Latsarmil. Menurutnya, mereka adalah peserta terbaik yang memiliki semangat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat melalui program tersebut.
Dia juga mendesak evaluasi secara menyeluruh dalam sistem pembinaan dan pelatihan. Menurutnya, pelatihan yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi para peserta yang berasal dari kalangan sipil, bukan militer, sehingga memiliki perbedaan secara fisik.