Majalengka Catat Inflasi Terendah di Jabar, Stabilitas Harga Paling Terjaga
Majalengka mencatat inflasi terendah di Jabar pada Desember 2025, hanya 0,29%, menunjukkan stabilitas harga yang baik di tengah permintaan tinggi saat Nataru.
(Bisnis.Com) 05/01/26 13:30 93611
Bisnis.com, CIREBON- Kabupaten Majalengka mencatatkan inflasi terendah di Provinsi Jawa Barat pada Desember 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, inflasi bulanan (month-to-month) Majalengka hanya mencapai 0,29%, jauh di bawah sejumlah daerah lain yang mengalami tekanan harga lebih tinggi pada akhir tahun.
Capaian tersebut menandakan stabilitas harga di Majalengka relatif lebih terjaga, terutama di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Secara umum, Jawa Barat mengalami inflasi month-to-month sebesar 0,43% pada Desember 2025, sementara inflasi year-on-year tercatat 2,63%.
Plt Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, menyampaikan rendahnya inflasi Majalengka mencerminkan efektivitas pengendalian harga di daerah tersebut.
Menurutnya, kestabilan pasokan bahan pokok dan terkendalinya harga komoditas utama menjadi faktor penting yang menahan laju inflasi.
Darwis menjelaskan, inflasi Desember di Jawa Barat secara umum masih dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi rumah tangga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok transportasi. Namun, dampaknya tidak merata di seluruh kabupaten dan kota.
"Beberapa daerah mencatat inflasi lebih tinggi karena tekanan permintaan dan distribusi, sementara daerah lain seperti Majalengka mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga," ujarnya, Senin (5/1/2026).
Data BPS Jawa Barat menunjukkan, inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025 terjadi di Kabupaten Subang sebesar 0,69%, disusul Kota Bandung 0,51%, Kota Bogor 0,46%, dan Kabupaten Bandung 0,44%.
Kota Cirebon mencatat inflasi 0,42%, sedikit di bawah rata-rata provinsi, sementara Kota Tasikmalaya dan Kota Bekasi masing-masing berada di kisaran 0,40% dan 0,39%.
Di sisi lain, selain Majalengka, daerah dengan inflasi relatif rendah adalah Kota Depok dan Kota Sukabumi yang sama-sama mencatatkan inflasi 0,37%.
Perbedaan capaian inflasi antarwilayah tersebut menunjukkan adanya variasi kondisi ekonomi, distribusi logistik, serta pola konsumsi masyarakat.
Darwis menambahkan, inflasi Jawa Barat sepanjang 2025 masih berada dalam rentang yang terkendali. Inflasi year-to-date sebesar 2,63% menunjukkan bahwa tekanan harga sepanjang tahun tidak melampaui sasaran inflasi nasional.
Kondisi ini mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif terjaga meski dihadapkan pada dinamika harga pangan dan energi.
Menurutnya, capaian inflasi yang rendah di sejumlah daerah dapat menjadi indikator positif bagi iklim ekonomi lokal.
Stabilitas harga dinilai berperan penting dalam menjaga kepercayaan konsumen serta mendukung aktivitas usaha, khususnya sektor perdagangan dan jasa.
BPS Jawa Barat menilai, ke depan, pengendalian inflasi tetap memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Upaya menjaga kelancaran distribusi, mengantisipasi gejolak harga pangan, serta memperkuat cadangan pasokan dinilai krusial dalam mempertahankan stabilitas harga di awal 2026," tutupnya.
#inflasi-majalengka #inflasi-terendah-jabar #stabilitas-harga-majalengka #inflasi-desember-2025 #bps-jawa-barat #pengendalian-harga-majalengka #inflasi-month-to-month #inflasi-year-on-year #inflasi-jaw