Presiden Prabowo fokus pada pengembangan olahraga disabilitas, berencana kunjungi NPC Karanganyar untuk dukung atlet disabilitas dan program sertifikasi pelatih. [366] url asal
Hal tersebut menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Erick bersama Pelatih Timnas Indonesia John Herdman di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026).
Erick mengatakan dirinya diminta menyampaikan laporan terkait sejumlah program olahraga nasional. Dalam pembahasan tersebut, Presiden menekankan pentingnya memperluas akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi serta berprestasi di bidang olahraga.
“Alhamdulillah tadi saya diminta laporan beberapa hal. Nomor satu, yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas,” ujar Erick kepada wartawan usai pertemuan.
Menurut Erick, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 11% tercatat aktif atau memiliki minat terhadap kegiatan olahraga.
Data tersebut, lanjutnya, menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan olahraga disabilitas agar semakin inklusif dan berkelanjutan.
“Artinya dengan itu, Bapak Presiden ingin mendorong para olahragawan disabilitas ini benar-benar diperhatikan,” katanya.
Salah satu program yang dilaporkan kepada Presiden adalah pengembangan sertifikasi kepelatihan bagi atlet dan pelaku olahraga disabilitas. Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang karier baru bagi mereka setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.
“Nah, salah satunya kita punya, yang saya sampaikan kepada Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka. Jadi setelah jadi pelatih, mereka bisa melatih,” ujar Erick.
Menurutnya, sertifikasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga disabilitas, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan kemandirian ekonomi bagi para atlet.
Dalam kesempatan yang sama, Erick menyampaikan Presiden juga berencana mengunjungi fasilitas milik National Paralympic Committee Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pusat pembinaan atlet disabilitas yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung prestasi Indonesia di ajang olahraga internasional.
“Bapak Presiden juga ingin melihat para olahragawan disabilitas dan bahkan akan datang ke Karanganyar melihat juga NPC yang selama ini belum diresmikan,” katanya.
Erick menegaskan perhatian Presiden terhadap olahraga disabilitas mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh warga negara memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
“Karena ini menjadi bagian penting bahwa kita harus memberikan semua warga Indonesia kesempatan yang sama,” tandas Erick.
Bayan Peduli dukung 5.417 atlet disabilitas raih prestasi internasional melalui program inklusif sejak 2022, termasuk di Paralympic Paris 2024. [501] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk turut serta dalam pemberdayaan kelompok rentan melalui Program Bayan Peduli yang telah mendukung 5.417 atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia berprestasi di kancah nasional dan internasional sejak 2022.
Sebagai perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi, Bayan Resources mewujudkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang olahraga melalui kerja sama strategis dengan NPC Indonesia. Kerja sama ini dilakukan untuk membangun ekosistem berkelanjutan yang memastikan atlet penyandang disabilitas mendapat akses fasilitas dan pelatihan setara dengan atlet reguler.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menegaskan bahwa Program Bayan Peduli dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya dalam meraih medali, tetapi juga dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap potensi atlet penyandang disabilitas.
"Salah satu aspek penting yang kami fokuskan adalah memberikan dukungan kepada kelompok rentan, termasuk di dalamnya para penyandang disabilitas. Program CSR Bayan Peduli bekerja sama dengan NPC Indonesia ini, membuktikan peran Bayan Group mendukung aspek inklusivitas," ujar Merlin dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Kolaborasi dengan NPC Indonesia yang dimulai sejak 2022 ini berupaya memberikan dukungan komprehensif bagi atlet penyandang disabilitas untuk berlaga di berbagai ajang nasional dan internasional. Dukungan ini dilakukan mulai dari Asean Para Games Solo 2022, Asean Para Games Kamboja 2023, Asian Para Games Hangzhou 2023, Paralympic Paris 2024, dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Solo 2024.
Hasilnya, atlet Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan yang melampaui target. Pada Asean Para Games Solo 2022, Indonesia meraih juara umum. Pencapaian berlanjut di Asean Para Games Kamboja 2023 dengan kembali menjadi juara umum.
Puncaknya terjadi di Paralympic Paris 2024, Indonesia mencatatkan jumlah medali terbanyak sepanjang sejarah dengan perolehan 14 medali yang terdiri dari 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Bayan Peduli juga ikut menjadi sponsor dalam Pengembangan, Pengelolaan, dan Perawatan Paralympic Training Center yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Training Center yang pertama di Asia Tenggara ini merupakan solusi berbasis kebutuhan atlet yang mendukung penguatan kapasitas dan prestasi jangka panjang, sekaligus menjadi simbol kebangkitan olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.
"Training Center ini akan menjadi rumah bagi atlet penyandang disabilitas untuk melakukan pemusatan latihan nasional dengan fasilitas setara standar internasional, sehingga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan prestasi atlet di kejuaraan internasional di masa depan," tambah Merlin.
Jumlah atlet yang menerima manfaat dari Bayan Peduli ini pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2022, program ini menjangkau 324 atlet, meningkat menjadi 433 atlet pada 2023, dan melonjak signifikan menjadi 4.660 atlet pada 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan keseriusan Bayan Peduli dalam memperluas jangkauan program, tidak hanya fokus pada atlet elite, tetapi juga memberikan kesempatan bagi atlet muda dan atlet dari daerah untuk mengembangkan potensi mereka.
"Pendekatan ini mencerminkan komitmen Bayan Resources dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masa depan olahraga Indonesia," pungkas Merlin.
Hingga 2025, capaian Bayan Peduli menunjukkan dampak yang terukur dan signifikan. Total 5.417 atlet telah merasakan manfaat langsung, dengan berbagai prestasi internasional yang membuktikan bahwa dukungan berkelanjutan mampu mengangkat martabat dan prestasi atlet penyandang disabilitas Indonesia di mata dunia.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56