#30 tag 24jam
Ayat-ayat Al Quran Tentang Azab yang Menimpa Umat Terdahulu
Ada banyak ayat-ayat Al Quran tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu, yang penting diketahui. Sejumlah ayat dalam surat Al Quran tersebut juga menceritakan... | Halaman Lengkap [494] url asal
#azab-allah #ayat-ayat-al-quran #surat-surat-al-quran #penyebab-turunnya-azab-allah #azab-umat-terdahulu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/01/26 17:32
v/92304/
Ada banyak ayat-ayat Al Qurantentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu, yang penting diketahui. Ayat-ayat tersebut dapat kita jumpai dalam surat Al-Ankabut, Al Najm, Hud, Qaf, An Naml, Yunus, Qasas, Saba, dan Ad Dukhan. Sejumlah surat tersebut juga menceritakan kaum yang dibinasakan Allah SWT.Berikut ayat-ayat Al Quran tentang azab yang menimpa umat-umat terdahulu:
1. Surat Al-Ankabut Ayat 14
Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim."
Surat Al-Ankabut ayat 14 mengisahkan tentang azab yang diberikan kepada kaum Nabi Nuh AS yang durhaka kepadanya. Allah SWT kemudian mengirimkan banjir bandang dan menenggelamkan mereka.
2. Surat An Najm Ayat 50
Artinya: “..Dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum ‘Ad dahulu kala,”
Surat An Najm ayat 50 menceritakan bahwa Allah SWT membinasakan kaum ‘Ad yang pertama, kaum Nabi Hud AS. Kemenag menjelaskan dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan kaum ‘Ad yang kedua ialah kaum Iram bin Sam bin Nuh.
3. Surat Hud Ayat 68
Artinya: "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud."
Allah SWT juga menceritakan kisah tentang azab bagi kaum Samud melalui firman-Nya dalam surat Hud ayat 68. Kaum Samud adalah kaum yang mengingkari Nabi Saleh AS.
4. Surat Qaf Ayat 12
Artinya : “Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass dan Samud telah mendustakan (rasul-rasul),”
Surat Qaf ayat 12 menjelaskan tentang beberapa kaum yang mendustakan para rasul terdahulu.
5. Surat An Naml Ayat 54
“Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?”
Surat An Naml ayat 54 mengisahkan tentang kaum Nabi Luth AS yang berkelakuan menyimpang. Mereka adalah kaum Sodom yang menyukai sesama jenis.
6. Surat Saba Ayat 16
Artinya: "Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr."
Surat Saba ayat 15 dan 16 menjelaskan tentang betapa pedihnya azab Allah SWT yang diturunkan kepada kaum Saba
7. Surat Qasas Ayat 40
“Maka Kami siksa dia (Fir’aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang zalim.”
Surat Qasas ayat 40 menceritakan tentang azab yang diturunkan kepada Firaun dan bala tentaranya. Mereka tenggelam dalam laut, sedangkan kaum Nabi Musa AS selamat.
Selain ketujuh surat di atas, kisah tentang azab yang menimpa umat terdahulu juga terdapat dalam surat Yasin: 13, Al Araf: 163, Al Furqan: 38, At Taubah: 70, Al Hijr: 78, Thaha: 40, hingga Asy Syu’ara: 176.
Turunnya azab dunia hendaklah dijadikan sebagai nasihat berharga, yang mampu menambah keyakinan kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah atau amal saleh. Atau menjadi energi yang mendorong seseorang untuk bertaubat, kembali kepada pangkuan ridha Allah SWT.
