Bisnis.com, JAKARTA — Meta, induk Instagram dan Facebook, makin agresif mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk moderasi konten di seluruh platformnya. Strategi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi bisnis berbasis teknologi.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut AI kini mampu menggantikan sejumlah fungsi manusia, terutama pekerjaan yang bersifat repetitif. Perusahaan menilai sistem AI terbaru mampu memberikan penegakan kebijakan yang lebih konsisten dibandingkan metode konvensional.
"Selama beberapa tahun ke depan, kami akan menerapkan sistem AI yang lebih maju ini dan mengurangi ketergantungan pada vendor pihak ketiga untuk penegakan konten," tulis Meta dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa (31/3/2026).
Seiring transformasi ini, muncul laporan terkait potensi efisiensi tenaga kerja global. Meta disebut tengah mempertimbangkan pemangkasan hingga 20% dari total karyawan atau sekitar 16.000 pekerja dari basis sekitar 79.000 tenaga kerja global.
Langkah ini dikaitkan dengan upaya menekan biaya sekaligus mendukung lonjakan investasi AI.
Rencana tersebut juga didorong oleh kebutuhan pendanaan infrastruktur AI yang sangat besar. Meta dilaporkan menyiapkan investasi hingga US$600 miliar untuk pembangunan pusat data hingga 2028, sehingga efisiensi organisasi menjadi salah satu strategi utama.
Selain faktor biaya, efisiensi tenaga kerja juga dipicu oleh peningkatan produktivitas berbasis AI. Zuckerberg mengungkapkan bahwa proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh individu dengan dukungan teknologi AI, mencerminkan perubahan struktur kerja di perusahaan teknologi.
Langkah restrukturisasi ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi global. Sejumlah perusahaan besar mulai mengalihkan anggaran dari tenaga kerja ke investasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Di sisi lain, Meta tetap mempertahankan peran manusia dalam proses moderasi, khususnya untuk pengambilan keputusan kompleks. AI difokuskan pada pengawasan konten berskala besar seperti penipuan dan aktivitas ilegal.
Perusahaan juga memperluas penggunaan AI melalui peluncuran asisten Meta AI untuk layanan pelanggan. Fitur ini memungkinkan pengguna menyelesaikan berbagai kendala akun secara otomatis melalui chatbot di dalam aplikasi.
Meski menjanjikan efisiensi, transformasi ini tetap menghadirkan tantangan, terutama terkait keamanan data dan keandalan sistem. Namun, dengan investasi besar dan strategi terintegrasi, Meta optimistis AI akan menjadi fondasi utama pertumbuhan bisnis ke depan.