Bisnis.com, JAKARTA - Dari sebuah kedai sederhana di Medan, Coffeenatics kini berhasil menembus panggung global dengan menghadirkan kopi tubruk khas Tapanuli Selatan di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss.
Di balik keberhasilan ini, ada sosok Harris Hartanto Tan, CEO dan Co-Founder, serta Norita Chai, COO dan Co-Founder, yang menjadikan visi mereka tentang kopi Nusantara sebagai bisnis berkelas internasional.
Harris Hartanto Tan memulai perjalanan Coffeenatics pada 2015 dengan modal dan tim terbatas. Hampir seluruh proses mulai dari pemilihan biji kopi, proses roasting, hingga menyajikan kopi kepada pelanggan dikerjakan sendiri.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kopi lokal tidak kalah dengan produk internasional, sekaligus membuka peluang bagi UMKM Medan untuk bersaing di pasar global,” ujarnya.
Norita Chai mengata2an kualitas dan cerita di balik kopi Nusantara adalah kunci. "Kopi tubruk Tapanuli Selatan bukan sekadar minuman, tapi representasi budaya, keberlanjutan, dan kreativitas pengrajin lokal," tuturnya.
Seiring perkembangan digital, Coffeenatics memperluas sayapnya melalui kemitraan dengan Grab sejak 2020. Layanan pesan antar dan dukungan ekosistem digital membuat Coffeenatics mampu menjangkau lebih banyak pelanggan, sekaligus menjaga kualitas dan konsistensi produk.
Keberhasilan ini menempatkan Coffeenatics sebagai Mitra Merchant Bintang Lima Grab, kategori merchant dengan kualitas rasa dan layanan terbaik berdasarkan ulasan pengguna.
Coffeenatics juga menekankan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Melalui proyek “Apes for Apes”, mereka berkolaborasi dengan organisasi konservasi untuk melindungi orangutan Tapanuli Selatan, menggabungkan bisnis dan konservasi lingkungan.
Setiap kopi yang dijual tidak hanya menawarkan cita rasa Nusantara, tapi juga kontribusi nyata terhadap pelestarian satwa langka.
Harris dan Norita percaya, inovasi dan keberlanjutan adalah dua pilar utama untuk membawa kopi Nusantara ke pasar internasional. Kehadiran mereka di Davos bukan sekadar ajang promosi, tapi bukti nyata potensi UMKM lokal dalam menghadapi standar global.
“Pengalaman ini membuka perspektif baru, dari standar internasional, peluang ekspor, hingga jejaring global. Semua itu memperkuat visi kami bahwa kopi Nusantara bisa dikenal dunia tanpa kehilangan akar lokalnya,” tutup Harris.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan, partisipasi Coffeenatics di Paviliun Indonesia, World Economic Forum 2026, didukung oleh Grab sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Grab dalam mendampingi UMKM Indonesia agar siap naik kelas dan bersaing di panggung global.
"Dukungan ini sejalan dengan inisiatif Grab untuk Indonesia dengan total komitmen Rp100 Miliar, yang dirancang untuk memperkuat perlindungan sosial lewat BPJS TK Gratis bagi Mitra Pengemudi berprestasi, memberikan apresiasi melalui skema BHR 2026 bagi Mitra Pengemudi berprestasi, serta mengembangkan kapasitas Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi melalui pemanfaatan teknologi dan program pengembangan usaha seperti GrabAcademy," jelasnya.