Kisah Negeri yang Diazab : Madain Saleh, Kota Kaum Tsamud yang Dimusnahkan Allah SWT
Kisah negeri yang diazab Allah SWT ini, salah satunya adalah kota Madain Saleh. Kota yang konon menjadi hunian Kaum Tsamud, kaum Nabi Saleh alaihissalam yang dimusnahkan... | Halaman Lengkap [613] url asal
#kisah-kisah-dalam-alquran #kaum-tsamud-rass-aad #azab-allah #azab-umat-terdahulu #kota-yang-hilang
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/01/26 15:35
v/92230/
Kisah negeri yang di-azab Allah SWTini, salah satunya adalah kota Madain Saleh. Kota yang konon menjadi hunian Kaum Tsamud, kaum Nabi Saleh alaihissalam yang dimusnahkan Allah SWT. Bagimana kisah kota kaum Tsamud ini?Kaum Tsamud merupakan kaum Nabi Saleh alaihissalam. Dalam Al Qur'an, Nabi Saleh disebut sebanyak 9 kali. Nasab beliau tersambung ke Nabi Nuh, yaitu Saleh bin Ubaid bin 'Ashif bin Masih bin 'Abid bin Hazir bin Samud bin Amir bin Irim bin Syam bin Nuh 'alaihis salam (AS).
Nabi Saleh adalah orang pertama di muka bumi yang diberi nama Saleh. Kaum Nabi Saleh disebut Tsamud karena berada di padang pasir yang kekurangan air. Dalam literatur sejarah disebutkan, tempat tinggal kaum Tsamud berada di Domatha dan Hegra terletak sekitar 470 kilometer dari Kota Madinah, yang diberi nama Madain Saleh. Ketika Nabi Saleh diutus, kaumnya saat itu menjadikan berhala sebagai sesembahannya.
Seperti dilansir dari laman thearabweekly, kehadiran kaum Tsamud di tempat ini diketahui sudah ada sejak 715 SM. Semasa hidupnya, mereka sangat sombong dan terkenal korup dalam menguasai harta.
Mereka memiliki umur yang panjang, tetapi Kaum Tsamud lebih memilih menyebang berhala yang diukir dari batu. Mereka juga selalu menolak untuk mendengarkan pesan Nabi Saleh yang menyerukan bahwa Tuhan itu hanya satu, Allah SWT. Pada suatu hari, mereka pun menuntut keajaiban untuk membuktikan bahwa tuhan yang tak terlihat itu ada. Nabi Saleh pun menurutinya dan Allah SWT menciptakan seekor unta betina yang sedang hamil keluar dari batu besar dan melahirkan seekor anak sapi.
Orang-orang pun terkagum dengan keajaiban itu, sebuah batu besar pun dibangun dan diisi dengan susu dari unta betina. Nabi Saleh pun mengizinkan penduduk untuk berbagi air dari sumur dengan unta dan meminumnya secara bergantian. Akan tetapi penduduk desa menolak untuk membiarkan unta dan anaknya itu minum dari sumur atau sekedar merumput saja. Lebih dari itu, Kaum Tsamud pun dengan tega membunuh unta dan anaknya.
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Saleh untuk meninggalkan wilayah itu dan kemudian mengguncangkan tanah penduduk desa dengan gempa bumi dan petir yang terus menyambar. Penduduk yang tidak patuh pun tewas dalam bencana besar tersebut.
Inilah Penyebab Kehancuran Umat Nabi Shaleh:
1. Mereka melakukan kerusakan di antara manusia.2. Berlebih-lebihan dan lalai.
3. Angkuh dan sombong.
4. Kufur kepada Allah Ta'ala.
5. Menghina Nabinya.
6. Membunuh mukjizat yang didatangkan berupa Unta.
Pelajaran dari Kisah Nabi Saleh:
1. Menghina para Nabi dan Rasul mendatangkan kemudharatan.2. Sebuah peradaban yang berdiri di atas keburukan akhlaq dan kesesatan akan hilang.
