Pengiriman Uang (Remitansi) dari Pekerja Migran NTB Turun 17% per November 2025

Pengiriman Uang (Remitansi) dari Pekerja Migran NTB Turun 17% per November 2025

Remitansi pekerja migran NTB turun 17% hingga November 2025, mencapai Rp193,35 miliar. Mayoritas dana berasal dari Malaysia, disalurkan via Bank Indonesia dan PT Pos Indonesia.

(Bisnis.Com) 06/01/26 07:11 94446

Bisnis.com, DENPASAR – Pengiriman uang (remitansi) dari luar negeri yang masuk ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp193,35 miliar hingga November 2025. Jika dibandingkan dengan periode sama pada 2024, nilai remitansi tersebut turun sekitar 17% atau setara Rp39,82 miliar. Remitansi masuk melalui Bank Indonesia dan PT Pos Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin menjelaskan remitansi yang disalurkan melalui Bank Indonesia mencapai Rp105,17 miliar, sementara melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp88,18 miliar.

"Remitansi paling besar masuk di triwulan II/2025 sejumlah Rp65,66 miliar, kemudian di triwulan I/2025 sejumlah Rp58,65 miliar, triwulan III Rp43,49 miliar, dan di triwulan IV, posisi hingga November sejumlah Rp25,53 miliar," jelas Wahyudin, Senin (5/1/2025).

Remitansi yang masuk melalui Bank Indonesia pada November saja mencapai Rp5,35 miliar. Dana tersebut sebagian besar berasal dari Malaysia, disusul Arab Saudi, Jepang, Uni Emirat Arab, Singapura, Hong Kong, Qatar, Korea Selatan, dan sejumlah negara lain.

Sementara itu, PT Pos Indonesia mencatat remitansi pada November 2025 sebesar Rp5,9 miliar. Kiriman uang terbesar diterima di Kabupaten Lombok Timur, disusul Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, Dompu, Bima, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Kota Bima.

Remitansi tersebut merupakan kiriman uang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di luar negeri. Pemerintah Provinsi NTB mencatat, sepanjang Januari–Juni 2025, jumlah PMI asal NTB yang ditempatkan ke luar negeri mencapai sekitar 15.333 orang.

Sekitar 70 persen PMI berasal dari tiga kabupaten utama, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Lombok Timur menjadi penyumbang terbesar dengan 5.840 orang atau sekitar 38 persen, disusul Lombok Tengah sebanyak 4.193 orang dan Lombok Barat 2.200 orang. Daerah lain seperti Sumbawa, Bima, dan Kota Mataram menyumbang dalam jumlah lebih kecil.

Malaysia tercatat sebagai negara tujuan utama PMI NTB dengan 9.993 penempatan, atau sekitar 65 persen dari total pekerja migran. Berikutnya adalah Hong Kong, Arab Saudi, Taiwan, dan Singapura. Lima negara tersebut menyerap lebih dari 90 persen pekerja migran asal NTB, sementara sisanya tersebar ke 24 negara lain.

#remitansi-ntb #pengiriman-uang-ntb #pekerja-migran-ntb #remitansi-turun #remitansi-2025 #remitansi-bank-indonesia #remitansi-pt-pos-indonesia #remitansi-malaysia #remitansi-arab-saudi #remitansi-jepan

https://bali.bisnis.com/read/20260106/538/1941834/pengiriman-uang-remitansi-dari-pekerja-migran-ntb-turun-17-per-november-2025