Inflasi Cirebon Desember 2025 Capai 2,86%, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Cirebon Desember 2025 Capai 2,86%, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Cirebon Desember 2025 mencapai 2,86% y-on-y, dipicu oleh kenaikan harga pangan, terutama makanan, minuman, dan tembakau.

(Bisnis.Com) 06/01/26 09:21 94559

Bisnis.com, CIREBON - Inflasi Kota Cirebon pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,86% secara tahunan (year on year/y-on-y) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,26.

Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya harga hampir seluruh kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Ujang Mauludin, menjelaskan, inflasi y-on-y mencerminkan kenaikan harga yang terjadi di berbagai sektor, meski tidak merata.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat naik 5,04%, menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi Desember. Sementara kelompok kesehatan juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai 5,62%,” kata Ujang, Selasa (6/1/2026).

Kelompok pengeluaran lain yang ikut mendorong inflasi antara lain pakaian dan alas kaki naik 1,57%, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,25%, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,15%. Kelompok transportasi naik tipis 1,04%, dan kelompok pendidikan meningkat 4,84%.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan relatif stabil dengan perubahan 0,00%, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya justru mengalami deflasi sebesar -1,04%.

Penyediaan makanan dan minuman di restoran naik 3,21%, dan perawatan pribadi serta jasa lainnya meningkat 3,33%.

“Secara keseluruhan, kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran inilah yang mendorong inflasi tahunan Cirebon hingga 2,86% pada akhir 2025,” jelas Ujang.

Dari sisi bulanan, inflasi Kota Cirebon pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,42% (month to month/m-to-m). Hal ini menunjukkan adanya tekanan harga yang relatif moderat dibandingkan dengan lonjakan tahunan.

Inflasi kumulatif atau year to date (y-to-d) untuk periode Januari–Desember 2025 juga tercatat 2,86%, menunjukkan tren kenaikan harga yang konsisten sepanjang tahun.

Ujang menambahkan, pergerakan harga pangan menjadi faktor utama yang harus diwaspadai. “Meskipun inflasi secara keseluruhan tergolong rendah, kenaikan harga bahan pokok seperti beras, daging, dan sayuran memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah,” katanya.

BPS Kota Cirebon mencatat, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tidak hanya menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi, tetapi juga sektor yang paling sensitif terhadap perubahan musiman dan kondisi pasokan.

Lonjakan harga pangan biasanya terjadi menjelang akhir tahun karena meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, serta fluktuasi pasokan dari petani lokal.

Sementara itu, inflasi di sektor kesehatan yang naik 5,62% disebabkan oleh peningkatan biaya obat-obatan dan layanan kesehatan. Kenaikan ini sejalan dengan tren nasional yang mencatat biaya kesehatan terus mengalami tekanan, terutama untuk obat generik dan layanan rumah sakit.

Kendati demikian, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya menunjukkan penurunan harga -1,04%, yang menjadi satu-satunya sektor mengalami deflasi pada Desember 2025. Menurut Ujang, hal ini dipengaruhi menurunnya permintaan pada akhir tahun setelah musim liburan.

Secara keseluruhan, meski inflasi tahunan 2,86% masih berada di bawah target inflasi nasional yang berkisar 3–4%, pemerintah daerah dan pelaku usaha tetap diminta waspada.

“Masyarakat perlu memantau harga kebutuhan pokok, sementara pemerintah harus menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan potensi kenaikan harga mendadak,” ujar Ujang.

#inflasi-cirebon #harga-pangan #inflasi-desember-2025 #kenaikan-harga #indeks-harga-konsumen #bps-cirebon #kelompok-pengeluaran #inflasi-tahunan #harga-makanan #inflasi-kesehatan #harga-bahan-pokok #da

https://bandung.bisnis.com/read/20260106/549/1941893/inflasi-cirebon-desember-2025-capai-286-harga-pangan-jadi-pemicu-utama