3. Sabarnya seorang da'i kepada Allah dan pengikutnya.
4. Mukjizat itu datang untuk menguatkan para Nabi dan Rasul.
5. Nabi SAW melarang minum di tempat mereka yang diazab.
Nabi Saleh hidup sesudah diwafatkan kaumnya di Palestina, ada yang bilang di Mekkah. Ada yang bilang orang kafir mengawasi gerak-gerik Nabi Shaleh di tempatnya dilempari dengan batu. Allah mengutus Malaikat untuk melemparinya. Allah menyelamatkan Nabi Shaleh. Beliau dikatakan wafat di Yaman dalam usia 280 tahun. Kalau mimpi bertemu Nabi Shaleh maka urusannya baik dan dia termasuk orang baik. Ucapannya itu jujur, dikatakan akan menang melawan musuhnya.
Situs Warisan Dunia
Saat ini Madain Saleh telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008, yang pertama di Arab Saudi. Situs ini menarik perhatian para wisatawan dan peneliti yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan budaya Nabataean dan Tsamud. Selama dekade terakhir, para arkeolog AS, Prancis, dan Jerman telah menjelajahi wilayah tersebut untuk mengungkap sejarah dari peristiwa yang dialami oleh kaum Tsamud. Mereka terus berusaha mencari kebenaran dari sejarah berdirinya Madain Saleh itu.Komisi Pariwisata dan Purbakala Saudi juga telah mendesak warga Saudi untuk mengunjungi situs tersebut sebagai sarana bagi orang miskin untuk mencari nafkah dari pariwisata dan untuk menanamkan kebanggaan dalam sejarah Arab Saudi.
Siapa Rass, Penduduk yang Diazab Allah yang Diabadikan Al Quran?
Siapa sebenarnya penduduk Rass diabadikan di dalam Al-Quran pada surat al-Furqan ayat 38-39 dan Surat Qaaf ayat 12-14? Simak ulasannya berikut ini. Siapa sebenarnya... | Halaman Lengkap [889] url asal
#kisah-kisah-dalam-alquran #kaum-tsamud-rass-aad #azab-allah #kota-yang-tercantum-dalam-alquran #azab-umat-terdahulu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/01/26 12:48
v/92134/
Siapa sebenarnya penduduk Rassdiabadikan di dalam Al-Quran pada surat Al-Furqan ayat 38-39 dan Surat Qaaf ayat 12-14? Simak ulasannya berikut ini.Allah ta'ala menjelaskan dalam firman-Nya:
وَكُلّا ضَرَبۡنَا لَهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَۖ وَكُلّا تَبَّرۡنَا تَتۡبِيرا
Artinya: "Dan (kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamuddan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum- kaum tersebut. Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya". ( QS al-Furqaan : 38-39).
Dan juga firman Allah ta'ala:
وَعَاد وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوط (١٣)
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ وَقَوۡمُ تُبَّعۚ كُلّ كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (١٤)
Artinya: Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud, dan kaum Aad, kaum Fir'aun dan kaum Luth, dan penduduk Aikah serta kaum Tubba' semuanya telah mendustakan Rasul- Rasul Maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan". ( QS Qaaf : 12-14).
Abu Bakar Zakaria dalam bukunya yang diterjemahkan Abu Umamah Arif Hidayatullah berjudul "Paganisme Sebelum Nabi Musa as" (Islam House, 2014) mengatakan mengatakan konteks ayat di atas dan yang sebelumnya menunjukan bahwa mereka dibinasakan dan dihancurkan sampai bersih.
Lalu, siapa yang dimaksud dengan penduduk Rass? Terjadi silang pendapat di kalangan ahli sejarah ketika menyebutkan siapa mereka dan keyakinan apa yang mereka anut. Sejarawan mengatakan tentang jati diri penduduk Rass ini, dengan mengatakan sebagai berikut:
1. Kata tersebut dalam bahasa Arab berarti telaga yang sudah kering airnya. Adapun bentuk pluralnya ialah Ra'aas.
2. Kata itu bermakna setiap galian yang ada di tanah baik berupa sumur ataupun liang kubur.
3. Sesungguhnya Rass itu bermakna pertambangan. Pendapat ini yang dipegang oleh Abu Ubaidah.
4. Rass adalah sebuah perkampungan yang berada di Yamamah yang disebut dengan al-Falaj, termasuk dari kaumnya Tsamud. Inilah yang dikatakan oleh Qatadah.
