Maratua telah lama menjadi destinasi unggulan Berau dan Kalimantan Timur, bahkan Kampung Payung-Payung telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari. [720] url asal
Bisnis.com, BERAU — Pulau Maratua, sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, kini menjadi salah satu contoh nyata pemerataan akses digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Melalui program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina ini terhubung lewat jaringan BTS 4G, layanan Universal Service Obligation (USO), dan sejumlah titik BAKTI Akses Internet (AKSI).
Tak tanggung-tanggung, data pemanfaatan menunjukkan infrastruktur yang digelontorkan kian dirasakan warga.
SD Negeri 001 Payung-Payung, misalnya, mencatat rata-rata pemakai di atas 500 orang setiap bulan, menjadikannya salah satu lokasi BAKTI AKSI dengan tingkat pemanfaatan tertinggi di Kabupaten Berau.
Kantor Kepala Kampung Payung-Payung dan Pos TNI Angkatan Laut Pulau Maratua turut merasakan manfaat serupa, sementara BTS USO di Kampung Bohesilian melayani lebih dari 200 pengguna per bulan dengan tingkat keandalan jaringan yang nyaris tanpa gangguan berkat pemeliharaan rutin oleh mitra BAKTI.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano menyatakan tingginya angka pemanfaatan tersebut sebagai cerminan kesiapan masyarakat Berau menyongsong era digital.
"Tingginya pemanfaatan ini, terutama di sekolah dan kantor kampung, menunjukkan bahwa masyarakat Berau sudah sangat siap memanfaatkan dunia digital. Tugas kami memastikan akses itu hadir, andal, bermanfaat, dan terus ditingkatkan kualitasnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah menaikkan kapasitas bandwidth di lokasi-lokasi dengan trafik tinggi, terutama saat ada kepentingan sektoral yang mendesak. Menariknya, infrastruktur digital hadir tepat di lokasi dengan sektor pariwisata favorit regional.
Sebagaimana diketahui, Maratua telah lama menjadi destinasi unggulan Berau dan Kalimantan Timur, bahkan Kampung Payung-Payung telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui SK Dirjen Nomor 65 Tahun 2022.
Selama ini, wilayah perbatasan dan pulau terluar kerap dipandang sebelah mata, hanya sebagai sabuk pengaman teritorial sehingga pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatannya tertinggal jauh dari pusat.
Darien menyebutkan kondisi ini membuat warga perbatasan tak jarang justru lebih akrab dengan negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, paradigma itu mulai bergeser. Konsep security-prosperity nexus mulai diterapkan, di mana kesejahteraan ekonomi masyarakat perbatasan berjalan beriringan dengan penguatan kedaulatan negara.
Menurut data yang dihimpun BAKTI Komdigi, kontribusi sektor informasi dan komunikasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau meningkat dari 7,24% pada 2021 menjadi 7,78% pada 2025.
bakti komdigi di maratua
(Kiri-kanan) Dirut BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar, Sekretaris Camat Maratua Armin, dan Plt Direktur Infrastruktur Bakti Komdigi Darien Aldiano di Pendopo Kecamatan Maratua, Kamis (11/6/2026)/Bisnis/Muhammad Mutawallie Sya'rawie
Dari sisi pariwisata, jumlah kunjungan melonjak hingga 337% dibandingkan titik terendah saat pandemi, dari 127.396 menjadi 557.214 pengunjung. Bandara Maratua pun mencatat lonjakan wisatawan mancanegara dari 220 orang pada 2020 menjadi 4.294 orang pada 2024.
Menariknya, jumlah unit usaha penginapan di pulau-pulau terluar justru melampaui ibu kota kabupaten. Maratua tercatat memiliki 93 unit akomodasi, disusul Pulau Derawan dengan 79 unit dan Biduk-Biduk 76 unit, jauh di atas Tanjung Redeb yang hanya memiliki 52 unit.
Digitalisasi Bukan Jaminan, tapi Modal Awal
Sejumlah kajian internasional turut memperkuat argumen pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan ini.
Laporan UNCTAD tahun 2023 mencatat UMKM yang mengadopsi teknologi digital melaporkan pertumbuhan pendapatan 40% lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
Bank Dunia pada 2021 bahkan menyebut UMKM yang go digital berpotensi mendongkrak omzet hingga 80% dalam setahun, sementara riset Google-Temasek 2022 menyatakan digitalisasi mampu mengerek produktivitas UMKM hingga 35%.
Kendati demikian, sejumlah pola yang ditemukan di lapangan mengindikasikan bahwa kehadiran internet semata tidak otomatis mendongkrak kesejahteraan.
Darien memaparkan kapabilitas dan keterampilan sumber daya manusia dalam memanfaatkan perangkat digital justru menjadi penentu utama, bukan sekadar status online.
Menurutnya, platform agregator seperti marketplace dan layanan pesan-antar dinilai memberikan pengungkit terbesar bagi usaha mikro dan kecil, sementara potensi perluasan pasar, termasuk pasar ekspor masih jauh dari optimal jika tidak diiringi intervensi pada aspek keterampilan, infrastruktur, dan visibilitas usaha.
Dia mengungkapkan bahwa tingginya pemanfaatan jaringan rupanya membawa konsekuensi tersendiri.
Sejumlah lokasi di Berau, seperti Teluk Sumbang di Kecamatan Biduk-Biduk dan Long Laai di Kecamatan Segah, kini masuk kategori utilisasi kapasitas tinggi dan menjadi prioritas peningkatan bandwidth.
Adapun, dia menuturkan pekerjaan rumah terbesar bukan lagi sekadar membangun infrastruktur jaringan, melainkan memadukannya dengan peningkatan kapabilitas talenta digital melalui program literasi digital, pendampingan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta dukungan khusus bagi sektor pariwisata dan kelautan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56