Bayan Peduli dukung 5.417 atlet disabilitas raih prestasi internasional melalui program inklusif sejak 2022, termasuk di Paralympic Paris 2024. [501] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bayan Resources Tbk turut serta dalam pemberdayaan kelompok rentan melalui Program Bayan Peduli yang telah mendukung 5.417 atlet National Paralympic Committee (NPC) Indonesia berprestasi di kancah nasional dan internasional sejak 2022.
Sebagai perusahaan pertambangan batu bara terintegrasi, Bayan Resources mewujudkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang olahraga melalui kerja sama strategis dengan NPC Indonesia. Kerja sama ini dilakukan untuk membangun ekosistem berkelanjutan yang memastikan atlet penyandang disabilitas mendapat akses fasilitas dan pelatihan setara dengan atlet reguler.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menegaskan bahwa Program Bayan Peduli dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya dalam meraih medali, tetapi juga dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap potensi atlet penyandang disabilitas.
"Salah satu aspek penting yang kami fokuskan adalah memberikan dukungan kepada kelompok rentan, termasuk di dalamnya para penyandang disabilitas. Program CSR Bayan Peduli bekerja sama dengan NPC Indonesia ini, membuktikan peran Bayan Group mendukung aspek inklusivitas," ujar Merlin dalam keterangan tertulis, Rabu (11/2/2026).
Kolaborasi dengan NPC Indonesia yang dimulai sejak 2022 ini berupaya memberikan dukungan komprehensif bagi atlet penyandang disabilitas untuk berlaga di berbagai ajang nasional dan internasional. Dukungan ini dilakukan mulai dari Asean Para Games Solo 2022, Asean Para Games Kamboja 2023, Asian Para Games Hangzhou 2023, Paralympic Paris 2024, dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Solo 2024.
Hasilnya, atlet Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan yang melampaui target. Pada Asean Para Games Solo 2022, Indonesia meraih juara umum. Pencapaian berlanjut di Asean Para Games Kamboja 2023 dengan kembali menjadi juara umum.
Puncaknya terjadi di Paralympic Paris 2024, Indonesia mencatatkan jumlah medali terbanyak sepanjang sejarah dengan perolehan 14 medali yang terdiri dari 1 emas, 8 perak, dan 5 perunggu.
Bayan Peduli juga ikut menjadi sponsor dalam Pengembangan, Pengelolaan, dan Perawatan Paralympic Training Center yang berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Training Center yang pertama di Asia Tenggara ini merupakan solusi berbasis kebutuhan atlet yang mendukung penguatan kapasitas dan prestasi jangka panjang, sekaligus menjadi simbol kebangkitan olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.
"Training Center ini akan menjadi rumah bagi atlet penyandang disabilitas untuk melakukan pemusatan latihan nasional dengan fasilitas setara standar internasional, sehingga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan prestasi atlet di kejuaraan internasional di masa depan," tambah Merlin.
Jumlah atlet yang menerima manfaat dari Bayan Peduli ini pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2022, program ini menjangkau 324 atlet, meningkat menjadi 433 atlet pada 2023, dan melonjak signifikan menjadi 4.660 atlet pada 2024.
Pertumbuhan ini menunjukkan keseriusan Bayan Peduli dalam memperluas jangkauan program, tidak hanya fokus pada atlet elite, tetapi juga memberikan kesempatan bagi atlet muda dan atlet dari daerah untuk mengembangkan potensi mereka.
"Pendekatan ini mencerminkan komitmen Bayan Resources dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masa depan olahraga Indonesia," pungkas Merlin.
Hingga 2025, capaian Bayan Peduli menunjukkan dampak yang terukur dan signifikan. Total 5.417 atlet telah merasakan manfaat langsung, dengan berbagai prestasi internasional yang membuktikan bahwa dukungan berkelanjutan mampu mengangkat martabat dan prestasi atlet penyandang disabilitas Indonesia di mata dunia.
Firza Faturahman Listianto, mahasiswa Unesa berhasil meraih dua medali emas pada ajang ASEAN Para Games 2026 yang digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand. Firza... | Halaman Lengkap [300] url asal
Mahasiswaangkatan 2023 Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) initampil gemilang di cabang olahraga atletik nomor lari 100 meter dan 200 meter. Keberhasilannya tidak hanya menjadi bukti kecepatan di lintasan, tetapi juga menunjukkan ketangguhan mental, kepercayaan diri, dan tekad kuat untuk melampaui berbagai keterbatasan.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa itu mengaku, perjalanan menuju prestasi tidaklah instan, dikutip dari laman Unesa, Senin (9/2/2026).
Ketertarikannya pada dunia atletik telah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Sejak saat itu, ia terus berlatih dengan disiplin tinggi hingga akhirnya mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara.
Sebagai mahasiswa PKO, Firza juga memanfaatkan ilmu kepelatihan yang dipelajarinya di perkuliahan untuk mendukung performa di lapangan. Pendekatan ilmiah dalam latihan, pengaturan fisik, hingga strategi perlombaan menjadi bagian penting dalam persiapannya menghadapi kompetisi.
Momen paling berkesan bagi Firza bukan hanya saat mencapai garis finis, melainkan ketika melihat bendera Merah Putih berkibar di podium tertinggi. Baginya, saat itulah semua kerja keras, latihan panjang, dan tantangan yang dihadapi terasa terbayar.
Di balik keberhasilan tersebut, Firza menilai tantangan terbesar justru datang dari dalam diri sendiri. Menjaga fokus, kestabilan mental, serta rasa percaya diri di tengah tekanan kompetisi internasional menjadi ujian yang harus dihadapi setiap hari.
Dukungan keluarga, khususnya orang tua, turut menjadi motivasi besar dalam perjalanan kariernya. Selain itu, ia juga terbiasa berlatih secara mandiri jauh sebelum jadwal kompetisi dimulai agar dapat tampil maksimal saat berada di garis start.
Berbekal prinsip bahwa tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan, Firza kini menargetkan ajang yang lebih tinggi, yaitu Asian Para Games di Jepang. Ia berharap dapat kembali mengharumkan nama Indonesia sekaligus membuktikan bahwa dedikasi, ketekunan, dan mental tangguh mampu membawa seseorang menembus batas.
Hal tersebut disampaikan Erick saat memberikan pidato dalam agenda penyerahan bonus atlet SEA Games 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
“Bapak Presiden, tentu bersama Bapak hari ini kami penuh bangga. Kami hadirkan para pejuang bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia. Mereka berjibaku dengan segala kemauan dan ingin mencetak sejarah bersama di bawah kepemimpinan Bapak,” ujar Erick.
Erick menegaskan, capaian Indonesia pada SEA Games 2025 menjadi yang terbaik sejak 1995. Indonesia berhasil menempati peringkat kedua klasemen akhir, meski tidak berstatus sebagai tuan rumah.
“Ini pertama kalinya sejak tahun 1995 kita menempati ranking dua di Asia tanpa menjadi tuan rumah. Biasanya kalau tuan rumah kita juara umum,” katanya.
Secara capaian medali, Erick menyebut target awal 80 medali emas berhasil terlampaui. Kontingen Indonesia mengoleksi 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
“Alhamdulillah target di atas. Dari target 80 emas, kita mendapatkan 91 emas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Erick juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh bonus atlet dan pelatih telah ditransfer langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga guna menjamin transparansi.
“Untuk memastikan transparansi, kami langsung mentransfer seluruh bonus kepada masing-masing atlet dan pelatih melalui Bank BRI. Total dananya Rp465.250.000.000,” ungkap Erick.
Dia memerinci, bonus untuk peraih medali emas nomor tunggal mencapai Rp1 miliar per atlet, yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Sementara bonus medali perak tunggal sebesar Rp315 juta dan perunggu tunggal Rp157 juta, dengan perhitungan tersendiri untuk nomor beregu. Pelatih juga turut menerima bonus.
Selain bonus, Erick menambahkan Kemenpora memberikan literasi keuangan kepada hampir 400 atlet dan pelatih sebagai bekal pengelolaan keuangan di masa depan.
“Ini sesuai arahan Bapak Presiden bahwa bonus yang negara berikan adalah amanah untuk masa depan mereka,” katanya.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan Kemenpora bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tengah mempersiapkan agenda olahraga internasional berikutnya, termasuk ASEAN Para Games yang akan dimulai pada 26 Januari 2026, Asian Games di Jepang pada September–Oktober 2026, ASEAN Para Games Oktober 2026, serta Youth Olympics di Senegal pada Oktober 2026.
“Kami mohon dukungan dan arahan Bapak Presiden agar semangat dan prestasi ini terus berlanjut,” pungkas Erick.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56