5. Dan juga pernyataan-pernyataan lain dari pakar sejarah.
Abu Bakar Zakaria mengatakan posisi Rass berada di sekitar wilayah Najran dan Yaman sampai ke Hadramaut. Sebagaimana ditegaskan oleh sebagian ahli tafsir.
Ada pula yang mengatakan kalau Rass itu adalah air dan perkebunan kurma milik kabilah Asad. Ulama lain ada yang menyebutnya salju yang berada di pegunungan. Sering pula diartikan secara bebas dengan makna mendamaikan orang dan merusak diantara mereka, karena kata ini memiliki makna yang saling kontradiktif.
Abu Bakar Zakaria mengatakan para ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini menjadi beberapa pendapat:
1. Mereka masih termasuk dari kaumnya Nabi Syu'aib as. Seperti disebutkan oleh sebagian ahli tafsir.
2. Mereka adalah kaumnya Raswa, sedangkan nabi mereka berada di sumur. Begitu dikatakan oleh Ikrimah.
3. Mereka adalah suatu kaum yang sering keluar masuk sumur untuk menyembah patung yang mereka letakkan di sana. Mereka tidak pandang bulu siapapun yang menyelesihi agamanya melainkan mereka pasti akan membunuhnya lalu mencemplungkan ke dalam sumur tersebut. Dan keberadaan kaum Rass ini berada di Syam. Demikian seperti yang dikatakan oleh adh-Dhahak.
4. Mereka adalah suatu kaum yang Allah SWT mengutus pada mereka seorang rasul lalu mereka memakannya. Merekalah pionir kejahatan sihir dengan menggunakan para wanitanya. Itulah yang dinyatakan oleh al-Kalbi.
5. Mereka suatu kaum yang tinggal di Yamamah dan memiliki banyak sumur. Demikian yang dikatakan oleh Qatadah. Dan pendapat ini juga dipilih oleh Ibnu Asakir dengan membawakan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa mereka adalah kaumnya nabi Syu'aib as.
6. Rass adalah sebuah sumur tempat terbunuhnya penduduk Yasin dan Raswah. Pendapat ini seperti dalam riwayatnya adh-Dhahak, dan pendapatnya as-Sudi juga Muqotil.
7. Sedangkan dalam riwayat Ibnu Abbas maka ada beberapa redaksi, yaitu: Pertama, mereka adalah penduduk yang banyak mempunyai sumur yang berada di Adrabijan, mereka telah membunuh para nabinya, lantas mereka diazab dengan tanah yang tandus sehingga semua tanaman dan pohon yang mereka milik mati, akhirnya mereka semua mati kelaparan dan kehausan. Kedua, Rass adalah perkampungan penduduk Tsamud. Ketiga, mereka adalah penduduk sumur yang berkata, wahai kaum ikutilah para utusan Allah…"
8. Mereka adalah ashabul Ukhdud.
9. Ada pula yang mengatakan mereka adalah kaumnya Handhalah bin Shafwan. Dialah yang dikatakan oleh Ibnu Asakir dalam kitab Tarikhnya, dan beliau menguatkan pendapatnya ini.
Perbuatan yang Mereka Lakukan
Kaum Rass adalah para penyembah pohon. Ada pula yang menyatakan mereka para penyembah patung. Mereka kaumnya Handhalah bin Shafwan. "Mereka memiliki sebuah sumur yang mencukupi kebutuhan hidup dan pertanian mereka, di samping itu mereka juga mempunyai seorang raja yang adil lagi bijaksana," tulis Ibnu Katsir.Tatkala rajanya meninggal, mereka begitu merasa kehilangan. Maka, tidak lama setelah itu datang pada mereka setan yang menyerupai wajah raja tersebut lalu berkata padanya: "Sesungguhnya aku tidak mati, tapi menghilang dari kalian karena aku ingin melihat apa yang kalian lakukan sepeninggalanku".
Betapa bahagianya mereka ketika menjumpai rajanya yang masih hidup. Mereka lalu menyuruh membikin tabir untuk menutupinya, dan mengabarkan pada mereka kalau dirinya tidak mungkin mati selama-lamanya.
Selanjutnya banyak diantara mereka yang mempercayai ucapan setan tadi serta termakan dengan omongannya sehingga akhirnya mereka menyembahnya.
Pada saat itulah Allah ta'ala mengutus nabi-Nya yang mengabarkan pada mereka kalau itu adalah setan yang mengajak bicara di balik tabir tersebut. Nabi tadi melarang untuk tidak menyembahnya, serta menyuruh agar mereka beribadah hanya kepada Allah Ta’alla semata.
As-Suhaili menerangkan, "Dirinya mendapat mimpi ketika sedang tidur, nama beliau adalah Handhalah bin Shafwan, lantas mereka menentangnya lalu membunuh dan memasukan jenazahnya kedalam sumur. Tidak berapa lama tiba-tiba air sumur menyusut hingga akhirnya mereka kehausan. Pepohonan menjadi kekeringan, tidak mau berbuah, tempat tinggal mereka runtuh. Kondisinya berubah dari yang tadinya makmur menjadi kering kerontang dan mencekam. Dari persatuan menjadi saling berselisih, akhirnya mereka dibinasakan semuanya oleh Allah ta’ala "
5 Kota Terkutuk yang Diazab Allah SWT, Salah Satunya Berada di Jawa
Ada beberapa kota terkutuk yang diazab Allah SWT yang penting diketahui. Jejak-jejak kota terkutuk ini, yang nasibnya telah diputuskan oleh tangan Allah sendiri... | Halaman Lengkap [602] url asal
#kaum-sodom #azab-allah #azab-umat-terdahulu #kutukan #kota-yang-hilang
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/01/26 05:15
v/91942/
Ada beberapa kota terkutuk yang di-azab Allah SWTyang penting diketahui. Jejak-jejak kota terkutuk ini, yang nasibnya telah diputuskan oleh tangan Allah sendiri masih ada hingga saat ini.Dalam Al Quran diriwayatkan tentang sejumlah kaum yang dibinasakanoleh Allah SWT karena perbuatan mereka yang suka bermaksiat dan menyekutukan Allah. Apa yang tertulis dalam Al Quran tersebut terbukti dengan ditemukannya jejak-jejak reruntuhan kaum-kaum tersebut.
Sedikitnya ada 5 kota terkutuk yang awalnya tidak terkenal karena kejayaannya, melainkan karena kehancurannya yang spektakuler. Kota-kota ini diyakini dikutuk oleh Sang Pencipta, menjadi pengingat abadi tentang batas antara kehendak manusia dan murka Ilahi.
Dari debu dan abu, kisah mereka berbisik, mengingatkan generasi mendatang tentang harga yang harus dibayar atas pembangkangan dan dosa.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut jejak-jejak kota terkutuk yang diyakini dimurkai Allah SWT.
1. Pompeii
Pompeii adalah sebuah kota kuno yang terletak di wilayah Kampania, Italia. Kota ini memiliki sejarah panjang yang dimulai jauh sebelum kehancurannya secara tragis pada tahun 79 Masehi. Kota ini telah berdiri sejak abad ke-7 sebelum Masehi oleh suku Oscan.Awalnya, Pompeii adalah sebuah pemukiman kecil yang kemudian berkembang menjadi kota pelabuhan penting di wilayah Napoli. Kesuburan tanah Pompeii, yang terletak di kaki Gunung Vesuvius, membuatnya menjadi pusat pertanian yang makmur. Namun, aktivitas Gunung Vesuvius yang tidak terduga pada akhirnya membawa kehancuran.
Pada 24 Agustus 79 Masehi, letusan dahsyat gunung ini mengubur kota Pompeii dalam abu vulkanik, menjadikan kota yang pernah makmur ini sebagai situs reruntuhan yang mengerikan.
2. Ashabul Rass
Ashabul Rass adalah sebuah kaum yang hidup di antara Yamamah dan Hadramaut di Jazirah Arab. Mereka dikenal sebagai penghuni sumur yang menjadi pusat kehidupan dan kemakmuran mereka. Namun, kemakmuran ini justru membuat mereka menyimpang dari ajaran tauhid dan menyembah pohon cemara yang dianggap suci. Meskipun telah diingatkan oleh seorang nabi, mereka tetap keras kepala dalam kekufuran.Akhirnya, Allah menurunkan azab secara bertahap, dimulai dengan kekeringan, pencemaran sumur, gempa bumi, hingga runtuhnya tanah yang menelan seluruh kaum ini. Kisah mereka diabadikan dalam Alquran sebagai peringatan bagi umat manusia.
3. Sodom
Sodom adalah kota yang terletak di sekitar Lembah Sidim, dekat Laut Mati. Kota ini terkenal karena kerusakan moral penduduknya, termasuk praktik homoseksual dan tindakan kriminal lainnya. Allah mengutus Nabi Luth untuk memperingatkan mereka, namun ajarannya ditolak mentah-mentah.Ketika batas kesabaran Ilahi tercapai, Allah menurunkan azab yang dahsyat: hujan batu, gempa bumi, dan suara yang mengguntur. Kota Sodom dihancurkan, dan Allah membalikkan kota tersebut, menjadikan bagian atasnya di bawah dan sebaliknya. Hanya Nabi Luth dan pengikutnya yang beriman yang selamat dari kehancuran total ini.
4. Legetang
Legetang adalah sebuah desa di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang memiliki tanah yang sangat subur. Pada suatu hari, warga melihat banyak binatang liar turun dari Gunung Pengamun-amun, sebuah tanda yang diyakini sebagai pertanda bencana besar.Warga desa berinisiatif untuk membuat parit di sekitar lembah gunung sebagai antisipasi. Namun, meskipun usaha telah dilakukan, bencana besar tetap terjadi, menelan desa Legetang.
Kisah ini menjadi legenda lokal yang mengingatkan akan pentingnya kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam. Mungkin ini bentuk benci Allah kepada tempat tersebut, namun tetap saja kita bisa langsung menjudge hal tersebut benar, kecuali sudah konfirmasi langsung warga sekitar. Karena ini hanya spekulasi, dan dikaitkan dengan kejadian yang pernah diceritakan.
5. Gomorrah
Gomorrah adalah salah satu kota terkutuk karena menjadi kota tetangga Sodom, yang juga dihancurkan oleh Allah karena dosa-dosa penduduknya.Seperti Sodom, Gomorrah juga terjerumus dalam kemaksiatan dan penolakan terhadap ajaran Ilahi. Azab yang diturunkan kepada Gomorrah serupa dengan yang terjadi pada Sodom, menghancurkan kota tersebut beserta penduduknya.
Kedua kota ini, Sodom dan Gomorrah, menjadi simbol kehancuran total akibat penolakan terhadap kebenaran dan perbuatan maksiat.
Kisah Nenek Moyang Kaum Anshar, Harus Mengungsi karena Azab Allah Ta'ala
Kisah tentang kaum yang diazab Allah Subhanahu Wataala ini menarik untuk disimak. Kisah ini menimpa nenek moyang kaum Anshar terdahulu. Bagaimana kisah lengkapnya?... | Halaman Lengkap [1,095] url asal
#kisah-hikmah #azab-dan-dosa #azab-allah #kaum-anshar #azab-umat-terdahulu
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 02/12/25 15:20
v/58132/
Kisah tentang kaum yang diazabAllah Subhanahu Wata'ala ini menarik untuk disimak. Kisah ini menimpa nenek moyang kaum Anshar terdahulu. Bagaimana kisah lengkapnya? Simak ulasannya:Kaum Anshar adalah suku Aslam, baik dari kabilah Khazraj maupun Aus. Mereka berasal dari Gassan keturunan Arab negeri Yaman dari Saba. Mereka tinggal di Yasrib atau Madinah setelah Saba runtuh akibat banjir besar yang menimpa negerinya.
