Bisnis.com, JAKARTA — PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) menyiapkan langkah ekspansi melalui penerbitan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap III senilai Rp700 miliar.
Direktur Utama SMDR Bani Mulia mengatakan dana hasil penerbitan sukuk tersebut akan digunakan untuk pengadaan tiga kapal baru, yakni dua kapal tanker berkapasitas 4.000 deadweight tonnage (DWT) dan satu kapal peti kemas berkapasitas 10.100 DWT.
"Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional perseroan sekaligus meningkatkan daya saing di sektor pelayaran dan logistik yang terus berkembang," ujarnya dalam paparan publik, Rabu (24/6/2026).
Ekspansi armada juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan perdagangan dan distribusi barang, baik di pasar domestik maupun internasional.
Adapun rencana penerbitan ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I yang sebelumnya telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Juli 2023.
Berdasarkan keterbukaan informasi, sebelumnya, SMDR telah lebih dulu menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2023 senilai Rp550 miliar dan Tahap II Tahun 2025 sebesar Rp500 miliar.
Dengan tambahan penerbitan tahap III ini, manajemen Perseroan menjelaskan bahwa SMDR menunjukkan konsistensi dalam memanfaatkan instrumen pasar modal syariah sebagai sumber pendanaan jangka panjang.
Senada, Direktur Keuangan SMDR Ridwan Hamid mengatakan perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari US$300 juta untuk mendukung ekspansi usaha.
Hingga saat ini sekitar 25% dari total anggaran tersebut telah direalisasikan. Dana investasi tersebut digunakan untuk sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan galangan kapal (shipyard) di Madura yang didanai melalui penerbitan sukuk.
"Proyek shipyard di Madura terus berjalan dan progresnya saat ini sudah mencapai sekitar 27%. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut sesuai target pada akhir 2027," katanya.
Hingga Maret 2026, SMDR tercatat membukukan pendapatan sebesar US$184,3 juta , laba usaha US$18,3 juta, serta laba bersih US$10,1 juta.
Total aset perseroan meningkat menjadi US$1,46 miliar, sedangkan ekuitas naik menjadi US$785,3 juta.
Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, Samudera mencatat pendapatan sebesar US$801,7 juta. Perseroan juga membukukan laba usaha sebesar US$93,7 juta dan laba bersih sebesar US$52,1 juta.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai US$1,43 miliar dengan ekuitas sebesar US$773,5 juta.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.