KOMPAS.com – Digitalisasi menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas.
Pemanfaatan teknologi, termasuk akal imitasi (artificial intelligence/AI), membantu pelaku usaha mengelola bisnis lebih efisien, mempercepat layanan pelanggan, dan meningkatkan konversi penjualan.
Start-up Indonesia, AIgrow, menghadirkan solusi AI Chat untuk bisnis yang memudahkan UMKM menerapkan teknologi tanpa perlu tim teknis atau kemampuan coding.
Layanan berbasis software as a service (SaaS) ini dapat diintegrasikan ke website bisnis untuk mengubah kunjungan menjadi transaksi, sekaligus menyediakan fitur dokumen internal. Dengan begitu, tim dapat mengakses informasi dan menjawab pertanyaan berbasis dokumen perusahaan secara cepat.
Chief Executive Officer (CEO) AIgrow, Faiz Darmanto (25), mengatakan, investor menaruh minat pada pengembangan teknologi AI karena pasar membutuhkan solusi yang praktis dan terukur.
“Fokus kami sederhana, menjadikan AI sebagai alat kerja nyata bagi bisnis, bukan sekadar tren teknologi,” ujar Faiz dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/11/2025).
Minat terhadap AIgrow datang dari investor dalam dan luar negeri yang melihat potensi besar di sektor AI Chat for Business, terutama di pasar Asia Tenggara.
Para investor menilai solusi AIgrow unggul dari sisi efisiensi, skalabilitas, dan kemudahan penerapan.
Faiz menambahkan, AIgrow menyambut baik antusiasme investor. Hal ini bukan hanya menjadi sinyal positif bagi perkembangan AIgrow, tetapi juga menandai kebangkitan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.
“(Minat investor juga) mencerminkan keyakinan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang mendorong program ekonomi berbasis inovasi dan teknologi,” sambung Faiz.
Start-up lokal makin bersaing
Sebagai informasi, Algrow turut berpartisipasi dalam gelaran Tech in Asia 2025 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (22/10/2025) hingga Kamis (23/10/2025). Gelaran tersebut menjadi ajang pertemuan start-up dan investor dari seluruh Asia.
Kehadiran AIgrow di Tech in Asia 2025 menunjukkan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di tingkat regional.
Hal ini sejalan dengan program Hub.id besutan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem digital nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengunjungi booth AIgrow untuk melihat langsung inovasi karya anak bangsa.
Ia mengapresiasi start-up yang berhasil menghadirkan teknologi AI untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM.
“Program HUB.ID, tidak hanya mempertemukan start-up dengan investor, tetapi juga menghadirkan sesi mentoring dan berbagi pengalaman dari para pendiri startup yang telah berhasil,” ujar Meutya Hafid.
Program HUB.ID menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekosistem digital nasional.
Para pembicara di Tech in Asia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat adopsi AI.
Dukungan berupa pelatihan, insentif, dan penguatan infrastruktur digital diyakini akan menarik lebih banyak investasi ke start-up Indonesia.
Tahun ini, investor menunjukkan minat besar berinvestasi di sektor AI pada berbagai tahap pendanaan.
Meski pendanaan start-up secara keseluruhan menurun tajam dalam dua tahun terakhir-dari 1,3 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada 2023 menjadi 323 juta dollar AS pada 2024-sektor AI justru mencatat pertumbuhan.
Total investasi ke start-up AI mencapai 542,9 juta dollar AS hingga 2024, naik 141 persen dibanding 2020.
Pertumbuhan ini didorong oleh solusi yang langsung memberi dampak di pasar domestik, termasuk inovasi AIgrow yang mempermudah operasional bisnis sehari-hari.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang