BANYUWANGI, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan adanya peningkatan volume penumpang pada masa angkutan laut Lebaran 2026.
Senior General Manager Regional III PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Lutfi Pratama Adi Subarkah, menyebut kenaikan jumlah penumpang diperkirakan berada di kisaran 10 hingga 20 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Biasanya ya kita juga sudah punya proyeksi kenaikan, mungkin naik 10 persen atau 20 persen,” kata Lutfi, Selasa (10/2/2026).
“Tapi pada prinsipnya kami pasti memprediksi ada kenaikan, sehingga kami juga menyiapkan supply untuk menyediakan kapal-kapal agar penumpang tetap terlayani. Jadi proyeksinya tetap naik,” lanjut Lutfi.
Ia menjelaskan, pembukaan posko angkutan Lebaran umumnya dilakukan sekitar 15 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan ditutup 15 hari setelahnya.
Dengan perkiraan awal puasa jatuh pada 19 atau 20 Februari, maka Lebaran diprediksi berlangsung pada 20 Maret.
“Kalau dihitung 15 hari sebelum tanggal 20 Maret, kemungkinan posko akan dibuka akhir Februari. Jadi hitungannya kurang lebih 15 hari sebelum dan sesudah Lebaran,” katanya.
Jumlah Kapal yang Dioperasikan
Pada masa angkutan Lebaran 2025, ASDP mengoperasikan total 703 kapal, dengan dispensasi kapasitas penumpang diberikan kepada 42 kapal.
Dispensasi tersebut diberikan secara terbatas dan terukur, dengan penambahan kapasitas sekitar 10 persen, tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Menurut Lutfi, kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang diterapkan pemerintah saat itu juga turut berkontribusi pada melandainya kepadatan arus mudik karena pergerakan masyarakat menjadi lebih tersebar. “Ini sebenarnya strategi yang cukup baik, supaya masyarakat bisa pulang lebih awal dan tidak berbarengan,” ujarnya.
ASDP juga mencatat keberhasilan realisasi kebijakan diskon dan tiket mudik gratis.
Pada angkutan Lebaran 2025, realisasi tiket gratis mencapai 96,3 persen.
Selain itu, ASDP turut menyiagakan kapal negara, khususnya kapal navigasi, untuk melayani angkutan laut ke wilayah-wilayah terpencil bila dibutuhkan.
“Alhamdulillah, selama masa angkutan laut Lebaran 2025 tidak ada kejadian menonjol. Artinya strategi yang diterapkan cukup sukses dan berpeluang untuk dilanjutkan, bahkan dikembangkan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan pelayanan,” jelasnya.
Puncak Arus Penumpang
Berdasarkan data pergerakan penumpang, puncak arus terjadi pada H-1 dan H-2 Lebaran.
Secara kumulatif, jumlah penumpang dari H-10 hingga H+10 mencapai 2,248 juta orang, meningkat 21,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk pelabuhan dengan volume penumpang tertinggi, Batam masih menempati posisi teratas dalam beberapa tahun terakhir, baik untuk arus mudik maupun balik, disusul Nusa Penida, Tanjung Balai Karimun, Benoa, Tanjung Pinang, Makassar, dan pelabuhan lainnya.
Data juga menunjukkan bahwa pada periode Natal dan Tahun Baru, pelabuhan Benoa dan Nusa Penida tetap ramai, meski terdapat persepsi publik bahwa pergerakan wisatawan ke Bali sempat melambat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang