Rupiah Hari Ini (7/1) Ditutup Melemah ke Rp16.780 per Dolar AS
Rupiah melemah 0,13% ke Rp16.780 per dolar AS pada 7 Januari 2026, dipengaruhi sentimen global dan domestik, termasuk kebijakan The Fed dan ketegangan geopolitik.
(Bisnis.Com) 07/01/26 15:31 96204
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Sejumlah sentimen global dan domestik menyertai gerak rupiah di pasar keuangan.
Melansir Bloomberg, rupiah terdepresiasi 0,13% atau 22 poin ke Rp16.780. Bersamaan dengan itu, indeks dolar AS menguat 0,06% atau 0,06 poin ke 98,63.
Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang negara Asia lainnya hari ini juga ditutup melemah. Contohnya, dolar Singapura melemah 0,10%, dolar Taiwan melemah 0,01%, peso Philipina melemah 0,25%, maupun baht Thailand yang melemah 0,29%.
Ringgit Malaysia yang akhir 2025 lalu melalui tren penguatan, hari ini ditutup melemah 0,31% atau 0,01% ke 4,05 ringgit per dolar AS. Sementara itu, rupe India hari ini ditutup menguat 0,35% terhadap dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen yang menyertai pasar keuangan antara lain adalah kepastian sinyal pelongaran lanjutan suku bunga The Fed. Dia menjelaskan, Gubernur The Fed Stephen Miran mengatakan aktivitas bisnis AS tetap solid namun tetap memerlukan suku bunga yang lebih rendah.
"Bertentangan dengan pendapatnya, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin menyatakan bahwa suku bunga dana The Fed berada dalam level netral, yang tidak merangsang maupun menghambat aktivitas ekonomi," kata Ibrahim, Rabu (7/1/2026).
Pasar melihat ketegangan geopolitik yang terus berkembang menjadikan ekspektasi akan ada dua kali pemotongan suku bunga oleh The Fed tahun ini. Selain itu, investor akan mengamati dengan cermat data penggajian non-pertanian untuk Desember, yang akan dirilis Jumat pekan ini untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang suku bunga.
Selain kebijakan moneter, Ibrahim juga mencatat faktor eskalasi konflik AS-Venezuela yang menyertai pasar uang. Menurutnya, invasi AS ke Venezuela menjadi poin penting yang perlu diwaspadai oleh pasar. Presiden Donald Trump mengatakan Caracas telah setuju untuk memasok antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, setelah Washington menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu.
Sementara dari sentimen dalam negeri, pasar mengamati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ibrahim menjelaskan, sejumlah institusi seperti IMF dan Bank Dunia serta Bank Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 akan ada di kisaran 5%. Namun, Menteri Kuangan Purbaya Yudhi Sadewaoptimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6%.
Dengan mempertimbangkan sejumlah sentimen tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan esok hari akan kembali ditutup melemah.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang Rp16.780-Rp16.810," tandasnya.
#rupiah-hari-ini #nilai-tukar-rupiah #rupiah-melemah #dolar-as #kurs-rupiah #sentimen-global #suku-bunga-the-fed #pasar-keuangan #ekonomi-indonesia #pertumbuhan-ekonomi #konflik-as-venezuela #indeks-do