Sekadar mengingatkan kaum Anshar adalah sebutan untuk suatu kaum yang menerima hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Ibnu Katsir saat menafsirkan surat Saba ayat 15-17 dalam tafsirnya mengetengahkan azab Allahterhadap orang-orang Saba tersebut.
Saba adalah nama raja-raja negeri Yaman dan juga nama penduduknya. Sedangkan Tababi'ah (jamak Tubba' nama julukan Raja Yaman) berasal dari keturunan mereka. Balqis (teman wanita Nabi Sulaiman as) termasuk salah seorang dari raja-raja negeri Yaman.
Nenek moyang kaum Anshar ini dinamakan Gassan karena mereka sewaktu di Yaman tinggal di dekat sebuah mata air yang dinamai Gassan. Menurut suatu riwayat, mata air Gassan ini berada di dekat Al-Musyallal. Hasan ibnu Sabit ra mengatakan dalam salah satu bait syairnya:
"Jika engkau bertanya (tentang kami), maka kami adalah golongan keturunan kabilah Azd, yang kakek moyang kami bertempat di dekat mata air Gassan."
Allah SWT dalam surat Saba ayat 15-17 berfirman:
"Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
(Kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon asl, dan sedikit dari pohon sidr. Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. ( QS Saba : 15-17)
Ibnu Katsir mengatakan dahulu kala kaum Saba hidup berlimpah dengan kenikmatan dan kesenangan di negeri mereka. Kehidupan mereka sangat menyenangkan, dan rezeki mereka berlimpah, begitu pula tanam-tanaman dan buah-buahannya.
Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka rasul-rasul yang memerintahkan kepada mereka agar memakan rezeki Allah dan bersyukur kepada-Nya dengan cara mengesakan dan menyembah-Nya. Mereka tetap diseru oleh para rasul selama masa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tetapi mereka berpaling dari apa yang diperintahkan oleh para rasul kepada mereka.
Akhirnya mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yang memporak-porandakan seluruh negeri.
10 Orang Anak
Ibnu Abbas mengatakan, pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Saba, apakah itu nama seorang laki-laki ataukah seorang perempuan ataukah nama negeri?Rasulullah SAW menjawab: "Tidak demikian, dia adalah seorang lelaki yang mempunyai sepuluh orang anak; enam di antara mereka tinggal di negeri Yaman, sedangkan empat orang dari mereka tinggal di negeri Syam. Ada pun yang tinggal di Yaman adalah kabilah Mulhaj, kabilah Kindah, kabilah Azd, orang-orang Asy'ari, Anmar, dan Himyar. Adapun yang tinggal di negeri Syam adalah Lakham, Juzam, 'Amilah, dan Gassan."
Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Barr telah meriwayatkannya di dalam kitabnya yang berjudul Al-Qasdu wal Umam Bima 'rifati Usul Ansabil 'Arab wal 'Ajam, melalui hadis Ibnu Lahi'ah, dari Alqamah ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas, lalu disebutkan hal semisal. Ia pun telah meriwayatkannya melalui jalur lain dengan lafaz yang semisal.
Di dalam kitab Sahih Imam Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersua dengan sekelompok orang-orang Aslam yang sedang berlomba memanah, lalu beliau SAW bersabda kepada mereka:
'Berpanahanlah, hai anak-anak Ismail, karena sesungguhnya kakek moyang kalian adalah seorang pemanah"
Ibnu Katsir mengatakan makna sabda Nabi SAW yang mengatakan: "Dia melahirkan 10 orang anak dari kalangan Arab." Yakni di antara keturunannya adalah mereka yang 10 orang itu, yang menjadi kakek moyang kabilah-kabilah Arab negeri Yaman. Bukan berarti bahwa dia melahirkan 10 orang anak dari sulbinya, melainkan ada yang antara mereka dan dia dua atau tiga tingkatan nasab, ada yang kurang dari itu, dan ada yang lebih banyak.
Sedangkan makna sabda Nabi SAW yang mengatakan: "Maka enam orang di antara mereka tinggal di negeri Yaman, dan empat orang lainnya tinggal di negeri Syam."
Hal ini terjadi setelah Allah mengirimkan banjir besar kepada mereka. Di antara mereka ada yang tetap menetap di negeri asalnya, dan ada yang hijrah ke negeri lain.
Nama Asli Saba
Menurut Ibnu Katsir, ulama ahli nasab —antara lain Muhammad ibnu Ishaq— telah mengatakan bahwa nama asli Saba ialah Abdu Syams ibnu Yasyjub ibnu Ya'rib ibnu Qahtan. Ia diberi julukan Saba karena dialah orang yang mula-mula bersaba di kalangan orang-orang Arab.Ia dikenal pula dengan julukan Ar-Raisy karena dialah orang yang mula-mula mengambil harta jarahan perang seusai peperangan, lalu ia bagi-bagikan kepada kaumnya.
Orang-orang Arab menamakan harta dengan istilah risyan atau riyasy. Mereka menyebutkan bahwa Abdu Syams ibnu Yasyjub di masa silam telah memberitakan kabar gembira akan kedatangan Rasulullah SAW, lalu ia mengukirnya ke dalam bait-bait syairnya yang abadi, yaitu:
Kelak akan berkuasa sesudah kami seorang raja yang besar, yaitu seorang nabi, yang tidak mau kompromi dengan perkara yang haram.
Dan sesudahnya akan berkuasa raja-raja dari kalangan mereka yang menegakkan hukuman had (mati) bagi setiap pembunuh.
Sesudah mereka akan muncul raja-raja dari kalangan kami, sehingga kerajaan mencapai keemasannya.
Dan sesudahnya Qahtan akan dikuasai oleh seorang nabi yang bertakwa lagi ahli ibadah, sebaik-baik makhluk, bernama Ahmad.
Aduhai, seandainya aku diberi usia panjang setahun saja sesudah dia diangkat menjadi rasul. Maka aku akan mendukungnya dan kucurahkan segenap kekuatanku untuk menolongnya, dengan semua senjata dan semua anak panah.
Manakala dia muncul, maka jadilah kalian sebagai para penolongnya; dan barang siapa yang bersua dengannya (dari kalian), sampaikanlah salamkukepadanya.
Hal ini disebutkan oleh Al-Hamzani di dalam kitab Al-Iklil. Mereka berselisih pendapat tentang Qahtan; ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.
Pertama, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Iram ibnu Sam ibnu Nuh. Dan mereka berselisih pendapat tentang kaitan nasabnya dengan Iram, ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.
Kedua, menyebutkan bahwa Qahtan berasal dari keturunan Abir, yakni Nabi Hud as. Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilah nasabnya sampai pada Hud as. Ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya.
Ketiga, menyebutkan bahwa Qahtan adalah keturunan dari Ismail ibnu Ibrahim Al-Khalil as. Dan mereka berselisih pendapat pula tentang silsilahnya sampai kepada Ismail as ada tiga pendapat di kalangan mereka mengenainya
Hal ini disebutkan dengan rinci oleh Imam Al-Hafiz Abu Umar ibnu Abdul Bar An-Namiri di dalam kitabnya yang berjudul Al-Anbah 'Ala Zikri Usulil Qabdilir Ruwwah.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56